Assalamualaikum Wr. Wb.

Terima kasih atas tanggapan Sanak Zulharbi

Saya menemukan hadis itu pada sebuah tulisan Dr Nurcholis Majid (Cak Nur) dan menghubungkan dengan fakta bahwa ketika Buya Hamka menjadi Imam Masjid Al-Azhar Kebayoran Baru, Masjid Al Azhar sering dikunjungi turis bule. dan Cak Nur yang bahasa Inggrisnya bagus, sering diminta Buya untuk menjadi guide tamu-tamu bulenya tersebut.

Saya sendiri pernah saya pernah melihat foto Senator Robert Kennedy mengunjungi ruang salat utama masjid tersebut yang terletak di lantai dua di Majalah Gema Islam. Seperti diketahui, Robert Kennedy yang merupakan salah seorang adik kandung mendiang Presiden AS John Kennedy, ketika itu merupakan calon kuat presiden AS namun kemudian terbunuh ditembak oleh seorang Kristen Palestina.

Saya memang tidak mempunyai pengetahuan yang memadai untuk menilai apakah sebuah hadis sahih atau bukan. Namun menurut saya Hadis yang menunjukkan kebesaran agama Islam dan kemulyaan pribadi Nabi tidak dikarang-karang oleh Cak Nur, Dan lebih dari itu, tidak ada niat sedikitpun bagi saya untuk menyesatkan para netters di Palanta ini. Tulisan itu bagian dari ijtihad saya untuk mengajak ummat Islam menghilangkan sikap reaktif dan emosional dalam berhubungan dengan kelompok non-muslim yang bisa menyebabkan kita kehilangan fokus dari apa yang seharusnya menjadi agenda utama ummat: melawan kemiskinan, keterbelakangan dan dekadensi moral, termasuk di kalangan mereka yang hapal Al-Quran dan hadis di luar kepala. Lihat saja departemen apa yang paling terkorup di Indonesia pada waktu menurut temuan BPKP.

Kemiskinan dan keterbelakangan adalah salah satu faktor terpenting banyaknya orang Indonesia yang menjual keyakinannya dan bukan hadis yang menunjukkan kebesaran agama Islam dan kemulyaan pribadi Nabi. Sebab kalau di Eropah dan AS yang masyarakatnya lebih makmur dan terdidik---bagaimanapun orang-orang yang tidak suka kepada Islam melakukan distorsi terhadap Islam---nyatanya penganut Islam terus bertambah.

Namun kalau ternyata hadis itu palsu, kepada Allah SWT jua saya bertobat dan mohon penganpunan.

Tanah haram memang meliputi antara lain meliputi kota Suci Medinah. Namun menurut sejumlah riwayat, ketika Nabi masih hidup ada komunitas Yahudi yang tinggal di kota Nabi tersebut. Hal itu antara lain tercermin dalam Piagam Medinah. Malah dari sebuah riwayat yang pernah saya baca, ketika Nabi wafat tombak beliau tergadai kepada seorang Yahudi.

Sekian dan terima kasih

Wassalam, Darwin Bahar gelar St Bandaro Kayo (60)

Zulharbi S wrote:

Angku Darwin Bahar,



Mohon dijalehkan bana sumber dan riwayat Hadist dibawah ini!

Hadist ini harus ditelusuri sanadnya, dan ini  perlu diluruskan, sebab
Rasulullah SAW tidak pernah menyuruh melakukan kebaktian kepada orang-orang
beragama nasrani di dalam Mesjid beliau (?) apa yang dimaksud dengan mesjid
beliau ini? apa Mesjid Nabawi?

Ketahuilah, bahwa Al-Quran jelas-jelas menerangkan dalam Surah At-Taubah
ayat 28

menyatakan: "Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya orang-orang musyrik
itu najis, oleh karena itu janganlah mereka menghampiri masjidilharam,
sesudah tahun ini..."

Jelaslah "haram" hukumnya (dilarang keras, dalil ini Qat’ie) orang-orang
musyrik(termasuk orang-orang Kristen dan Yahudi) memasuki wilayah "tanah
haram" Makkah dan Madinah (apalagi masuk Mesjid Nabawi dan Masjidil Haram di
Makkah). Ketentuan ini berlaku sampai sekarang dan sampai hari Qiyamat
nanti.

Kalau Angku Darwin sudah naik haji tentu jelas dimana batas-batas tanah
haram ini...

Saya harap keterangan Hadist yang anda kutip dibawah ini jangan sampai
menyesatkan ummat Islam dan para netter kita. Hadist ini jelas-jelas
"marduud" ditolak dan termasuk Hadist mauduu' (palsu) dan dha'if (lemah)
yang kabur sanadnya. Mohon diklarifikasi segera …

Tolong dengan amat sangat anda menjelaskan sumber hadist ini!

Darwin Bahar wrote:

(Dan saya selalu ingat hadis yang meriwayatkan bahwa tatkala orang-orang
Kristen Najran yang menemui Nabi di Masjid beliau di Medinah pamit untuk
melakukan kebaktian, Nabi yang mulia itu mempersilakan mereka untuk
melakukannya di Masjid beliau saja)



Syukron Akhukum fillah,

ZS Mangkuto







____________________________________________________
Berhenti/mengganti konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke: http://groups.or.id/mailman/options/rantau-net
____________________________________________________

Kirim email ke