Salut untuk bos Yudha & DCS Tronik yang berani membuat terobosan seperti itu. Saya perhatikan, yang dimaksud bos Yudha dan DCS Tronik itu "Failure rate", bukan jumlah transaksi gagal yang normal (apa ini istilahnya?).
Failure rate itu memang bisa ditekan ke angka NOL. Sementara transaksi yang gagal secara normal (Invalid MSISDN, nomor tidak dikenal, dll) atau kegagalan akibat pihak lain memang tidak bisa ditekan sampai menjadi NOL. Sebab, failure yang muncul dari sistem kita memang bisa ditekan menjadi NOL. Sementara, failure yang disebabkan oleh pihak lain (pihak operator, pihak konsumen) ya belum bisa ditekan menjadi NOL. Makanya kalau pakai stok sendiri, pasti bisa menekan failure rate menjadi NOL. Kalau H2H, ya susah. Di tempat yang sistemnya sangat rentan kecelakaan seperti pertambangan, penerbangan, eksplorasi bisa kok menekan tingkat failure menjadi NOL. Di sistem transportasi juga ada metode standar untuk menekan tingkat kecelakaan akibat kelalaian menjadi NOL, standard ini gagasan Menhub Jusman Sjafii Djamal untuk menghasilkan ZERO ACCIDENT dan diadopsi oleh banyak instansi termasuk TNI AU. Lho kok saya jadi bahas ini? Kesimpulannya, error atau failure itu bagian dari ilmu engineering, jadi sangat mungkin ditekan menjadi NOL! Saya setuju di server pulsa tingkat failure rate itu harus NOL!! Apapun caranya. -- Software Pulsa Voucha3 Tetap Cepat Di Jam Padat Comitted to Excellence http://voucha.net - http://www.facebook.com/voucha
