Saya punya masukan sedikit ttg akunting pulsa elektrik. Berdasarkan pengalaman saya bikin s/w akunting dan s/w pulsa. Mungkin ada rekan-rekan yg pengin mengembangkan s/w atau sistem akuntingnya.
Sebenarnya sistem pulsa dpt dibagi menjadi bbrp kategori : Sistem stok. Untuk sistem stok jumlah seperti telkomsel. Baiknya Anda memiliki middle akunting antara server dan pembelian. Sehingga server cukup memiliki satu macam hpp untuk satu nominal. Misalnya : S20 ya 19.000 ( he2, mana ada ). Jadi laporan yang ada di server Anda akan mudah, tidak macam2 hpp. Untuk pembelian, anggaplah Anda beli di "toko" Anda sendiri. "Toko" inilah yang beli stok, sehingga ketika Anda beli dari dealer, Anda langsung bisa jual semua ke server. Nah "toko" ini juga punya laporan laba rugi yang simple. Untuk akunting standar jelas lebih mudah, karena cukup menghitung jumlah penjualan dan pembelian dikurangi kehilangan. Sistem saldo murni Sistem salSistem saldo murnido murni adalah seperti flexi atau h2h. Kita memiliki hpp dan harga jual yang pasti, sehingga laporan laba ruginya juga simple. Sistem saldo prosentase Sistem saldo prosentase contohnya adalah xl atau mtronik. Kita beli saldo 400.000 tapi kita bayar kurang dari 400.000 tergantung prosentasenya. Nah, untuk kasus seperti ini, fungsi "toko" tadi juga bermanfaat. Sehingga di server kita cukup kasih hpp = pemotongan saldo. Sehingga laba rugi menjadi lebih sederhana. Keuntungan prosentase pembelian tersebut bisa dimasukkan ke sebagai laba "toko". Sistem refund Sistem refund ini berlaku untuk semua macam model saldo seperti di atas. Ini secara sederhana masukkan saja ke dalam laba "toko". Sehingga secara sistem server tidak perlu pusing - pusing menghitung refund yang seringkali berubah. Server cukup menghitung harga pembelian = nilai saldo. Hasil akhir Laporan Laba Rugi Nah, hasil akhir laporan laba rugi nantinya adalah penjumlahan antara "toko" dan server. Bisa jadi laba "toko" Anda akan besar, karena nilai pemotongan saldo dan refund masuk kesana. Sementara dia jual ke server dgn harga sesuai nominal. Tapi nantinya akan dibalance dengan laba rugi dari server. Secara akuntansi, sebenarnya laporan keuangan di atas adalah masih laba rugi kotor. Laba rugi bersih akan ditemukan setelah dikurangi dengan pengeluaran-pengeluaran seperti operasional, kehilangan stok, dan lain-lain. Nah, saya kira batasan laporan keuangan sederhana dalam bisnis server adalah laba rugi saja. Dan itu sudah sangat membantu. Jika sampai pembentukan neraca tentu saja harus dilakukan oleh s/w pembatu atau manual. Sekian, semoga membantu. wassalam Seger Hasani agilx77 <[EMAIL PROTECTED]> wrote: Belum mas.., tp kemarin konsul ama salesnya, sepertinya masih bingung ttg alur kerja bisnis servernya, terutama utk inventory yg bersifat saldo seperti SEV dan H2H, kira2 teman2 udah ada yg pake zahir belum ya..,?? share donk pengalamnnya --- In [email protected], "Ilham Rizqi Sasmita" wrote: > > Kalau Zahir Accounting udah coba? > > On 2/17/08, agilx77 wrote: > > Hi boss2 semua, lagi cari software akunting yg bagus nich.., yg cocok > > ama bisnis server, selama ini saya sich masih pembukuan manual dan > > semi otomatis, alias pake excel, kira2 boss2 ada yg tau ngga ya.. > > software akunting yg cocok buat bisnis server..thx > > -- > Voucha Developer Team > http://pulsa.web.id > http://blog.pulsa.web.id > http://infopulsa.com http://forum.infopulsa.com Yahoo! Groups Links --------------------------------- Be a better friend, newshound, and know-it-all with Yahoo! Mobile. Try it now.
