Assalamu'alaikum wr. wb.

Segala puji hanyalah milik AlLah, Tuhan yang telah
menjadikan kita semua dari setetes
air mani yang hina.  Dan telah diciptakan-Nya jin dan
manusia tidak lain KECUALI hanya
utk beribadah pada-Nya: Robbul Alamin, AlLah Azza wa
Jalla.

Mak Zul, uni Rahima dan sanak di RN kasadonyo.
Sebelumnya saya ucapkan banyak2 terimakasih kepada
sanak semua terutama kepada mak Zul dan uni Rahima
atas kesediaannya membalas postingan saya ini, khusus
untuk uni Rahima saya minta maaf beribu maaf kalau
topik yang berupa pertanyaan ini membuat uni merasa
kurang enak hati.

Beberapa hari yang lalu saya tawarkan topik ini
dimaksudkan sebagai bahan untuk diskusi bagi kita
semua sesama muslim dalam rangka membangun ukhuwah
islamiah dan memperdalam keimanan kita.

Diskusi adalah salah satu cara untuk menimba ilmu
pengetahuan yang sifatnya dinamis, walau tidak
tertutup kemungkinan kita bisa menimba ilmu itu lewat
membaca buku2 atau bahkan mungkin dengan sengaja pergi
belajar ke perguruan2 / pesantren2.     

Diskusi berbeda sifatnya dengan debat kusir yang tak
tahu ujung pangkalnya, diskusi bila diniatkan dengan
sesuatu yang jelas akan menghasilkan suatu hasil yang
luarbiasa, bahkan terkadang tak pernah kita bayangkan
sebelumnya.
Itulah sebabnya anak2 yang sekolah di barat (paling
nggak di amrik sini), sudah dilatih untuk berbicara
dimuka kelas sejak masih pre K, membuat pertanyaan dan
menjawab pertanyaan.
Apakah tujuannnya...? Adalah untuk merangsang otak
sianak disamping lebih mudah menyerap ilmu yang
dibicarakan.

Kembali kepada niat semula yaitu untuk membangun
ukhuwah islamiah dan mempertebal keimanan. Berangkat
dengan keyakinan bahwa dikomunitas RN ini kita
semuanya beragama Islam, maka boleh dong kalau saya
bilang "we are in the same boat", kita semua punya
tujuan yang sama.

Jika seluruh warga RN ini diibaratkan sbg para 
penumpang bus �Islam �, dan Qur'an serta Hadits team
supir dan navigatornya, maka kita akan bertanya kemana
kita akan pergi? Kecuali satu atau dua penumpang yang
memang salah jurusan, semua mungkin akan menjawab dgn
jawaban yg sama: The city of Maghfirah wa RahmatulLah,
kota ampunan dan rahmat AlLah.

Mengingat yang namanya bus umum, kita tentulah tidak
kenal semuanya teman seperjalanan kita, mungkin
disebelah kiri kita duduk gadis cantik jelita yang
punya senyum manis dan bertutur kata memikat hati, dan
dibelakang kita ada anak kecil yang selalu merengek
minta turun dan menarik narik rambut kita dari
belakang, sedang disebelah kanan kita ada nenek nenek
yang tiap saat selalu bertanya siapa nama kita.

Menghadapi situasi seperti ini sudah seharusnyalah
kita pandai2 menanggapinya secara berbeda pula...,
bila nenek disamping kita tiap saat bertanya
"dimanakah kita sekarang.?", maka jawablah kalau kita
tahu nama tempat itu....., kalau anak dibelakang kita
merengek rengek mengganggu tidur kita, ya berilah
mainan atau permen biar dia diam..., kalau gadis
cantik disamping kita tersenyum, balas pulalah dengan
senyuman.....

Kembali kepada tujuan kita yaitu menuju The city of
Maghfirah wa RahmatulLah, but how can we get there
from here? Sure we do have Map Book and Compass (Al
Qur�an & As Sunnah) to guide us in our journey.

Indeed we have the latest model and best there are in
the market. 
Guaranteed.  But how often do we open and check our
map and compass to make sure our daily activity are
compliance with them? And if it is not, are we willing
to make necessary adjustment to correct it?

Inilah salah satu tujuan diskusi dalam Islam sesama
muslim agar kita semua sama2 menimba ilmu dan nantinya
membuka Qur'an dan Hadits sejalan dengan berjalannya
suatu diskusi. Dengan adanya diskusi akan bertambah
ilmu kita dan bertambah tambah juga keimanan kita.

Seperti halnya Firman Allah yang uni sebutkan :
"Janganlah kamu banyak bertanya akan sesuatu hal,yang
apabila kamu bertanya,maka jawaban tersebut akan
menyakiti hati kamu sendiri "

Maka saya sungguh merasa surprise dan sedikit kecewa
dengan uni yang Masya Allah saya anggap orang yang
paling mumpuni dalam ilmu agama Islam, menggunakan
dalil ini untuk membenarkan pendapat uni bahwa kita
jangan bertanya tanya tentang agama Islam.

Saya yakin benar selama ini dengan pengetahuan yang
saya miliki sebelumnya bahwa yang dimaksud Allah
jangan bertanya tanya itu adalah seperti gambaran
dalam Al-Baqarah ayat 81.

Ketika suatu kaum diperintah Allah untuk menyembelih
seekor sapi, tapi karena bertanya tanya terus akhirnya
justru menyulitkan kaum itu sendiri. Dimana tadinya
perintah Allah itu cuma sederhana saja yaitu
menyembelih seekor sapi, seharusnya cukup dikerjakan
saja, ambil seekor sapi dan sembelih, sami'na wa
atho'na, didengarkan dan ditaati.
Tapi karena bertanya tanya terus akhirnya membuat kaum
itu semakin sulit karena kemudian Allah berfirman
dengan menyatakan bahwa sapi itu haruslah tidak cacat,
tidak pernah membajak sawah, tidak dipakai bercocok
tanam dsbnya.

Jadi berdasarkan ayat ini memang benar bahwa agama itu
untuk hal hal yang sudah jelas tidak perlu lagi
ditanya-tanyakan cukup sami'na wa atho'na mastatho'na.
dengarkan, taati, semampunya.
Misalnya seperti perintah solat, zakat, puasa,
perintah prp berkerudung dlsbnya...., maka ini
perintah2 sudah sangat jelas tidak lagi perlu ditanya
tanya
 
Tapi jangan lupa dimana dalam Al-Qur'an banyak sekali
ayat2 yang menggunakan kata afalaata'qiluun (apakah
kamu tidak berfikir). Disini disyaratkan oleh Allah
swt, bahwa ada hal hal yang perlu untuk dipelajari
secara lebih mendalam, difikirkan. Sehingga akhirnya
ayat yang bagi suatu kaum bermakna biasa2 saja,
mungkin bagi kaum lain akan bermakna yang jauh lebih
mendalam.

Seperti halnya masalah riba yang lagi ramai saat ini,
kalaulah hal ini sudah jelas diperintahkan oleh Allah,
seharusnya umat Islam sudah melaksanakannya dari dulu
dulu, tapi nyatanya masih dibutuhkan seorang "MUI"
untuk mengatakan bahwa bunga bank itu adalah haram.

Aspek lain selain mempelajari Islam dengan
membicarakannya dalam holaqoh2 dan pengajian2 lainnya
seperti disurau dan dimana saja adalah : This is a
PRACTICAL religion; 
it has come to order the practical affairs of life. 
Islam is not a �theory� based on �assumption�; rather
it is a �way of life� working with �actuality�.  Thus,
it is first necessary that a Muslim community come
into existence  which believes that �There is no deity
worth to be worshipped except AlLah,� which commits
itself to obey none but AlLah. The Callers to 
Islam should understand that when they invite people
toward the revival of the religion, they should invite
them to accept Islam�s fundamental belief � even
though these people call themselves Muslims or their
birth certificates register them as Muslims.

Jadi uni Rahima ku yang baik......,
Uni sebagai mubalighot dan saya yang cuma sebatas
praktisi muslim mempunyai kepedulian yang sama
sebenarnya terhadap Islam.

Lihatlah Islam sekarang menjadi cemoohan, celaan dan
ditakuti oleh umat manusia secara general, jangan lupa
pula uni dengan istilah "War on Terror", yang dimaksud
disini adalah Islam, walau bagaimanapun mereka
membantah dan menggunakan kata kata yang berbeda,
nyatanya war itu dilakukan terhadap umat Islam.

Sehingga sudah menjadi kewajiban kita untuk menggali
dan meyakinkan diri kita sendiri apakah memang sudah
benar pelaksanaan agama Islam kita itu.....

�Jika memang benar Al Islam adalah �Dien� (way of
life) dari setiap Muslim, lantas dimanakah kaum Muslim
ini berada sekarang? dengan tidak menuding siapa2,
maka marilah kita tengok situasi dan kondisi ummat
Islam di Indonesia (for now, let us forget about our
brothers/sisters elsewhere, karena itu terlalu besar
untuk dipikirkan kepala kita yang kecil ini).  Dengan
situasi dakwah Islam yang Masya AlLah jauh lebih baik
dibanding era Pak Harto dulu, dng halqoh dan kegiatan2
pengajian2 yg marak dimana2.

Tapi fakta yang saya baca adalah Indonesia setidak
tidaknya 4 kali berturut turut sebagai negara no 5
terkorupsi didunia, kemudian menurut kawan yang
kebetulan punya usaha medical supply, salah satu jenis
obat yg laku keras di Jkt adalah obat anti hamil dan
pembelinya termasuk siswa/i SMP.  Yupe, those babies.
Laa hawlaa walaa quwwata illa bilLah.

Masih banyak lagi yang ingin saya sampaikan uniku,
tapi mungkin jadi terlalu panjang dan akhirnya
pesannya menjadi tidak jelas.

Saya cuma meminta kepada uni dan juga para ikhwan
sekalian yang kebetulan dikarunia Allah dengan ilmu
yang berlimpah, ayo share lah pengetahuan anthum semua
di milis ini, membaginya dengan artikel2 dan kisah2
juga tidak salah, tapi saya merasa berbagi ilmu dengan
cara interaksi bertanya dan menjawab terkadang jauh
lebih meresap dibanding membaca artikel2, bukannya
saya tidak setuju dengan artikel2 karena itu juga
salah satu cara untuk berdakwah, cuma pesan saya
janganlah menghentikan / melarang orang untuk
berdiskusi.

Saya rasa cukup sekian dulu uniku....,bila ada kata
kata yang salah itu semua datangnya dari diri saya
pribadi untuk itu saya mohon maaf yang sebesar
besarnya jika ada kata kata yang benar itu semua
datangnya dari Allah swt. Amiin ya rabbal alamin.

wassalamu'alaikum warohmatullohi wabarokaatuh.

Adrisman YT

ps: Uni....we are brother & sister, right ?, please
don't turn me down......hik hik hik....., (hehehe...
just kidding.).

pss: yang belum pakai kerudung jangan tersungging ya
non..., please...don't hate me sister.

=====================================================
Rahima <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Waalaikumsalam.Wr.Wb.
 
Da Zul Amry dan netter sekalian ,jawaban da Zul
terhadap pertanyaan da Adrisman di bawah ini,memang
sudah tepat sekali.Jadi ngak perlu saya komentari
lebih panjang lagi,masalah korban Ismail ini,( tapi
ada yang perlu saya komentari secara umum ),karena
memang itulah jawaban yang paling tepat untuk hal
ini.
...............
Allah sudah berfirman : Janganlah kamu banyak bertanya
akan sesuatu hal,yang apabila kamu bertanya,maka
jawaban tersebut akan menyakiti hati kamu sendiri " (
maaf ini bukan hendak mematikan kekritisan para
penanya,maaf sekali lagi bukan ini maksud saya,tapi
dari beberapa hari ini saya banyak sekali membaca
segala macam pertanyaan dari netter,baik di surau atau
lainnya,seperti pertanyaan : " Mengapa kita harus
shalat,mengapa kita harus begini dan begitu dan segala
macam pertanyaan lainnya."

Sungguh saya membaca pertanyaan hal semacam
ini,rasanya bagaimana yah ( koq hati saya serasa
kurang enak begitu ),..kalau hal semacam ini mengapa
kita shalat,anak saya yang kecil bertanya,maka itu
adalah pertanyaan yang sangat wajar sekali,karena
masih anak kecil,tapi orang semacam kita,yang sudah
berumur dan dewasa diberi Allah akal,sebaiknya kita
memainkan peran akal,Iman,dan Ilmu kita di dalamnya.
......................................



____________________________________________________
Berhenti/mengganti konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke: 
http://groups.or.id/mailman/options/rantau-net
____________________________________________________

Kirim email ke