Nah keluar juga reportnya..... sangat lengkap dan jelas cocok jadi jurnalis nih




________________________________
From: dwi lesmana <[email protected]>
To: [email protected]
Sent: Thu, June 17, 2010 11:09:19 AM
Subject: Re: [pulsa] Hasil pertemuan Aspindo Jabar dengan Telkomsel

  
Mohon Maaf baru bisa posting skrg, kemarin sy sudah ketik di BB, sudah hampir 1 
jam ngetik tiba2 ada error uncaught exception, draft postingan langsung hilang
karena kemarin ada 'kesibukan kecil' menerima tamu dan kado, hehe....jadi 
kepending
Makasih juga atas semua do'a rekans sekalian.

(tulisan saya kalo ada yang salah tolong koreksi, kalo ada yang kurang tolong 
ditambahkan)

------------ --------- --------- --------- --------- ------
 

 
Sekitar akhir Mei 2010 diadakan pertemuan Aspindo jabar di cafe Ngopi Doeloe 
Burangrang. Selesai pertemuan, seperti biasa temen2 suka ngobrol lagi sebelum 
naik ke kendaraan masing2. Menjelang bubaran tersebut secara kebetulan bertemu 
dengan Pak Daniel sebagai GM Telkomsel Jabar. Temen2 langsung request untuk 
mengadakan pertemuan dengan Ibu Venus yang pada saat itu baru menjabat sebagai 
VP Area II (Jabodetabek - Banten - Jabar). Sekitar 2-3 minggu berselang ada 
kabar Ibu Venus akan ke-Bandung dan mau meluangkan waktu untuk bertemu dengan 
para pemain server. Kebetulan hari itu tanggal 15 Juni 2010 bertepatan dengan 
jadwal arisan temen2 server di Bandung. Meskipun kabar kepastian pertemuan baru 
diperoleh sore harinya, Alhamdulillah malam hari-nya pertemuan bisa berlangsung 
dan dihadiri oleh lebih dari 20 orang lebih pemain server dan beberapa pejabat 
Telkomsel.
>

Agenda awal pertemuan hanyalah perkenalan. Karena pertemuan serupa sudah pernah 
dilakukan sebelumnya meskipun sudah cukup lama. Bedanya pertemuan kali ini 
rekans server menggunakan 'baju' Aspindo, kita sudah merapikan diri
dalam bentuk asosiasi. Sebelum dimulai kami sempat menyodorkan Album Foto 
Deklarasi Aspindo Jabar dan kelihatan-nya beliau cukup appreciate. Meskipun 
baru 40 hari menjabat VP Area II ternyata Ibu Venus sudah 15 tahun berkarir di 
Telkomsel, orang lama yang tentunya sudah tau seluk belum di dalam Telkomsel.

Dari Aspindo kita menjelaskan apa itu Aspindo, sudah berapa daerah yang ada 
Aspindo, tujuan, visi - misi serta cara gerak Aspindo. Intinya di malam itu 
kami mencoba menjelaskan Aspindo dibentuk untuk mencoba bersinergi dengan 
operator (dalam hal-hal yang bisa kita sepakati) dengan tentu saja menjaga 
independensi Aspindo. Asosiasi ini bukan untuk menggertak operator, bukan untuk 
menandingi dealer. Adanya Aspindo lebih kepada mencari titik temu yang bisa 
disepakati, win win solution, everybody happy. Selama ini belum ada wadah yang 
menaungi para pemain server pulsa untuk berbicara langsung dengan pihak 
operator, disinilah fungsi Aspindo.

Supaya ada gambaran yang lebih jelas dan tidak salah kaprah kita coba 
menjelaskan bagaimana server itu bisa ada, tumbuh dan berkembang. Meskipun 
mungkin pihak Telkomsel sudah tau dan tidak perlu diajari, at least sesekali 
mereka harus mendengar langsung server itu seperti ada dari para pelaku bukan 
dari pengamat. Karena di Bandung, kami mencoba menjelaskan dengan konteks 
kejadian di Bandung. Pada awalnya kita semua adalah RS, semua pengguna M Kios 
sejak Mkios masih pake kartu HALO, di Bandung ada yang punya 5, 10, 30, 50 
bahkan hampir diatas 100 konter atau dulu lebih dikenal dengan istilah OPJ 
(Outlet Pinggir Jalan). Permintaan pasar berkembang, teknologi pun ber-evolusi. 
Jadilah kita para RS yang berdagang menggunakan teknologi server. Sejatinya 
kita tetap RS, bahkan kolektor chip RS M Kios. Point penting-nya adalah tumbuh 
dan berkembangnya server adalah market driven. Pasar lah yang membentuk arah, 
bisa kita lihat tipologi pedagang pulsa skrg sudah
 bergeser dari konter-konter ke para pribadi-pribadi dengan sejumlah profesi, 
semua jualan pulsa. Disinilah peran server 1 Chip All Operator menjadi maju. 
Dengan pola server para agen2 server tersebut sudah tidak bisa dibatasi lagi 
dari daerah mana, bisa dari daerah mana saja. Dalam hal ini harus dipahami 
penjualan melalui server bisa dikatakan multicluster dan multiregion. Mendengar 
penjelasan ini Ibu Venus pun bisa memahami dan mengakui hal tersebut.

Dalam sesi diskusi mulailah bermunculan, permintaan, curhat, kritikan kepada 
pihak Telkomsel. Salah satu yang mencuat adalah permintaan pengakuan posisi 
server sebagai mata rantai distribusi produk Telkomsel. Skema distribusi antara 
voucher (elektronik) dengan SP sebenarnya relatif sama, yakni : Telkomsel 
(produsen) --> AD Telkomsel --> Distributor (pemartai) - Retailer. Untuk kasus 
SP para RS sangat jarang sekali beli SP langsung dari dealer, sebagian besar 
pasti membeli eceran dari para distributor atau pemartai. Demikian hal-nya 
dengan voucher elektronik, sebagian besar penjual pulsa mengambil stoknya dari 
para distributor (baca : pemain server pulsa).

Tanpa ingin terjebak kedalam terminologi Telur dan Ayam *, kami pun mencoba 
menjelaskan, ibarat kuliah kita pada akhirnya harus mengambil spesialisasi kita 
di bidang apa. Demikian pula hal-nya di pemain pulsa. Ada yang fokus ke bisnis 
server tanpa tertarik menjual perdana. Ada juga di kalangan kita yang fokus ke 
pemain SP, ikut program aktivasi dsb, tanpa tertarik ikut mendirikan server 
pulsa. Semua ada bidang masing2. Meskipun ada juga yang bisa fokus ke dua2-nya, 
tapi jumlah ini relatif sedikit. Nature itu justru akan rusak apabila 
dipaksakan. Contoh : pemain server dipaksa harus membeli SP dengan jumlah yang 
besar, 1000-2000 pcs misalnya. Karena tidak punya keahlian dan jaringan bisa 
saja supaya barang cepat laku dan habis akhirnya dijual modal atau bahkan 
berani rugi Rp 100-200 per SP. Akhirnya ini akan merugikan para pedagang yang 
fokus ke penjualan SP saja, harga pasar bisa rusak.

Masalah cross region tetap tidak bisa dihindari untuk dibahas. Beberapa rekan 
mempertanyakan kembali tentang kebijakan tersebut. Kita pun memberikan contoh 
kondisi di lapangan pada saat kebijakan tersebut diberlakukan bahkan 
diperketat. Kebingungan para RS sampai kesulitan konsumen untuk mendapatkan 
pulsa. Untuk masalah ini jawaban dari pihak Telkomsel relatif masih sama dengan 
jawaban-jawaban sebelumnya, bahkan jawaban 2 tahun yang lalu. Pemberlakuan 
aturan cross region dengan threshold tertentu salah satu tujuannya untuk 
melindungin para AD di semua daerah, agak barang di daerah masing-masing bisa 
terserap sesuai dengan alokasi yang diberikan. Untuk hal ini sepertinya perlu 
dibahas khusus secara lebih spesifik.

Satu hal yang membuat saya senang adalah ketika Ibu Venus berharap di forum 
kemarin tidak hanya kritikan dan curhat, beliau juga meminta kita memberikan 
usulan atau solusi. Budaya bottom up sudah dimulai. Satu langkah kecil, mau 
mendengar. Solusi pertama adalah permintaan update HLR yang terbaru yang resmi 
dari pihak Telkomsel, adakalanya data yang diperoleh dari beberapa dealer bisa 
beda untuk area tertentu, ini tentung membuat rancu di laparangan dan bisa jadi 
timbul perselisihan. Solusi kedua rekans server usul agar chip dari luar region 
bisa dibuka isolir chip-nya jadi bisa digunakan di region yang berbeda. Contoh 
: Ada server posisi di Jabar dan banyak melakukan pengisian nomer Jabar dan 
Jakarta, nah usulannya adalah chip mkios jakarta bisa digunakan di Bandung 
untuk mengisi nomer Jakarta (tanpa harus chip tsb berada di Jakarta). Untuk 
pembelian barang tetap melalui dealer di Jakarta.

Solusi selanjutnya adalah usulan untuk menimbang kembali angka threshold cross 
region yang skrg 10%. Penjelasan dari pihak Telkomsel dengan memberikan 
gambaran penduduk Jabar 38jt, dengan toleransi 10% artinya tiap pekan ada 
toleransi pengisian nomer luar Jabar 3.8jt menurut saya sama saja mengabaikan 
kenyataan di lapangan. Sederhana-nya begini : Silahkan disurvey (tidak perlu 
pake konsultan asing :D) oleh Telkomsel ke konter2 di suatu region berapa % 
yang berjualan menggunakan RS M Kios Langsung dan berapa % yang menggunakan 
jasa server pulsa. Silahkan disidak ke para dealer, berapa % dealer menjual ke 
RS murni dan berapa % dealer menjual ke server. Kami yakin angka % penjualan 
menggunakan jasa server dan % dealer menjual ke server pasti lebih besar, 
angkanya mungkin bisa sampai 60% (silahkan dibuktikan). Dengan asumsi seperti 
diatas bahwa penjualaan server = multicluster dan multiregion, apakah mungkin 
jika penjualan stok mkios dealer 60% ke server
 tapi berharap server max hanya 10% menjual lintas ???

Usulan lainnya menyangkut ROC (Red Outlet Community) dan hubungannya dengan 
program2 aktivasi. Masa' aktif perdana yang pendek dan juga perubahan nominal 
pulsa dari 10rb ke 5rb dan dari 5rb ke 2rb acapkali membuat para pedagang yang 
masih mempunyai stok lama menjadi merugi. Reward2 Telkomsel juga sekarang lebih 
banyak ke aktivasi perdana, hampir tidak ada reward bagi si penjual Telur.

Karena sudah cukup malam, sekitar pkl 23.00, pertemuan pun di akhiri. Sebagai 
langkah awal memang kita tidak bisa berharap banyak. Tapi setidaknya apa yang 
perlu disampaikan sudah disampaikan, mudah2an seperti yang berulang kali Ibu 
Venus katakan, masukan2 dari Aspindo ditampung dan akan dibicarakan. Secara 
pribadi sy sudah meminta untuk bisa diadakan pertemuan lanjutan, dengan teman2 
server jakarta yang juga merupakan cakupan area beliau.
 

 * Telur istilah untuk yang hanya mau untung dari M Kios saja. Sedangkan Ayam 
istilah untuk yang mau berjualan SP, karena bagi operator berjualan Ayam akan 
mendorong naikknya penjualan Telur

  


Untuk absensi rekans server yang hadir dipegang pegang pihak Telkomsel, absen 
ini sy buat berdasarkan photographic memory sesuai urutan tempat duduk. Maaf 
kalo ada yang salah dan kalo ada yang belum tercantum.
 


Pihak Telkomsel :
Ibu Venus - VP Area 2 Telkomsel
Bpk. Tb. Daniel Azhari - GM Telkomsel Jabar
Ibu Fahmalena - Channel Management Jabo - Jabar
Bpk. Fahmi - Manager Grapari Bandung
Bpk. Tono Yulianto - AD ABK Telkomsel
dan sekitar 5-6 orang pejabat Telkomsel lainnya


Rekans Sever :

Roni - Siputri
>Angga - Siputri
>Erick - Dwimitra
>Dwiles - Dapur Pulsa
>Sephta - SDC
>Bedy - Bay Cell
>Tomi - Arfica
>Wahyu - IMC IMOBICOM
>Khrist - COJ
>Martono - Sin Sin
>Dadi - Potrait
>>Gatot - Famcom
>Zaki - Wahana
>Ilham - Voucha
>Atto - Dwimas
>Arie - Acomp
>Ahda - S Pulsa
>Wowon - Brilliant
>Irwan - Riga Cell
>Rama - Rama Cell
>Iwan - Cookie
>Tatang - DCS
>Luki - Dompas
>
>
>
>
>>        Reply to sender |
> >       Reply to group |
> Reply via web post |
> Start a New Topic Messages in this topic >          (9)
> 
>>
>
>
>
>
>Recent Activity: > 
>       * New Members 7 
>Visit Your Group 
>>      
>
>
>      MILIS INI BERSIH DARI MLM, MONEY GAME & SKEMA PIRAMIDA
>http://infopulsa. com/tata- tertib/
>
>
> 
>Switch to: Text-Only, Daily Digest • Unsubscribe • Terms of Use
>>
>
>. 
>

 


      

Kirim email ke