No Comment :-p



Z Chaniago - Palai Rinuak -http://photos.yahoo.com/bada_masiak/

======================================================================
Alam Takambang Jadi Guru
======================================================================


http://www.kompas.co.id/kompas-cetak/0401/20/daerah/810117.htm



Tuntut "Spin Off" Lewat Rapat Akbar



Padang, Kompas - Di Sumatera Barat ada satu hal yang lebih penting dari pemilihan umum, yakni spin off (pemisahan) PT Semen Padang dari PT Semen Gresik Tbk. Spin off adalah soal harga diri masyarakat Minang yang berjuang membela kepentingan dan menguntungkan negara. Ironisnya, yang dilakukan negara atau pemerintah adalah melukai perasaan masyarakat Minang.


Hal itu dikemukakan Ketua Forum Perjuangan Spin Off H Basril Djabar, Sabtu (17/1), di Padang. "Kami bosan pada janji-janji pemerintah sejak empat tahun lalu. Padahal, hanya satu tuntutan masyarakat Minang, pisahkan PT Semen Padang dari PT Semen Gresik dan jadikan PT Semen Padang BUMN murni. Itu saja. Sayangnya, pemerintah seakan tak peduli, bahkan mencoba-coba mengakali masyarakat Minang yang banyak akal, mana bisa. Upaya pembodohan bisa kami baca, dan itu memperlihatkan kebodohan pemerintah," katanya.

Pemerintah yang dalam hal ini diwakili Menteri Negara BUMN Laksamana Sukardi, menurut Basril Djabar, dari pernyataannya selama ini terlihat sangat kasar, hanya lebih mementingkan uang ketimbang perasaan orang Minang.

"Kalau rakyat dilukai terus, pemerintah tak acuh, akan ada risiko. Pemerintah akan bayar, lihat reaksi rakyat nanti. Padahal, yang diminta rakyat hanya spin off, dan PT Semen Padang menjadi BUMN murni. Tidak ada niat menjadikan PT Semen Padang menjadi BUMD," tutur Basril Djabar menandaskan.

Tidak hanya Basril Djabar yang bicara sedikit keras. Anggota Komisi B DPRD Sumbar, Afrizal, juga demikian. Menurut dia, harapan spin off PT Semen Padang dari PT Semen Gresik akan menjadi optimisme di tahun 2004 apabila presiden dan menteri yang mengurusnya sudah diganti.

"Selama ini perjuangan masyarakat Sumbar tidak ditanggapi. Pemerintahan Megawati melalui Menneg BUMN Laksamana Sukardi malah mencari-cari kelemahan perjuangan masyarakat Sumbar. Satu lagi, belum adanya itikad pemerintah melaksanakan spin off, terbukti tidak adanya usulan dana spin off dalam APBN 2004," kata Afrizal.

Tahun 2003, kata Afrizal yang juga Ketua Dewan Pimpinan Provinsi Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia Sumbar, adalah kekecewaan besar masyarakat Sumbar yang memperjuangkan spin off. Terlalu banyak akal-akalan, alasan audit, pemerintah tidak punya uang, lah. Kalau itu persoalannya, audit sebenarnya selesai Desember 2003 dan kalau pemerintah tak punya uang, Gubernur Sumbar bisa meminjam uang ke negara asing.

Dia mempertanyakan komitmen Presiden Megawati untuk spin off. "Kalau Megawati berkomitmen untuk spin off, itu harus direalisasikan sebelum pemilu sehingga kredibilitasnya sebagai kepala negara bisa diakui. Kalau hanya sekadar omongan, itu hanya kepentingan politik. Komitmen selama ini terkesan slogan belaka," ungkap Afrizal.

Tak jauh berbeda dari Basril Djabar dan Afrizal, anggota DPR dari Fraksi Partai Persatuan Pembangunan, Djamal Doa, mengatakan, persetujuan pemerintah terhadap spin off hanya setengah hati, meskipun ada surat persetujuan yang ditandatangani Menneg BUMN. Buktinya bisa dilihat ketika pemerintah mendukung pergantian direksi dan komisaris Semen Padang.

"Jika pemerintah menyetujui spin off, mestinya keinginan masyarakat Minang yang direalisasikan, bukan mengganti direksi dan komisaris," katanya.

Karena itu, menurut Djamal Doa, masyarakat Sumbar perlu melakukan gerakan massal untuk menuntut spin off PT Semen Padang dari PT Semen Gresik. Sebab, janji pemerintah segera merealisasikan spin off melalui pergantian direksi dan komisaris baru hanya "akal-akalan" Menneg BUMN.

Rapat akbar

Dalam pertemuan tokoh masyarakat Minang di rantau dan di Sumbar, termasuk wakil rakyat di DPRD Sumbar dan berbagai elemen yang diprakarsai Forum Perjuangan Spin Off, 10 Januari lalu, dirumuskan antara lain Forum Perjuangan Spin Off akan mempersatukan semua potensi masyarakat Sumbar dan rantau untuk memperjuangkan spin off PT Semen Padang dari PT Semen Gresik, sesuai dengan tuntutan masyarakat di dalam Maklumat Masyarakat Sumatera Barat tanggal 1 November 2001, yang mandat pelaksanaannya diserahkan kepada Gubernur H Zainal Bakar.

Kemudian, seluruh elemen mendukung sepenuhnya semua langkah-langkah yang telah dan akan diambil oleh Forum Perjuangan Spin Off. Di samping itu juga mendesak pemerintah merealisasikan spin off Semen Padang, Maret 2004, sesuai dengan ekspose Gubernur Sumbar akhir Desember 2003.

"Juga disepakati, tanggal 18 Februari mendatang akan digelar rapat akbar di halaman Gedung DPRD Sumbar. Rapat akbar ini merupakan harga diri (martabat) masyarakat Minang yang harus terselenggara dan harus didukung seluruh elemen masyarakat Minang yang berdomisili di Sumbar maupun di perantauan," kata Basril Djabar, yang juga Pemimpin Umum Harian Singgalang.

Dalam pandangan mantan Ketua Kamar Dagang dan Industri Sumbar ini, spin off harus berjalan, apa pun alasan pemerintah, dan ini mesti ditegaskan dalam rapat akbar 18 Februari mendatang.

Menurut tokoh masyarakat Minang di Riau, H Basrizal Koto, masyarakat Minang di Riau prihatin melihat kondisi PT Semen Padang yang makin memburuk dan terancam dikuasai pihak asing. Juga prihatin dan merasakan perjuangan masyarakat Sumbar menuntut spin off agak tersendat. Padahal, berbagai cara dilakukan sejak empat tahun lalu. Petisi ke presiden tiga kali, Maklumat Masyarakat Sumbar, dan kemudian Deklarasi Jam Gadang

_________________________________________________________________
Learn how to choose, serve, and enjoy wine at Wine @ MSN. http://wine.msn.com/


____________________________________________________
Berhenti/mengganti konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke: http://groups.or.id/mailman/options/rantau-net
____________________________________________________

Kirim email ke