Beberapa hari lagi calaon jamaah haji dari Indonesia akan diberangkatkan ke Tanah Suci.

Ibadah Haji sebagai mana ibadah yang lain , bukan lah ibadah yang final , maksudnya ibadah tersebut adalah bagian dari pendidikan Allah SWT kepada kita . Sesudah melaksanakan ibadah tersebut masih banyak hal hal yang perlu ditindak lanjuti , yang berkaitan dengan pelaksanaan ibadah haji atau yang disebut sisi rohani dari ibadah haji tersebut . Paling  tidak itulah yang disampaikan oleh pembimbing kelompok ibadah haji Arofah yang saya ikuti di Denpasar Bali beberapa waktu yang lalu .

Tak sedikit ayat Al Quran yang memuat tuntunan yang berkaitan dengan haji ini , coba simak surat Al Baqarah ayat 196 sampai dengan 201 , semua membicarakan tentang haji .

Kalau kita bertalbiah dengan ucapan �Labbaika Allahumalabbaik� dan seterusnya , ini berarti kita berikrar , hanya panggilan Allah saja yang kita turuti , tidak lagi kita dengar dan perturutkan panggilan setan yang mendayo dan menggoda .

Kalau dalam panggilan tersebut kita nyatakan bahwa segala puji milik Allah , jangan lagi segala pujian itu kita bajak dan rampas seolah olah milik kita .  Dan kalau dalam talbiah itu kita kumandangkan bahwa segala kepemilikan yang ada ditangan kita adalah milik Allah , maka akan timbul kesadaran bahwa apa yang kita punyai didunia ini juga milik Allah , maka insyaallah kita akan menjadi lebih dermawan dan pemurah .

Setelah kita berniat untuk memakai pakaian ihram ,  maka kita menyatakan akan sanggup menjauhi segala larangan   selama berihram yang sebetulnya dihari biasa adalah hal yang dihalalkan . Berganti baju dengan baju ihram , berarti kita melepaskan segala atribut yang melekat dibadan kita . Baju yang membuat kita terkotak kotak dalam status social yang berbeda , bukankah pakaian yang telah membuat kita berbeda , antar etnis , antar profesi , antar golongan dan yang kentara sekali saat ini antar partai politik .

Tanggalkan semua itu dan marilah kita saling mengenal dan mendekat dengan pendekatan kemanuasiaan . Dilarangnya kita memotong rambut dan kuku , melambangkan bahwa pengabdian kita kepada Tuhan harus dengan total dengan menyertakan seluruh anggota tubuh yang ada dibadan kita . Dilarang memakai farfum atau wangi wangian  berarti kita tidak boleh menyembunyikan kepribadian kita dibalik bau tak sedap , padahal dirimu berbau situkah .

Dalam ihram dilarang memindahkan batu , mencabut tanaman , menyakiti hewan , ini bermakna agar kita peduli terhadap lingkungan dan ekosistem kehidupan kita . Lalu kita tawaf berkeliling Ka�bah   sebanyak tujuh kali , sama dengan ikrar kita untuk selalu mengandeng Allah . Bentuk garis yang kita buat berbentuk bulat melambangkan bahwa tiada batas bagi kita untuk terus dan terus bersama Allah . Prosesi selanjutnya adalah Sa�i , yang mengandung pengertian mencari penghidupan . Berangkat dari Shafa yang artinya bersih dan berakhir di Marwah yang artinya pemurah . . Barangkatlah mencari rezeki dengan hati yang bersih , dan apabila rezeki sudah didapat jadilah orang yang pemurah . Berbeda dengan thawaf yang dilakukan  dengan mengelilingi / melingkar , maka dalam sai adalah dalam satu koridor garis lurus , dan harus diatu agar tidak saling bertabrakan antara yang pergi dan pulang , maka ibarat orang mencari rezeki , ada aturan dan koridor atau rambu yang harus dipatuhi  , agar kepentingan kita tidak bertabrakan dengan kepentingan orang lain . Sebagai penutup ibadah haji (umroh) , maka kita melakukan �tahalul� atau mencukur sebagian rambut kita , yang menyimbulkan kebersihan khususnya kebersihan pikiran kita , dan secara resmi menghalakan kembali apa yang selama berihram dilarang .

 

 

Waslam : zul amry piliang di Jimbaran bali     


Do you Yahoo!?
New Yahoo! Photos - easier uploading and sharing
_______________________________________________
Berhenti/mengganti konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke: 
http://groups.or.id/mailman/listinfo/rantau-net
_______________________________________________

Kirim email ke