Kamis, 8 Mei 2008 | 07:59 WIB

Laporan wartawan Kompas Suhartono

BALIKPAPAN, KAMIS - Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Partai Golkar
Muhammad Jusuf Kalla, Rabu (7/5) malam, menyatakan, dirinya selaku
Wakil Presiden RI dan Susilo Bambang Yudhoyono sebagai Presiden RI
lebih baik berhenti sekarang juga dari posisi tersebut jika tidak
berani mengambil keputusan menaikkan harga bahan bakar minyak yang
memberatkan negara.

"Kalau kita berhenti, negeri ini akan chaos (kacau). Jadi, susah. Oleh
sebab itu, kita harus mengambil risiko dan tidak diam saja untuk
segera memutuskan kenaikan harga BBM," ujar Kalla saat menceritakan
latar belakang pemerintah mengambil keputusan menaikkan harga BBM di
hadapan kader dan pengurus Partai Golkar di sebuah hotel di
Balikpapan, Kalimantan Timur, Rabu malam.

Penjelasan Kalla disampaikan untuk menjawab pertanyaan kader Partai
Golkar perihal kenaikan harga BBM terkait dengan persiapan menjelang
Pemilu 2009. Menurut Kalla, "Pemerintahan yang baik adalah
pemerintahan yang ingin menjaga bukan hanya kepentingan dirinya,
tetapi juga kepentingan kelangsungan bangsa. Itulah dasar pemerintah
mengambil keputusan menaikkan harga BBM walaupun pasti tidak populer
di mata rakyat."

"Kalau hanya untuk kepentingan diri sendiri, akan lebih baik saya dan
SBY tidak mengambil keputusan apa-apa terkait kenaikan harga minyak
mentah dunia yang sekarang sudah mencapai 120 dollar AS per barrel.
Tetapi, jika kita tidak ambil keputusan apa-apa negeri ini akan
menghadapi kesulitan," tambah Kalla.(HAR)

http://kompas.com/index.php/read/xml/2008/05/08/07594464/kalla.sby-jk.berhenti.jika.tak.naikkan.harga.bbm

-- 
Voucha3 Team
http://voucha.net
http://forum.voucha.net

Kirim email ke