|
Dear Aulia,
Ibarat teori anggau atau kepiting, ada saja yang
mencoba memelorotkan niat baik yang sedang naik. bersabarlah.
saya ndak mengikuti diskusi ini sebelumnya, tapi
sungguh sangat sok tahu, mengukur dalamnya laut dengan cara menyentuh air di
gelas. mana bisa.
anak-anak IMAMI UI juga mengalami hal yang sama.
biasanya serangan ini datang dari orang-orang yang tak melakukan apa-apa. ya,
PCI-lah, Partai Cimeeh Indonesia. sayang sekali energi adik-adik di UGM harus
dikeluarkan mengahadapi cercaan yang sangat menjijikkan ini. sangat tak pantas,
tak sopan, dan tak bermartabat.
soal proposal, saya kira tak bermasalah diedarkan
kemanapun. ke perusahaan apapun. asal sesuai dengan kriteria panitia. saya amat
yakin dengan independensi mahasiswa. alangkah bodohnya, kalau momen mulia ini
ditujukan sekedar untuk mencari uang, sebagaimana pikiran angku-angku yang
belagak arif itu.
sama dengan Aulia, saya juga merasa tersinggung
dengan gurauan yang tak lucu itu. bisa ditanyakan kepada anak-anak IMAMI UI,
pertanggungjawaban kegiatannya, juga independensinya. setahu saya, IMAMI UI dan
FORKOMMI UGM jauh lebih independen dan ekslusif ketimbang organisasi yang lain
yang dulu mendompleng kepada parpol dan pejabat tertentu.
dengan cara melempar persoalan IMAMI UI dan
FORKOMMI UGM ke publik, minimal publik milis ini, terlihat satu prinsip sudah
dipenuhi: Transparansi. dan itu sudah cukup, tentu diiringi dengan laporan
lainnya kalau ada penggunaan dana publik.
Greenpeace, kita tahu, besar karena dukungan
publik, seperak dua perak, bukan berdasarkan dukungan funding
besar.
saran saya, teruskan Aulia. Insya Allah, niat baik
anda akan dicatat nanti. Minimal nama andalah, akah dicatat, sebagai salah satu
penggagas kegiatan ini.
saya sudah membicarakn kegiatan ini dengan sejumlah
teman, Saldi Isra, Andrinof A. Chaniago, dan nanti juga dengan Revrisond Baswir,
Chatib Basri, juga dengan yang lainnya kalau ada kesempatan.
salam,
ijp
----- Original Message -----
Sent: Tuesday, January 20, 2004 2:52
PM
Subject: RE: [EMAIL PROTECTED] sminar,gengsi
& teori biliar
Assalamu alaikum Uda-uda, Uni-uni, Mamak-mamak ka sadonyo...
Sebelumnyo ambo minta maaf, kalau seandainyo ambo sebagai anak ketek
mangecek... Terus terang, ambo pribadi agak tasingguang saketek soal
penulisan-penulisan kalau pelaksanaan seminar itu sebagai ajang
mato pencarian dek panitia-panitianyo.... soalnyo, organisasi yang
ambo pimpin kini FORKOMMI-UGM rencananyo jugo akan maadoan
seminar tentang ranah minang wak ko...
Paralu wak klarifikasi, dalam persiapan seminar Temu Nasional Cendikiawan
Minang Indonesia yang akan kami lakukan, samo sekali indak ado misi buruak
taka yang dikecek-kecekan tu do... Kami, sebagai mahasiswa, yang notabene nyo
generasi mudo minang, ingin sekali memberikan yang terbaik untuak
kemajuan minangkabau awak ko... yaitu dengan berusaho mencari jalan
kalua dari masalah2 yang tajadi di kampuang wak, dengan jalan mengumpuan
sado cendikiawan minang yang ahli di masing-masing bidang nyo...
Trus, soal harga diri yang di sabuik-sabuik itu, kami sebagai manusia dan
apolagi urang minang pastinyo punyo harga diri... Yang jadi
pertanyaan ambo, apakah melempar proposal ke orang-orang yang peduli
ke kampuang halamannyo itu salah??? terus terang kami sebagai
mahasiswa (sampai saat ini), cuma bisa memberikan pemikiran-pemikiran kami
yang mungkin tak seberapa dibanding uda-uda,uni-uni, dan mamak-mamak wak yang
ado di siko.... Tapi, kami juga ingin dihargai kerja keras yang telah kami
lakukan... Sebagai gambaran, kami telah melakukan persiapan seminar iko mulai
bulan agustus 2003, kami rutin maadoan kajian2 berbagai bidang kehidupan...
Sebenarnya, organisasi kami tidak punya kas tetap, kami cuma bermodalkan tekad
dan kemauan yang keras untuk ma agiahkan yang terbaik untuak minang.. Mulai
pembuatan dan perbanyakan proposal, kami mengakali nyo dengan maadokan pulang
basamo lebaran patang ko, Alhamdulillah dari labo pulang basamo kami bisa me
ncetak proposal sebanyak 100 buah, dan sumbangan-sumbangan dari keluarga dan
kawan-kawan yang tertarik... Trus, untuak sosialisasi ke kantor-kantor Ka.
Daerah TK I dan II dan instansi pemerintahan lainnyo lah kami karajokan dengan
dana pribadi panitia... Dan saat ini ada team yang ke jakarta untuak
menjalankan proposal, itu pun samantaro mamakai uang saku pribadi dari
kawan-kawan...
Jadi, ambo sangat sedih sekali kalau seandainyo ado diantaro uda-uda,
uni-uni dan mamak-mamak yang berpikiran taka itu... Soalnya, tidak ada
sedikitpun terbesit di pikiran kami untuak menjadikan acara ko sebagai ajang
mencari nafkah... Malahan kami telah mengorbankan waktu, uang dan kuliah kami
untuk kelangsungan acara ini... (orang tuo2 kami masih mampu manyakolahan dan
membiayai hiduik kami...)
Baik lah, ambo minta maaf kalau seandainya ada kata-kata yang menyinggung
perasaan Uda-uda, uni-uni dan mamak-mamak sekalian... ambo cuma ingin
klarifikasi... Bahwa kami sebagai mahasiswa indak punyo pikiran-pikiran jaek
taka itu... kami ingin maagiahkan yang terbaik dari diri kami ko untuak
kemajuan minang awak...
Mohon maaf dan Wassalam
Aulia Postiera
|