mak barijambek , cucu inyiak jambek pernah mangecek ka ambo, bahwa harta paling berharga milik rang minang, ialah harga diri / gengsi , karena itulah masalah gengsi ko, yo indak ado habihnya untuk rang awak.
kembali ke kasus seminar tsb, dan juga berbagai kejadian lain , batua a nan dikecekkan sanak Dino tu, dan awak basamo harus bisa memahaminyo , kalau dek kawan ambo itu disabuik nyo , teori biliar ( bola sodok ), bola no 7 nan ditembak tapi sabananyo , bola no 5 nan dituju ( bola no 5 kena juga , karena pantulan bola no 7 tsb ) . Kalau dalam sastra nyo , ada udang di balik batu , kalau dalam bahasa sosial, memakai "logika terbalik". jadi kasus pada kegiatan seminar tsb, sudah menjadi hal yg umum terjadi, dimana suatu tujuan tersembunyi, dibungkus dg bentuk lain yg lebih umum. Bisa dikata, dalam berbagai aktivitas sehari hari yg terjadi di Indonesia saat ini , banyak terjadi efek bola biliar tsb ; bisa dg bentuk training,gerak jalan pagi ( politik ) , penelitian dll. kalau kita memahami berbagai kegiatan tsb dg pola pikir lurus, akan bingung juga jadinya ; akan banyak pertanyaan timbul, apa pula maksud dari berbagai kegiatan yg terlihat sia sia tsb, padahal sebenarnya ada maksud tertentu dibalik itu semua . jadi kalau ada suatu kejadian,event, atau rencana kegiatan apa pun ( apo lai menjelang pemilu ko ) , cubo lah caliak , maksud dibalik itu semua, pasti selalu ada udang di balik batunya. setidaknya menaikkan gengsi bagi rang awak nan jadi pelaksana nyo. sangat susah kita menemukan , mereka yg benar benar ikhlas saat ini... wassalam HM --- Jack Febrian <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > > -----Original Message----- > > From: [EMAIL PROTECTED] > > [mailto:[EMAIL PROTECTED] Behalf > Of Z Chaniago > > Sent: 16 Januari 2004 10:07 > > .... > > > Dalam ciloteh sambia makan soto padang di Martabak > Kubang Baru...., > > sampailah ka topik... kok > > gadang bana biayanyo... dan baa kok diadokan di > hotel nan > > bergengsi bana ?? > > "Itulah Z,...kok ndak baitu ndak ado nan ka > datang....dan gengsi > > itu paralu > > bana ... kok indak ndak diliek urang > awak-ko...."..dengan santai nyo > > > > Da Z Chaniago dan kawan2 milis RN, > > Kalau gengsi lai diikuti samo kekuatan ekonomi sih > ndak taralu bermasalah. > Sayangnya kalo ekonomi ga mendukung, mampus dah tuh > kantong, karena gengsi > dan topeng lainnya yang akan terus berperan dalam > bentuk lainnya. > > Gengsi dalam bentuk lain kadangkala paralu, tapi > sekedar untuk menyesuakan > keadaan. bukan karena ego pribadi biar dianggap > begini dan begitu, misalnya > pergi kondangan atau lebaran dengan pakean bersih > (kata lagu enno dulu, > tidak harus baru ) > > kalau dalam bentuk seminar, kadangkala ada kalanya > seminar perlu diadakan di > di hotel berbintang atau dikantor bupati, atau di > mesjid, asalkan > disesuaikan dengan iklimnya termasuk kebiasaan > mereka yang hadir secara > umum: fokus pada topik dan fokus kepada pesertanya. > > banyak kok mereka maju dengan tidak mengutamakan > gengsi terlebih dahulu, dan > tidak banyak juga mereka yang pusing karena > mempertahankan gengsi. bukan > begitu da Z? mungkin ada tanggapan lainnya dari > kawan2 lain? > > > > Jack Febrian > > ____________________________________________________ > __________________________________ Do you Yahoo!? Yahoo! Hotjobs: Enter the "Signing Bonus" Sweepstakes http://hotjobs.sweepstakes.yahoo.com/signingbonus ____________________________________________________ Berhenti/mengganti konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke: http://groups.or.id/mailman/options/rantau-net ____________________________________________________
