> -----Original Message----- > From: [EMAIL PROTECTED] > [mailto:[EMAIL PROTECTED] Behalf Of Z Chaniago > Sent: 16 Januari 2004 10:07
.... > Dalam ciloteh sambia makan soto padang di Martabak Kubang Baru...., > sampailah ka topik... kok > gadang bana biayanyo... dan baa kok diadokan di hotel nan > bergengsi bana ?? > "Itulah Z,...kok ndak baitu ndak ado nan ka datang....dan gengsi > itu paralu > bana ... kok indak ndak diliek urang awak-ko...."..dengan santai nyo > Da Z Chaniago dan kawan2 milis RN, Kalau gengsi lai diikuti samo kekuatan ekonomi sih ndak taralu bermasalah. Sayangnya kalo ekonomi ga mendukung, mampus dah tuh kantong, karena gengsi dan topeng lainnya yang akan terus berperan dalam bentuk lainnya. Gengsi dalam bentuk lain kadangkala paralu, tapi sekedar untuk menyesuakan keadaan. bukan karena ego pribadi biar dianggap begini dan begitu, misalnya pergi kondangan atau lebaran dengan pakean bersih (kata lagu enno dulu, tidak harus baru ) kalau dalam bentuk seminar, kadangkala ada kalanya seminar perlu diadakan di di hotel berbintang atau dikantor bupati, atau di mesjid, asalkan disesuaikan dengan iklimnya termasuk kebiasaan mereka yang hadir secara umum: fokus pada topik dan fokus kepada pesertanya. banyak kok mereka maju dengan tidak mengutamakan gengsi terlebih dahulu, dan tidak banyak juga mereka yang pusing karena mempertahankan gengsi. bukan begitu da Z? mungkin ada tanggapan lainnya dari kawan2 lain? Jack Febrian ____________________________________________________ Berhenti/mengganti konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke: http://groups.or.id/mailman/options/rantau-net ____________________________________________________
