---------- Original Message ---------------------------------- From: "Ronald P. Putra" <[EMAIL PROTECTED]> Reply-To: <[EMAIL PROTECTED]> Date: Wed, 17 Dec 2003 23:04:57 -0800
---------- Original Message ---------------------------------- From: "Devy Endry" <[EMAIL PROTECTED]> Reply-To: "Devy Endry" <[EMAIL PROTECTED]> Date: Thu, 18 Dec 2003 12:41:23 +0700 >DV: >Sanak ronal sato pulo ambociek "marecoki" diskusi iko maaf ambo indak >mambaco keseluruhan diskusi dari awal. >nan ambo tanyokan adaolah sistem rente (berbunga).. apakah ada batasan kapan >bunga itu disebut riba kapan bukan sebagai contoh kalau saya pinjam uang >kepada seseorang untuk kebutuhan sehari-hari (ini bukan untuk >berusaha/bisnis, tapi murni untuak paruik) kemudian oleh si empunya uang >dipersyaratkan membayar 2 kali lipat pada akhir tahun, ini jelas riba karena >sangat mencekik. RPP : ambo raso mengenai pengertian Riba telah diuraikan secara panjang lebar dalam tulisan yang diforwardkan oleh uni Rahima. >DV : >Yang ingin saya tanyakan adalah perbedaan operasional Bank Syariah dan >konvensional : > >1.Kalau saya pinjam di BNI untuk usaha tertentu, BNI akan menetapkan bunga >(tentunya setelah mempelajari bisnis yang dimaksud), kemudian kita mencicil >( tolong dikesampingkan dulu kalau usaha ini gagal. Bagaimana cara bank >Syariah menghitung keuntungan bagi hasil , padahal usaha ini belum berjalan >? Apakah dengan memperkirakan atau dengan menaruh seseorang untuk sama sama >berusaha ( seperti layaknya kita berpatungan dengan orang ), atau hanya >menerima laporan dari sipeminjam ? RPP : Bank konvensional tidak menetapkan bunga pinjaman berdasarkan bisnis ybs, tapi berdasarkan market driven yang ada yang mengacu pada tingkat suku bunga SBI dan penjaminan, jadi dipukul rata. Sementara pada Bank Syariah, penentuan bagi hasil berpatokan pada pola bagi hasil tahun sebelumnya sebagai parameter, rielnya baru ketahuan kemudian. Perlu juga dicatat bahwa pada bank Syariah tidak ada peminjaman uang tunai, yang ada adalah pembiayaan atau talangan dana atas pengadaan barang/jasa. Memang ada faktor lain, yaitu adanya saling keterbukaan dan kepercayaan dari kedua belah pihak. >DV : >2. kalau usaha ini gagal, Pada Bank syariah sebagian resiko ditanggung Bank >. Pada Bank konvensional semua resiko ditanggung peminjam, (karena semua >kuntungan juga milik sipeminjam , kecuali bunga) , banyak saya baca di koran >ada negosiasi bahkan ada yang di putihkan. RPP : Inilah sebagai akibat dari dipraktekkannya sistim bunga. Negosiasi itulah yang membuka peluang untuk terjadinya "transaksi bawah tangan" dengan deal-deal tertentu akhirnya hutang tsb dihapuskan. Hampir tidak ada pemutihan yang bersih (yg benar-benar putih), ujung-ujungnya kalau tidak ada "transaksi bawah tangan", maka pilihannya adalah pernyataan pailit dan likuidasi harta si peminjam. Mana yang lebih kejam ? >DV : >3. Kalau kita menabung dibank Syariah bagaimana kita memonitor hasil >tabungan kita ?. Apakah hanya ditentukan keuntungan kita sekian misalnya ? >Lalu apakah kta diberi tau keusaha apa Uang kita dijalankan ?. bagaimana >kalau kita tidak setuju ? Apakah keuntungan (bagi hasil) dapat kita >negosiasikan, misalya uang kita dibisniskan ke suatu usaha tertentu yang >kita pahami seluk belukya ? RPP : Jika yang dimaksudkan adalah tabungan, maka bagi hasilnya baru tertera pada akhir tahun buku atau akhir pencatatan pembukuan. Kita tidak akan tahu pasti pada awal pembukaan tabungan akan dapat bagi hasil berapa. Berbeda dengan bank konvensional, pada awal pembukaan rekening, kita sudah bisa mengetahui dengan pasti bahwa pada ahir bulan nanti tabungan kita akan berjumlah pokok + bunga sekian persen. Padahal, sekali lagi, tidak ada kepastian dalam perekonomian. Kalau kita mempercayai bank syariah sbg tempat kita menyimpan uang kita, maka tentunya kita juga sudah mempercayai bahwa dana kita akan disalurkan ke bisnis-bisnis yang sesuai dengan syariah pula (ada Dewan Syariah Nasional - DSN, yang akan mengontrol masalah ini) demikian semoga bermanfaat wassalaam, Ronald _______________________________________________ Berhenti/mengganti konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke: http://groups.or.id/mailman/listinfo/rantau-net _______________________________________________
