Melaksanakan Umroh Pertama

 

Makkah , 20 Januari 2004 ( 28 Zukaidah 1422 H )

 

Setelah istirahat beberapa saat di Maktab Al Shaleh Palace di Ajiyad , jam 11.00 waktu Makkah  rombongan saya berangkat menuju Masjidil Haram untuk melaksanakan ibadah umroh ( thowaf , sai dan tahalul ) pertama . Karena hampir bertepatan dengan sholat zuhur maka rombongan , sholat dulu didepan �Babussalam� . Selepas sholat baru melaksanakan thowaf umroh dibimbing oleh Bpk  pembimbing . Saya masuk dari pintu �Assalam� , yang menurut riwayat bahwa Nabi Muhammad selalu memasuki Masjidil Haram dari pintu Assalam atau Babussalam ini . Setelah Ka�bah kelihatan  dari pojok Rukun Yamani , kami semua berdoa sesuai tuntunan dibuku manasik dan berniat untuk thowaf . Saat itu yang melakukan thowaf ramai sekali , dan pembimbing rombongan menggunakan bendera symbol Arofa h sebagi identitas . Thowaf dimulai persis digaris coklat pada pojok Hajar Aswad , kira kira 10 meter dari Kab�ah . Satu putaran pertama saya masih bersatu dengan rombongan namun setelah putaran lima rombongan sudah bercerai berai , hanya ketua rombongan saja yang masih pegang bendera , putaran keenam saya teruskan , namun diakhir putaran ke 6 saya ragu ,  saya telah menyelesaikan  putaran keberapa ? maka untuk menghilangkan keraguan saya thowaf lagi satu putaran untuk mencukupi . Sesudah thowaf , saya melanjutkan prosesi selanjutnya secara mandiri , saya menuju Makam Ibrahim  dan sholat sunnat dan berdoa disana , karena untuk sholat sunnat di  Hijir Ismail tidak memungkinkan karena berjubelnya orang yang sedang thowaf . Saya mendoakan semua orang yang dekat dengan saya , orang tua , keluarga , kerabat dan semu a kaum muslimin , termasuk juga titipan doa dari beberapa sahabat saya di rantaunet ini , agar dientengkan jodoh dan dimurahkan rezeki dan diberi kesehatan . Saya sungguh terharu saat itu , tanpa terasa air mata saya mengucur  membasahi pipi  . Saya terharu karena sosok Kabah yang selama ini menjadi arah atau kiblat disaat kita mengerjakan sholat , sekarang berada tak lebih 15 meter dihadapan saya Baru kali ini saya bisa menangis dengan sebenarnya . Padahal saya adalah type orang yang paling susah menangis dalam hidup ini kalau saya tak salah  ingat baru dua kali saya menangis , pertama disaat Pak Uwo ( Kakak Bapak saya ) meninggal dunia th 1964 , beliau inilah yang merawat saya sewaktu tinggal di Solok dulu , saya sampai menagis maluluang luluang . Dan yang kedua disaat anak saya nomer empat mengalami serangan jantung di Denpasar dan mesti dirawat di Rumah sakit Graha Asih Denpasar selama 2 minggu  th 2003 , selain itu tak pernah tuh . Selesai berdoa saya berjalan kearah  pengambilan air Zamzam ( * ) saya bertemu lagi dengan salah seorang jamaah Arofah dan kami akhirnya menuju bukit shofa untuk melaksanakan Sai , Dengan berdoa lebih dulu di bukit Shofa menghadap Ka�bah , dan Sai pun dimulai . Saya mulai berjalan menuju bukit Marwa dan pada tanda hijau berlari lari kecil sesuai petunjuk manasik , Sesampainya dibukit Marwa dan naik sedikit namun tidak sampai menyentuh batu hitam yang yang ada di bukit Marwa , saya kembali  lagi ke bukit Shofa untuk putaran ke 2 dan disini baru ketemu lagi dengan ketua rombongan yang baru akan memulai Sai . Saya bergabung dengan mereka sambil menirukan doa yang diucapkan oleh pembimbing antara lain

 

�Innas shofa walmarwatha  min sya�airillah  faman hajjal baita awi�tamara falajunaha alaihi ay yattawwafa bihima waman tatatwwa�a khairan fainnallaha syakirun alim

 

 artinya :

 

 Sesungguhnya antara Shofa dan Marwa terdapat sebagian dari syiar kebesaran Allah , maka barang siapa beribadah haji ke Baitullah atau berumrah , maka tidak ada dosa baginya berkeliling ( mengerjakan Sai ) antara keduanya . dan barangsiapa mengerjakan  sesuatu kebajikan dengan kerelaan hati , maka sesungguhnya Allah Maha menerima Kebaikan lagi Maha Mengetahui .

 

Sesampai di Bukit Marwa bapak pembimbing memberi tahu kalau harus menyentuh batu hitam , dan saya membatin ( berkata dalam hati ) bahwa apa yang telah saya lakukan satu kali sebelumnya kurang afdhol dong , karena tidak sampai menyentuh batu tersebut , maka untuk menghilangkan keraguan tersebut saya menambahkan lagi 2 X Sai antara Shofa dan Marwa . Selesai Sai dilanjutkan dengan Tahalul , yakni memotong rambut minimal tiga helai di bukit Marwa , dan selesailah  sudah pelaksanaan ibadah umroh hari ini dan dengan telah tahalul tersebut saya bisa mengganti pakainan ihrom dengan pakaian biasa  sampai waktu pelaksanaan haji .

 

 

Wassalam : zul amry piliang

 

( * ) tempat pengambilan air zamzam yang mesti turun kebawah seperti tahun tahun lalu sudah tak ada lagi dan telah ditutup , sebagi ganti disediakan kran � kran dipinggir pelataran Ka�bah .


Do you Yahoo!?
Yahoo! Search - Find what you�re looking for faster.
____________________________________________________
Berhenti/mengganti konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke: 
http://groups.or.id/mailman/options/rantau-net
____________________________________________________

Kirim email ke