Hanya soal waktu saja, yakin deh Indonesia bakal jadi tempat praktek
kloning manusia karena pejabat disini bisa dibeli izinnya sementara di amrik
sana dilarang, dan susah membelinya.

SBN
----- Original Message -----
From: "harman" <[EMAIL PROTECTED]>
To: "Komunitas MINANGKABAU (Urang Awak) Pertama di Internet (sejak 1993)"
<[EMAIL PROTECTED]>
Sent: Monday, February 16, 2004 10:48 AM
Subject: RE: [EMAIL PROTECTED] kasihan deh.....


> ....hmmmm dari artikel tersebut saya tertarik dengan paragraf terakhir.
> Untuk saat ini
> saya bersyukur, Indonesia belum mampu  menjangkau biotekhnologi semacam
itu,
> karena manusia yg mau diklon itu kebanyakan masih yg spt paragraph paling
> akhir
> jadi kalau satu saja sudah cukup merusak citra hukum dinegri apalagi kalau
> di
> gandakan.
>
> -----Original Message-----
> From: ce cille [mailto:[EMAIL PROTECTED]
> Sent: Sunday, February 15, 2004 9:37 PM
> To: Komunitas MINANGKABAU (Urang Awak) Pertama di Internet (sejak 1993)
> Subject: [EMAIL PROTECTED] kasihan deh.....
>
>
> Membaca artikel kompas Sabtu kemaren...jadi teringat deh dengan sanggahan2
> di RN beberapa waktu lalu tentang perkebangan science saat
> ini....aah.....kasihan deh......boleh percaya atau tidak dengan isi
celoteh
> Mr. Simanungkalit ini....
>
> KOMPAS, 14 Feb 2004
>
> KORSEL Berhasil KLONING Embrio Manusia
>
>
>
>
>
>
>  <http://www.kompas.com/kirim_berita/index.cfm?nnum=42402> Kirim Teman |
> <http://www.kompas.com/kirim_berita/index.cfm?nnum=42402> Print Artikel
>
>
> MUDAH sekali menemukan mobil buatan Korea Selatan di sepanjang jalan-jalan
> Jakarta. Kendaraan dinas polisi Indonesia juga buatan negeri itu.
>
> Namun, kaum cerdik pandai di sana tak hanya piawai dalam urusan
permobilan.
> Teknologi garda depan yang bersinggungan dengan keberadaan hidup manusia,
> bidang ilmu yang di negeri maju semacam Amerika Serikat (AS) dan Eropa
Barat
> masuk kategori barang mewah, pun disentuhnya. Harian The New York Times
dan
> The Washington Post terbitan 12 Februari melaporkan, tim ilmuwan Korea
> Selatan (Korsel) berhasil menciptakan dua hal: embrio manusia dengan cara
> kloning dan sel induk embrio.
>
> Embrio-embrio yang sudah terbentuk itu semata-mata berasal dari sel
seorang
> perempuan. Tak satu pun sumbangan dari pihak tuan-tuan. Sang pemula
> kehidupan itu kini bersemi di laboratorium. Siap disemai di rahim!
>
> Tujuan mereka, menurut Dr Woo Suk Hwang dan Dr Shin Yong Moon yang
memimpin
> pekerjaan ilmiah ini, bukan melapangkan jalan di padang belantara bagi
> kloning itu sendiri, tapi mempercanggih pemahaman mengenai asal-usul suatu
> penyakit dan penyembuhannya.
>
> Bisa jadi begitu tujuan semula. Namun, keberhasilan ini jelas membuka
> peluang besar menggandakan kembaran sejati anak manusia dengan kloning.
> Karena alasan itu, karya tim ilmuwan Korsel yang bermarkas di Universitas
> Nasional Seoul dan disiarkan jurnal berwibawa Science terbitan Jumat
kemarin
> ini langsung mencuarkan kembali perbalahan implikasi etis kloning manusia.
>
> "Naif sekali mengatakan prestasi ini bukan langkah yang mendekatkan
> manusia-manusia yang tak bertanggung jawab mengupayakan kloning untuk
tujuan
> reproduksi," kata Dr Gerald Schatten, peneliti kloning binatang Fakultas
> Kedokteran Universitas Pittsburgh yang menentang kloning manusia tapi
gemar
> meneliti sektor ini.
>
> Kertas kerja Hwang dan Moon memuat uraian rinci bagaimana menciptakan
embrio
> manusia dengan kloning. Pakar- pakar di bidang ini, tapi tidak terlibat
> langsung dalam penelitian Hwang dan kawan-kawan, berpendapat, uraian itu
> cukup meyakinkan. "Kini tersedia semacam buku resep dan metodologi di
ruang
> publik," kata Dr Robert Lanza, salah satu direktur perusahaan Advanced
Cell
> Technology di Worcester, Massachusetts, yang pernah mencoba tapi tak
> berhasil.
>
> "Wow, hebat," kata Dr Richard Rawlins, ahli embriologi Universitas Rush di
> Chicago, AS.
>
> Kalangan yang bakal bersorak-sorai menyambut pekerjaan Hwang, Moon, dan
> kawan- kawan ini-paling tidak saat ini-adalah penderita parkinson dan
> diabetes.
>
> Pemulihan kesehatan penderita parkinson dan diabetes bisa melalui
> penggantian sel-sel yang rusak oleh kedua penyakit itu dengan sel-sel
> sejenis. Keberhasilan penggantian bergantung pada sejauh mana sistem
> kekebalan yang bersangkutan menerima sel-sel migran dari luar tubuh. Untuk
> menghindari penolakan, lebih baik mendapatkan sel-sel pengganti dari tubuh
> yang bersangkutan. Masalahnya, bagaimana mendapatkan sel dari tubuh
sendiri
> serupa dengan yang rusak.
>
> Di sini teknologi kedokteran memberi jawaban. Fotokopi saja tubuh tuan dan
> puan supaya mendapat replikasi lengkap seluruh organ tubuh tuan dan puan.
> Pereteli sel-sel yang sudah rusak dari tubuh tuan dan puan, ganti dengan
> sel-sel sejenis dari hasil fotokopian itu.
>
> Sel-sel lain yang tak diperlukan buang atau simpan saja. Nah, membuang
> sebagian dari makhluk yang sudah jadi itu kan membunuh? Menyimpan makhluk
> dengan sel-sel yang tak lengkap kan menyiksa makhluk yang bersangkutan?
> Pertanyaan-pertanyaan seperti inilah yang menggalaukan hati manusia yang
> manusiawi. Itulah implikasi etis teknologi ini!
>
> Teknik membuat fotokopi lengkap fisik dan jiwa (mungkin juga roh) seorang
> manusia dinamakan kloning. Hasilnya adalah klon. Rangkaian proses kloning
> hingga mendapatkan sel-sel induk yang akan dipakai untuk mengganti sel-sel
> rusak itulah yang dihasilkan Hwang, Moon, dan kawan-kawan.
>
> BUKU resep dan metodologi membuat embrio dengan kloning hingga
menghasilkan
> sel-sel induk, seperti yang ditamsilkan Robert Lanza, sudah di depan mata.
> Namun, menurut perkiraan para pakar di bidang teknologi reproduksi
> pascamodern ini, masih tahunan lagi yang harus ditempuh untuk melanjutkan
> riset ini hingga ke proses terapinya.
>
> Presiden Dewan Bioetika AS, Dr Leon R Kass, tak mau tahu dengan taksiran
> waktu para pakar teknologi reproduksi itu. Baginya, inilah momentum
> berbahaya bagi eksistensi hidup manusia yang deret selanjutnya tak dapat
> dibendung.
>
> "Zaman Kloning Manusia sudah tiba. Hari ini kloning untuk riset, besok
> kloning untuk menciptakan bayi manusia," kata Kass dalam surat
> elektroniknya. "Satu-satunya cara mencegah kloning manusia di Amerika
adalah
> meminta Kongres membuat undang-undang yang melarang atau moratorium
kloning
> manusia."
>
> Apa kata Hwang? Pendapat kalangan etikawan melawan kloning dan pembuatan
sel
> induk, bagi Hwang, sangat berlebihan. "Kami sadar pekerjaan ini mengundang
> kontroversi. Tetapi sebagai ilmuwan, kami pikir tugas kami di situ."
>
> Hwang adalah pakar kloning binatang. Moon dokter yang di akhir tahun
1980-an
> mengikuti pelatihan di klinik kesuburan AS termasyhur, Institut Jones
untuk
> Kedokteran Reproduksi, Fakultas Kedokteran Virginia Timur di Norfolk.
>
> Sel telur dalam penelitian tim Korsel diperoleh dari 16 perempuan yang
> menyumbangkan 264 telur untuk riset monumental yang dibiayai pemerintah.
>
> Kertas kerja Hwang dan Moon memaparkan pekerjaan mereka secara rinci,
mulai
> dari bagaimana cara menumbuhkan embrio sampai larutan apa yang terbaik
untuk
> memelihara sang pemula kehidupan itu.
>
> Prestasi akademis Hwang dan Moon dalam ilmu reproduksi pascamodern ini
> menambah daftar panjang upaya Korsel menjadi bangsa beradab yang tertata
dan
> modern. Hampir semua sektor yang berkaitan dengan maslahat khalayak
> dipulihkan. Korupsi diperangi, olimpiade pun sudah digelar.
>
> Indonesia? Jangan berkata Indonesia itu akbar! Ehem. (SALOMO
SIMANUNGKALIT)
>
>
>
>   _____
>
> Do you Yahoo!?
> Yahoo! Finance: Get
> <http://us.rd.yahoo.com/evt=22055/*http://taxes.yahoo.com/filing.html>
your
> refund fast by filing online
>
> ____________________________________________________
> Berhenti/mengganti konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke:
> http://groups.or.id/mailman/options/rantau-net
> ____________________________________________________
>
>

____________________________________________________
Berhenti/mengganti konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke: 
http://groups.or.id/mailman/options/rantau-net
____________________________________________________

Kirim email ke