Nasehat
Nabi Ibrahim : 5 Syarat Bermaksiat
" Hai orang-orang yang beriman, bertaubatlah kepada Allah dengan taubat yang semurni-murninya, mudah-mudahan Tuhan
Kamu akan menutupi kesalahan-kesalahanmu dan memasukkan Kamu ke dalam surga yang di bawahnya mengalir sungai-sungai, pada hari ketika Allah tidak menghinakan Nabi dan orang-orang yang beriman bersama dengan Dia; Sedang cahaya Mereka memancar di hadapan dan di sebelah kanan Mereka, sambil Mereka mengatakan :
" Hai orang-orang yang beriman, bertaubatlah kepada Allah dengan taubat yang semurni-murninya, mudah-mudahan Tuhan
Kamu akan menutupi kesalahan-kesalahanmu dan memasukkan Kamu ke dalam surga yang di bawahnya mengalir sungai-sungai, pada hari ketika Allah tidak menghinakan Nabi dan orang-orang yang beriman bersama dengan Dia; Sedang cahaya Mereka memancar di hadapan dan di sebelah kanan Mereka, sambil Mereka mengatakan :
"Ya Tuhan Kami, sempurnakanlah bagi Kami chaya
Kami
dan ampunilah Kami ;Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu^'.
(QS. AT-TAHRIM : )
dan ampunilah Kami ;Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu^'.
(QS. AT-TAHRIM : )
Suatu hari ada seorang lelaki yang menemui Ibrahim bin Adham.Dia berkata, ''Wahai Aba Ishak! Selama ini aku gemar bermaksiat.Tolong berikan aku nasihat. Setelah mendengar perkataan tersebut
Ibrahim berkata,
''Jika kamu mau menerima lima syarat dan mampu
melaksanakannya,maka boleh saja kamu melakukan maksiat.''
Lelaki itu dengan penasaran bertanya.
''Apa saja syarat-syarat itu, wahai Aba Ishak?''
Ibrahim bin Adham berkata,
''Syarat pertama, jika kamu bermaksiat kepada Allah,
jangan memakan rezekinya.''
Mendengar itu dia mengernyitkan kening seraya berkata,
''Lalu aku mau makan dari mana? Bukankah semua yang
ada di bumi ini rezeki Allah?
''Ya,'' tegas Ibrahim bin Adham.
''Kalau kamu sudah memahaminya, masih pantaskah
memakan rezekinya,sementara kamu selalu berkeinginan melanggar larangan-Nya?''
''Yang kedua,'' kata Ibrahim,
''kalau mau bermaksiat, jangan tinggal di bumi-Nya!
Syarat ini membuat lelaki itu kaget setengah mati. Ibrahim kembali berkata kepadanya,
''Wahai Abdullah, pikirkanlah, apakah kamu layak
memakan rezeki-Nya dan tinggal di bumi-Nya, sementara kamu melanggar segala larangan-Nya?''
''Ya, Anda benar,'' kata lelaki itu. Dia kemudian
menanyakan syarat yang ketiga. Ibrahim menjawab,
''Kalau kamu masih mau bermaksiat, carilah tempat tersembunyi yang tidak dapat terlihat oleh-Nya!'' Lelaki itu kembali
terperanjat dan berkata,
''Wahai Ibrahim, ini nasihat macam apa? Mana mungkin Allah tidak melihat kita?''
'Nah, kalau memang yakin demikian, apakah kamu
masih berkeinginan berlaku maksiat?'' kata Ibrahim. Lelaki itu mengangguk dan meminta syarat yang keempat.
Ibrahim melanjutkan,
''Kalau malaikat maut datang hendak mencabut rohmu,
katakanlah kepadanya,'Mundurkan kematianku dulu. Aku masih mau bertobat dan melakukan amal saleh'.''
Kembali lelaki itu menggelengkan kepala dan segera tersadar,
''Wahai Ibrahim, mana mungkin malaikat maut akan
memenuhi permohonanku?''
''Wahai Abdullah, kalau kamu sudah meyakini bahwa kamu tidak bisa menunda dan mengundurkan datangnya kematianmu, lalu bagaimana engkau bisa lari dari murka Allah?''
''Baiklah, apa syarat yang kelima?'' Ibrahim pun menjawab,
''Wahai Abdullah kalau malaikat Zabaniyah datang hendak menggiringmu ke api neraka di hari kiamat nanti, jangan engkau
mau ikut bersamanya.''
Perkataan tersebut membuat lelaki itu tersadar. Dia
berkata,
''Wahai Aba Ishak, sudah pasti malaikat itu tidak
membiarkan aku menolak kehendaknya.''
Dia tidak tahan lagi mendengar perkataan Ibrahim.
Air matanya bercucuran.
''Mulai saat ini akut bertobat kepada Allah,''
katanya sambil terisak.
Oleh: Gaman Mustaqim
____________________________________________________ Berhenti/mengganti konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke: http://groups.or.id/mailman/options/rantau-net ____________________________________________________
