Mohon Maaf baru bisa posting skrg, kemarin sy sudah ketik di BB, sudah
hampir 1 jam ngetik tiba2 ada error *uncaught exception*, draft postingan
langsung hilang
karena kemarin ada 'kesibukan kecil' menerima tamu dan kado, hehe....jadi
kepending
Makasih juga atas semua do'a rekans sekalian.

(tulisan saya kalo ada yang salah tolong koreksi, kalo ada yang kurang
tolong ditambahkan)

------------------------------------------------------




> Sekitar akhir Mei 2010 diadakan pertemuan Aspindo jabar di cafe Ngopi
> Doeloe Burangrang. Selesai pertemuan, seperti biasa temen2 suka ngobrol lagi
> sebelum naik ke kendaraan masing2. Menjelang bubaran tersebut secara
> kebetulan bertemu dengan Pak Daniel sebagai GM Telkomsel Jabar. Temen2
> langsung request untuk mengadakan pertemuan dengan Ibu Venus yang pada saat
> itu baru menjabat sebagai VP Area II (Jabodetabek - Banten - Jabar). Sekitar
> 2-3 minggu berselang ada kabar Ibu Venus akan ke-Bandung dan mau meluangkan
> waktu untuk bertemu dengan para pemain server. Kebetulan hari itu tanggal 15
> Juni 2010 bertepatan dengan jadwal arisan temen2 server di Bandung. Meskipun
> kabar kepastian pertemuan baru diperoleh sore harinya, Alhamdulillah malam
> hari-nya pertemuan bisa berlangsung dan dihadiri oleh lebih dari 20 orang
> lebih pemain server dan beberapa pejabat Telkomsel.
>

Agenda awal pertemuan hanyalah perkenalan. Karena pertemuan serupa sudah
pernah dilakukan sebelumnya meskipun sudah cukup lama. Bedanya pertemuan
kali ini rekans server menggunakan 'baju' Aspindo, kita sudah merapikan diri
dalam bentuk asosiasi. Sebelum dimulai kami sempat menyodorkan Album Foto
Deklarasi Aspindo Jabar dan kelihatan-nya beliau cukup *appreciate*.
Meskipun baru 40 hari menjabat VP Area II ternyata Ibu Venus sudah 15 tahun
berkarir di Telkomsel, orang lama yang tentunya sudah tau seluk belum di
dalam Telkomsel.

Dari Aspindo kita menjelaskan apa itu Aspindo, sudah berapa daerah yang ada
Aspindo, tujuan, visi - misi serta cara gerak Aspindo. Intinya di malam itu
kami mencoba menjelaskan Aspindo dibentuk untuk mencoba bersinergi dengan
operator (dalam hal-hal yang bisa kita sepakati) dengan tentu saja menjaga
independensi Aspindo. Asosiasi ini bukan untuk menggertak operator, bukan
untuk menandingi dealer. Adanya Aspindo lebih kepada mencari titik temu yang
bisa disepakati, *win win solution, everybody happy.* Selama ini belum ada
wadah yang menaungi para pemain server pulsa untuk berbicara langsung dengan
pihak operator, disinilah fungsi Aspindo.

Supaya ada gambaran yang lebih jelas dan tidak salah kaprah kita coba
menjelaskan bagaimana server itu bisa ada, tumbuh dan berkembang. Meskipun
mungkin pihak Telkomsel sudah tau dan tidak perlu diajari, *at
least*sesekali mereka harus mendengar langsung server itu seperti ada
dari para
*pelaku* bukan dari *pengamat*. Karena di Bandung, kami mencoba menjelaskan
dengan konteks kejadian di Bandung. Pada awalnya kita semua adalah RS, semua
pengguna M Kios sejak Mkios masih pake kartu HALO, di Bandung ada yang punya
5, 10, 30, 50 bahkan hampir diatas 100 konter atau dulu lebih dikenal dengan
istilah OPJ (Outlet Pinggir Jalan). Permintaan pasar berkembang, teknologi
pun ber-evolusi. Jadilah kita para RS yang berdagang menggunakan teknologi
server. Sejatinya kita tetap RS, bahkan kolektor chip RS M Kios. Point
penting-nya adalah tumbuh dan berkembangnya server adalah *market
driven. *Pasar
lah yang membentuk arah, bisa kita lihat tipologi pedagang pulsa skrg sudah
bergeser dari konter-konter ke para pribadi-pribadi dengan sejumlah profesi,
semua jualan pulsa. Disinilah peran server 1 Chip All Operator menjadi maju.
Dengan pola server para agen2 server tersebut sudah tidak bisa dibatasi lagi
dari daerah mana, bisa dari daerah mana saja. Dalam hal ini harus dipahami
penjualan melalui server bisa dikatakan multicluster dan multiregion.
Mendengar penjelasan ini Ibu Venus pun bisa memahami dan mengakui hal
tersebut.

Dalam sesi diskusi mulailah bermunculan, permintaan, curhat, kritikan kepada
pihak Telkomsel. Salah satu yang mencuat adalah permintaan pengakuan posisi
server sebagai mata rantai distribusi produk Telkomsel. Skema distribusi
antara voucher (elektronik) dengan SP sebenarnya relatif sama, yakni :
Telkomsel (produsen) --> AD Telkomsel --> Distributor (pemartai) - Retailer.
Untuk kasus SP para RS sangat jarang sekali beli SP langsung dari dealer,
sebagian besar pasti membeli eceran dari para distributor atau pemartai.
Demikian hal-nya dengan voucher elektronik, sebagian besar penjual pulsa
mengambil stoknya dari para distributor (baca : pemain server pulsa).

Tanpa ingin terjebak kedalam terminologi *Telur dan Ayam **, kami pun
mencoba menjelaskan, ibarat kuliah kita pada akhirnya harus mengambil
spesialisasi kita di bidang apa. Demikian pula hal-nya di pemain pulsa. Ada
yang fokus ke bisnis server tanpa tertarik menjual perdana. Ada juga di
kalangan kita yang fokus ke pemain SP, ikut program aktivasi dsb, tanpa
tertarik ikut mendirikan server pulsa. Semua ada bidang masing2. Meskipun
ada juga yang bisa fokus ke dua2-nya, tapi jumlah ini relatif sedikit.
Nature itu justru akan rusak apabila dipaksakan. Contoh : pemain server
dipaksa harus membeli SP dengan jumlah yang besar, 1000-2000 pcs misalnya.
Karena tidak punya keahlian dan jaringan bisa saja supaya barang cepat laku
dan habis akhirnya dijual modal atau bahkan berani rugi Rp 100-200 per SP.
Akhirnya ini akan merugikan para pedagang yang fokus ke penjualan SP saja,
harga pasar bisa rusak.

Masalah *cross region* tetap tidak bisa dihindari untuk dibahas. Beberapa
rekan mempertanyakan kembali tentang kebijakan tersebut. Kita pun memberikan
contoh kondisi di lapangan pada saat kebijakan tersebut diberlakukan bahkan
diperketat. Kebingungan para RS sampai kesulitan konsumen untuk mendapatkan
pulsa. Untuk masalah ini jawaban dari pihak Telkomsel relatif masih sama
dengan jawaban-jawaban sebelumnya, bahkan jawaban 2 tahun yang lalu.
Pemberlakuan aturan *cross region* dengan *threshold* tertentu salah satu
tujuannya untuk melindungin para AD di semua daerah, agak barang di daerah
masing-masing bisa terserap sesuai dengan alokasi yang diberikan. Untuk hal
ini sepertinya perlu dibahas khusus secara lebih spesifik.

Satu hal yang membuat saya senang adalah ketika Ibu Venus berharap di forum
kemarin tidak hanya kritikan dan curhat, beliau juga meminta kita memberikan
usulan atau solusi. Budaya *bottom up* sudah dimulai. Satu langkah kecil,
mau mendengar. Solusi pertama adalah permintaan update HLR yang terbaru yang
resmi dari pihak Telkomsel, adakalanya data yang diperoleh dari beberapa
dealer bisa beda untuk area tertentu, ini tentung membuat rancu di
laparangan dan bisa jadi timbul perselisihan. Solusi kedua rekans server
usul agar chip dari luar region bisa dibuka isolir chip-nya jadi bisa
digunakan di region yang berbeda. Contoh : Ada server posisi di Jabar dan
banyak melakukan pengisian nomer Jabar dan Jakarta, nah usulannya adalah
chip mkios jakarta bisa digunakan di Bandung untuk mengisi nomer Jakarta
(tanpa harus chip tsb berada di Jakarta). Untuk pembelian barang tetap
melalui dealer di Jakarta.

Solusi selanjutnya adalah usulan untuk menimbang kembali angka threshold *cross
region* yang skrg 10%. Penjelasan dari pihak Telkomsel dengan memberikan
gambaran penduduk Jabar 38jt, dengan toleransi 10% artinya tiap pekan ada
toleransi pengisian nomer luar Jabar 3.8jt menurut saya sama saja
mengabaikan kenyataan di lapangan. Sederhana-nya begini : Silahkan disurvey
(tidak perlu pake konsultan asing :D) oleh Telkomsel ke konter2 di suatu
region berapa % yang berjualan menggunakan RS M Kios Langsung dan berapa %
yang menggunakan jasa server pulsa. Silahkan disidak ke para dealer, berapa
% dealer menjual ke RS murni dan berapa % dealer menjual ke server. Kami
yakin angka % penjualan menggunakan jasa server dan % dealer menjual ke
server pasti lebih besar, angkanya mungkin bisa sampai 60% (silahkan
dibuktikan). Dengan asumsi seperti diatas bahwa penjualaan server =
multicluster dan multiregion, apakah mungkin jika penjualan stok mkios
dealer 60% ke server tapi berharap server max hanya 10% menjual lintas ???

Usulan lainnya menyangkut ROC (Red Outlet Community) dan hubungannya dengan
program2 aktivasi. Masa' aktif perdana yang pendek dan juga perubahan
nominal pulsa dari 10rb ke 5rb dan dari 5rb ke 2rb acapkali membuat para
pedagang yang masih mempunyai stok lama menjadi merugi. Reward2 Telkomsel
juga sekarang lebih banyak ke aktivasi perdana, hampir tidak ada reward bagi
si penjual Telur.

Karena sudah cukup malam, sekitar pkl 23.00, pertemuan pun di akhiri.
Sebagai langkah awal memang kita tidak bisa berharap banyak. Tapi setidaknya
apa yang perlu disampaikan sudah disampaikan, mudah2an seperti yang berulang
kali Ibu Venus katakan, masukan2 dari Aspindo ditampung dan akan
dibicarakan. Secara pribadi sy sudah meminta untuk bisa diadakan pertemuan
lanjutan, dengan teman2 server jakarta yang juga merupakan cakupan area
beliau.


* ** Telur istilah untuk yang hanya mau untung dari M Kios saja. Sedangkan
Ayam istilah untuk yang mau berjualan SP, karena bagi operator berjualan
Ayam akan mendorong naikknya penjualan Telur



Untuk absensi rekans server yang hadir dipegang pegang pihak Telkomsel,
absen ini sy buat berdasarkan *photographic memory* sesuai urutan tempat
duduk. Maaf kalo ada yang salah dan kalo ada yang belum tercantum.

*

Pihak Telkomsel :*
Ibu Venus - VP Area 2 Telkomsel
Bpk. Tb. Daniel Azhari - GM Telkomsel Jabar
Ibu Fahmalena - Channel Management Jabo - Jabar
Bpk. Fahmi - Manager Grapari Bandung
Bpk. Tono Yulianto - AD ABK Telkomsel
dan sekitar 5-6 orang pejabat Telkomsel lainnya
*

Rekans Sever :*

> Roni - Siputri
> Angga - Siputri
> Erick - Dwimitra
> Dwiles - Dapur Pulsa
> Sephta - SDC
> Bedy - Bay Cell
> Tomi - Arfica
> Wahyu - IMC IMOBICOM
> Khrist - COJ
> Martono - Sin Sin
> Dadi - Potrait
> Gatot - Famcom
> Zaki - Wahana
> Ilham - Voucha
> Atto - Dwimas
> Arie - Acomp
> Ahda - S Pulsa
> Wowon - Brilliant
> Irwan - Riga Cell
> Rama - Rama Cell
> Iwan - Cookie
> Tatang - DCS
> Luki - Dompas
>
>
>
>  Reply to 
> sender<[email protected]?subject=re:+%5Bpulsa%5D+Hasil+pertemuan+Aspindo+Jabar+dengan+Telkomsel>|
>  Reply
> to 
> group<[email protected]?subject=re:+%5Bpulsa%5D+Hasil+pertemuan+Aspindo+Jabar+dengan+Telkomsel>|
>  Reply
> via web 
> post<http://groups.yahoo.com/group/pulsa/post;_ylc=X3oDMTJyamRhN2Q0BF9TAzk3MzU5NzE0BGdycElkAzIwMTMzNjg5BGdycHNwSWQDMTcwNTA0MzY5NQRtc2dJZAMxMDA0OQRzZWMDZnRyBHNsawNycGx5BHN0aW1lAzEyNzY3NDIwMDg-?act=reply&messageNum=10049>|
>  Start
> a New 
> Topic<http://groups.yahoo.com/group/pulsa/post;_ylc=X3oDMTJmc3VwbWh2BF9TAzk3MzU5NzE0BGdycElkAzIwMTMzNjg5BGdycHNwSWQDMTcwNTA0MzY5NQRzZWMDZnRyBHNsawNudHBjBHN0aW1lAzEyNzY3NDIwMDg->
> Messages in this 
> topic<http://groups.yahoo.com/group/pulsa/message/10020;_ylc=X3oDMTM3cDhxZDJlBF9TAzk3MzU5NzE0BGdycElkAzIwMTMzNjg5BGdycHNwSWQDMTcwNTA0MzY5NQRtc2dJZAMxMDA0OQRzZWMDZnRyBHNsawN2dHBjBHN0aW1lAzEyNzY3NDIwMDgEdHBjSWQDMTAwMjA->(
> 9)
>  Recent Activity:
>
>    - New 
> Members<http://groups.yahoo.com/group/pulsa/members;_ylc=X3oDMTJnc3U2NGtqBF9TAzk3MzU5NzE0BGdycElkAzIwMTMzNjg5BGdycHNwSWQDMTcwNTA0MzY5NQRzZWMDdnRsBHNsawN2bWJycwRzdGltZQMxMjc2NzQyMDA3?o=6>
>    7
>
>  Visit Your 
> Group<http://groups.yahoo.com/group/pulsa;_ylc=X3oDMTJmOWY1dWxrBF9TAzk3MzU5NzE0BGdycElkAzIwMTMzNjg5BGdycHNwSWQDMTcwNTA0MzY5NQRzZWMDdnRsBHNsawN2Z2hwBHN0aW1lAzEyNzY3NDIwMDc->
>  MILIS INI BERSIH DARI MLM, MONEY GAME & SKEMA PIRAMIDA
> http://infopulsa.com/tata-tertib/
>
>  [image: Yahoo! 
> Groups]<http://groups.yahoo.com/;_ylc=X3oDMTJlMnA5ODE2BF9TAzk3NDc2NTkwBGdycElkAzIwMTMzNjg5BGdycHNwSWQDMTcwNTA0MzY5NQRzZWMDZnRyBHNsawNnZnAEc3RpbWUDMTI3Njc0MjAwOA-->
> Switch to: 
> Text-Only<[email protected]?subject=change+delivery+format:+Traditional>,
> Daily Digest <[email protected]?subject=email+delivery:+Digest>•
> Unsubscribe <[email protected]?subject=unsubscribe> • Terms
> of Use <http://docs.yahoo.com/info/terms/>
>    .
>
> 
>

Kirim email ke