Mandaki  Puncak Jabal Nur

 

Makkah 7 Februari 2004 ( 16 Zulhijjah 1422 )

 

 

Jabal Nur ( Bukit Cahaya ) terletak tidak jauh dari Makkah , saya dan beberapa teman ingin mendaki puncak bukit tersebut dan saya berangkat dari Maktab naik minibus dengan ongkos SR 5 perorang . Jabal Nur adalah dimana Nabi Muhammad sering menyendiri ( tahannuts ) dari kegalauan kota Makkah kala itu . Di Bukit inilah terdapat Gua Hiraq yang merupakan tempat pertama kali wahyu dari Allah SWT yang disampaikan oleh Malaikat Jibril kepada Nabi Muhammad  yang kita kenal dengan surat Iqra pada malam 17 Ramadhan , dan sekaligus merupakan penobatan beliau sebagai Rasul pada usia 40 tahun , 6 bulan .

 

�Iqra bismirabbikal lazhi khalaq , khalaqal insana min alaq  , ikraq warabbukal akram allazi allama bil kalam , allamal insana malam yaklam �

 

artinya : Bacalah dengan nama Tuhannmu yang menciptakan , dia menciptakan manusia dari segumpal darah  , bacalah dan Tuhanmu yang maha pemurah  , yang mengajar manusia dengan pena , dan mengajarkan manusia tentang apa apa yang belum diketahuinya  .

 

Kelihatan  dari jauh Jabal Nur tidak begitu tinggi , namun diperlukan waktu lebih kurang 1.5 jam untuk mencapai puncak lewat jalan bebatuan . Dan pada 1/3 bagian puncak , sudah ada trap semen sebagai tangga dan yang dikerjakan secara swadaya dan dimintakan sumbangan kepada setiap pengunjung . Kebudayaan vandalisme atau mencoret coret batu telah merasuk pula kesini . Ada saja yang ditulis orang , seperti menulis nama bahwa ia telah pernah kesini , mungkin itu suatu kebanggaan kali . Saya berhasil mencapai puncak Jabal Nur setelah sebelumnya berhenti istirahat beli minuman diwarung sebelum mencapai puncak . Harga minuman disini dua kali lipat dibandingkan di Makkah , mungkin telah  diperhitugkan ongkos angkut keatas . Harga Aqua SR 2 , teh dan kopi susu SR 2 , juice mangga dan orange SR 3,

Dipuncak Jabal Nur juga ada seekor onta untuk digunakan buat foto , dan beberapa ekor monyet , tak tahu bagaimana caranya bawa onta kepuncak ini . Untuk mancapai Gua Hiraq , harus turun lagi lebih kurang 25 meter , tapi karena antriannya banyak juga dan rebutan lagi , saya malas turun sampai kemulut goa . Dari puncak Jabar Nur jelas sekali kelihatan kota Makkah dikejahuan dan menara Masjidil Haram juga kelihatan dari sini .

Lebih kurang satu jam saya berada dipuncak ini , angin bertiup dengan kencang dan udara terasa dingin walau matahari besinar terang . Saya mulai turun melalui jalan naik tadi dan saya perkirakan jalan turun tentu lebih enak dari pada naik , namun nauzubillah sulitnya bukan main . Karena dengkul saya yang sudah kopong ini harus merayap pelan dan harus sanggup menopang berat badan saya yang 87 kg . Setelah hampir dua jam berkutat dan berpegangan disela sela batu saya sampai dengan selamat dibawah alhamdulillah bisukrillah . Setelah semua teman teman kumpul semua , saya kembali kemaktab dengan microbus . Didalam perjalan pulang saya membayangkan betapa berat perjuangan Rasulullah di zaman kerasulan beliau , karena untuk mencapai puncak Jabal Nur ini tentunya perlu ketahanan phisik yang prima dan perbekalan yang cukup untuk bertafakkur ( bertahannuts ) disana .

 

 

Wassalam : zul amry piliang

 

 

.   


Do you Yahoo!?
Yahoo! Search - Find what you�re looking for faster.
____________________________________________________
Berhenti/mengganti konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke: 
http://groups.or.id/mailman/options/rantau-net
____________________________________________________

Kirim email ke