Title: Message

Doulos World Mission Kristenisasi berkedok Islam

05 Sep 03 - 9:58 am

Misi Kristenisasi ini memanfaatkan ayat ayat kitab suci Al Quran. Umat Wajib Waspada

Kristenisasi, istilah tersebut mungkin klise bagi kita. Bahkan banyak sekali tokoh tokoh umat Islam, yang kelihatan enggan menanggapi hal tersebut. Tapi tahukah kita bahwa yang namanya Krsitenisasi itu memang benar benar ada, dan kini telah sampai pada tahap yang (seharusnya) amat sangat mengkhawatirkan eksistensi umat Islam ??

Tahukah kita bahwa Doulos World Mission punya punya program besar meng Kristenkan sekitar 125 suku terasing di Indonesia sampai tahun 2000 dimana suku Sunda jadi sasaran utamanya lewat Proyek Jericho 2000 ?? Untuk melihat Situsnya http://www.doulos.or.id (broken link/wafat)


Sadarkah kita, beberapa pekan lalu telah diselenggarakan kebaktian massal di Istora Senayan, dimana semua orang suku Sunda yang berhasil di Kristenkan hadir dan jumlahnya menurut protokol acara mencapai ribuan orang ??

Sadarkah kita, bahwa ratusan ribu eksemplar, brosur, pamflet, maupun buku yang sarat mengutip ayat Al Quran telah dicetak dan disebarkan lewat sekolah-sekolah Alkitab dan lembaga lembaga sejenis untuk merusak aqidah kaum Muslimin ?

Pahamkah kita bahwa bahwa sekarang ini, orang yang memakai nama "Muhammad", ternyata tidak selalu Muslim ?? Dibekasi ada pendeta Muhammad Solihin,, ada juga pendeta Hagai Ahmad Maulana.

Abu Deedad Shihab - Sekretaris FAKTA ( Forum Antisipasi Kesalah Pahaman Terhadap Aqidah ) mengatakan : "Sekarang ini, ada satu pola Kristenisasi dengan tidak lagi diambil dari Injil itu sendiri. Salah seorang tokoh Kristen yang aktif dalam kegiatan ini pernah berkata bahwa kini Kristenisasi harus ganti pola, pendekatan terhadap umat Islam disini harus pakai pola pola Al Quran dan Hadists itu sendiri sebagai pangkal ajaran Islam.

Itu yang mereka lakukan kini, dengan pertimbangan diatas akhir akhir ini tanpa banyak diketahui orang misi Kristenisasi sangat gencar dilakukan dengan mempergunakan kemasan Islam. KH. Abdullah Wasi'an, pakar Kristologi berusia lanjut ini berkomentar, "Adanya Kristenisasi dengan mengutip ayat Al Quran dan menerjemahkannya secara serampangan bisa dikata ada sejak Hamran Ambrie ( http://www.the-good-way.com/index.htm )

Hamran Ambrie itulah gurunya Strategi Pemurtadan pakai ayat ayat Al Quran. Dialah yang memulai itu.

Hal senada dikatakan oleh evangelis Mulyadi Samuel. Pemuda Muslim kelahiran tahun 1974 yang punya title "Penginjil" ini menuturkan, "Strategi pemurtadan demikian itu ada sejak zamannya Hamran Ambrie. Waktu itu yayasannya bernama Sinar Kasih dimana kegiatannya sama dengan apa yang dikerjakan Christian Centre Nehemia Jakarta pimpinan Pendeta dr. Suradi Ben Abraham Kini.

Drs. Willibrodus Romanus Lasiman - mantan aktivis Ordo Serikat Jesuit yang sekarang telah memeluk Islam menguatkan hal diatas. Mantan biarawati Irena Handono juga sepakat. Bahkan Muhammad Zulkarnain alias Eddy Crain Hendrik anak tunggal seorang pendeta yang dibuang keluarganya lantaran mengucapkan Lailaha illallah, ditahun 1967 dan kini memimpin The Institute of Researches & Studies on the history of world religion terang terangan menyebutkan Nehemia itu sesungguhnya didalangi Yahudi.

Permasalahan seputar penerbitan aneka brosur, buku maupun pamflet yang sarat kutipan ayat Al Quran, namun isinya menyerang Islam memang tidak bisa dipisahkan dari al :

Christian Centre Nehemia yang berlokasi di jalan Prokalmasi no.47 Jakarta Pusat. Disisi lain walau tidak segencar Nehemia, lembaga Kristen lainnya bernama jalan Al Rahmat yang beralamat di jalan Kemang no.9 lantai III Kebayoran baru Jakarta Selatan, juga melakukan hal serupa.

Demikian pula dengan dengan Yayasan Diaspora yang berada dibawah kendali murtadin Yusuf Rony.

Abu Deedad Shihab maupun beberapa mantan pastor yang enggan disebutkan namanya sama sama menuturkan bahwa lembaga lembaga tersebutlah yang sesungguhnya bertanggung jawab terhadap hal hal tersebut diatas.

Awalnya krnologisnya adalah Hamran Ambrie dan Pdt. dr. Suradi dan istrinya mendririkan Christian Centre Nehemia di Jakarta. Ketika Hamran mati, kepemimpinan dilanjutkan Suradi. Ini tertera dalam akte pendirian yayasan tersebut. tutur Abu Deedad. Ia menambahkan, "Kami mendapat data dari sdr. Daniel orang keduanya kala itu, bahwa Suradi ini termasuk kelompok yang sangat akrab dengan kelompok Zionis-Israel. Bahkan copy ada bukti foto foto pendeta Suradi kala berada di Israel. "Saya punya foto aslinya ujar Kristolog muda itu.( Red: dalam foto terlihat Suradi tengah mengapit mesra dua serdadu zionis-israel dengan latar belakang pagar perbatasan negeri zionis tersebut.

Evangelis Mulyadi Samuel yang pernah sangat dipercaya Pendeta Suradi menuturkan, "Suradi pernah secara khusus belajar bahasa Hibrani ke Israel pada sekitar tahun 1980an. Mungkin disebabkan terlalu sering bersinggungan dengan orang Yahudi, yang ada dikepalanya itu bukan saja semangat Kristenisasi tapi sudah bercampur baur dengan semangat Zionis Israel Raya Mulyadi lulusan Pusat Latihan Penginjilan Nehemia Centre angkatan 12 itu menambahkan, "Semua yang yang berbau Arab sangat ditentang Suradi". Dia itu satu satunya oran Kristen yang berani bilang bahwa orang Arab itu tidak layak hidup dihadapan Tuhan. Seking cintanya pada Israel, semua yang diajarkan di Nehemia Centre harus pakai bahasa Hibrani. Misalkan dalam kebaktian, maka lagu lagunya berbahasa Hibrani. Nama Yesuspun dia sebut Yesua, Allah disebut Eloim, dan sebagainya

Namun Nehemia ternyata sangat aktif mengadakan pertemuan demi pertemuan mengkaji ayat ayat Al Qur'an yang notabene berbahasa Arab. "Dalam satu minggu disana ada beberapa kali pengkajian. (bukan pengajian, red). Misal, usai pertemuan hari pertama kita pasti diberi tugas menghapal beberapa ayat AL Qu'ran - yang dianggap Suradi ayat ayat Gacoan, yang bisa dipakai buat menyerang Islam. Dalam pertemuan selanjutnya, kita wajib menghapal ayat ayat tersebut dalam bahasa Arab meupun terjemahannya, secara lancar. Kita dilarang ikut pertemuan kedua sebelum hapal ayat ayat tersebut. Itu dilakukan secara ketat. Bila mereka sulit menghapalkan, mereka dibimbing secara intensif oleh para Murtadin. Jadi ada pelajaran Al Qur'an itu tapi dipakai Suradi untuk menyerang Islam. Saya pernah punya kaset kaset pengkajiannya, tutur Mulyadi.

Strategi Pemurtadan dengan memperalat ayat ayat Al Quran lewat media brosur, buku, maupun pamflet, ternyata memang cukup effective. Banyak umat Islam yang terkecoh dibuatnya. Abu Deedad Shihab punya pengalaman unik, "Pernah ada pengurus Mesjid dari Padang, Sumatera Barat, yang melayangkan ke PO Box Penerbit brosur Dakhwah Ukhuwah berisi permintaan bantuan, karena dianggapnya ini lembaga Islam. Ini bukti bahwa strategi mereka ini benar benar termakan. Saat saya ceramah di Hotel Horison, jamaah disana malah menganggap brosur itu dikeluarkan oleh DDII (Dewan Dakwah Islam Indonesia). Apa Tidak Bahaya Coba ?? Maka saya sering menyampaikan bahwa ini harus secepatnya ditangani.

Terbitan Nehemia tidak sendirian menggarap hal tersebut. Walau tidak berhubungan secara struktural organisasi, Nehemia yang merupakan salah satu lembaga Protestan ini memiliki jaringan kerja yang cukup kuat dengan Yayasan Doulos dan beberapa Yayasan sejenis. Pendeta Suradi adalah salah satu staff pengajar bagi kader kader penginjil di Doulos yang beralamat di Jalan Tugu no.3 Cipayung, Jakarta Timur. Yayasan Doulos ini konon merupakan Yayasan Kristen terbesar diseluruh Asia Tenggara

Pendeta Suradi sendiri saat dikonfirmasi, tidak bersedia diwawancarai sebab tidak mau memperuncing kondisi yang sudah ada, kilahnya. Entah apa maksudnya dengan perkataan "memperuncing kondisi yang sudah ada", Suradi sendiri enggan berkomentar. Yang jelas hak jawab yang sudah diberikan kepadanya tidak dipergunakannya.

 

____________________________________________________
Berhenti/mengganti konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke: 
http://groups.or.id/mailman/options/rantau-net
____________________________________________________

Kirim email ke