Assalamualaikum ww
 
Mungkin go eh .., mereka2 yang tidak setuju dengan kewajiban pemakaian jilbab itu, adalah mereka2 yang masih senang memandangi lekuk dan s'eb'eng tubuh perempuan (incek mato kan condong ka nan rancak tapi maksiat), masih senang melihat batih & paho nan semok, masih suko mancaliak tonjolan buah dado nan aduhai, masih hobi mancaliak lihia dan kuduak putiah, ..... nah kalau udah begini tentu dia juga ikhlas bila anggota keluarganya yang perempuan seperti istri2nya, anak2 perempuannya, adik2 dan dunsanak2nya, amai2 dan etek2nya dilirik dengan mata birahi, di-curi2 pandang dengan penuh maksiat dan dipelototi dengan nepsong atawa syahwat oleh orang lain
 
Antahlaaah ...... kok itu yang membuat dia bahagia, ka baa lo kecek awak, tapi tunggulah saatnya "Islam Fundamentalis" berkuasa ......
 
Islam Fundamentalis?
 
Yeeess ..... Mereka2 yang berpegang teguh dengan Syariat Islam al Qur'an dan Hadist Rasulullah itulah yang kita maksudkan sebagai Islam Fundamentalis, jelas beda dengan kita2 yang kebanyakan ini, Islam-nya Islam abangan, Islam ktp kan gitu, lha kongkritnya Islam Fundamentalis itu kan adalah orang2 taqwa kepada Allah, taqwa yang sebenar2 taqwa, kan ba itu ....
 
Kok dibaok-kan ka parpol Islam mereka adolah parpol Islam yang komit dengan apa yang dia tulis, komit dengan yang dia teriakan ke-mana2, kalau ditulis dalam AD&ART bahwa parpolnya berazas Islam atau sebagai partai dakwah itu berarti bahwa semakin jauh dia masuk kedalam kegiatan partainya semakin takut dia kepada Allah, semakin takut dia melakukan korupsi, semakin ngeri dia ber KKN ria kan gitu andaknyo
 
Ko indak ngaku sih parpol Islam tapi, ...  lha, kok tega2nya minta duit puluhan bahkan ratusan juta kepada caleg2nya, kok masih mau menerima amplop KKN dari gubernur, bupati & walkot bila LPJ nya nggak sesuai dengan kenyataan dilapangan, kok di-ojokan kepeang KKN "Alhamdulillah" kecek'e ... kepeang ditarimo masuak saku, .... gimana pengkaderan yang dilaksanakan, kan perlu dipertanyakan, apa kepada para kader apalagi caleg2nya nggak dibilang bahwa itu nggak sesuai dengan syar'i, itu kerjaan haram?
 
Mbok yaa sekali2 bilang "Astaghfirullah" gituu .... dan uang KKN ditolak mentah2, nah itu baru Islam Fundamentalis, itu baru bisa disebut Islam Puritan, itu baru Wahabi, kan gituuuuu .... antah kok indak?  
 
Baliak ka sual jilbab, kan nampak bahwa urang2 gadang dinagari awak, antah itu berpredikat cendekiawan Muslim, antah itu berstatus Amirul Mukminin, antah itu ketua Parpol Islam, antah itu Menteri Agama, antah itu pejabat yang ngaku Islam bahkan presiden dan menteri sekalipun, nan tampak dek kito kok nan anggota keluarga-nyo tu mah pada pamer paho jo batih gapuak putiah, banyak lo nan ba-baju kerah randah tasingkok otot payudara dan kuduak putiah, eeeheh ... jangankan mau makai jilbab, tampil didepan publik seolah tidak merasa risih, tidak mencerminkan bahwa mereka istri dan anak2 dari keluarga seorang pemimpin Islam yang seharusnya jadi role model
 
Nah .... kalau udah begini kan jelas bahwa mereka itu bukan "Islam Fundamentalis" mereka adalah orang2 yang belum pandai bagaimana menghargai ajaran agama-nya sendiri, .... itulah tipikal umat Islam yang katanya berpenduduk 90% Islam itu 
 
abp

Adrisman <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Wassalamu'alaikum wr.wb.
 
Beriman kepada Alqur'an itu sudahlah pasti, apa yang tertulis disana harus kita imani dengan tidak ragu sedikitpun...., namun wahyu Allah ini bukanlah selalu mudah untuk dimengerti dan dilaksanakan, begitu sering kita baca, namun pengertian kita satu sama lain mungkin berbeda, bila sudah mengertipun belum tetntu kita mampu melaksanakannya. Sedang tulisan manusia biasa saja kita mesti memutar otak dulu mencari tahu apa yang terkandung didalamnya.
 
Melihat alqur'an saja tanpa diikuti hadits akan menjadi timpang., karena banyak makna2 dalam alqur'an membutuhkan penafsiran. Penafsiran yang tak mungkin salahnya adalah tafsir yang diberikan oleh rasulullah yang bisa ditemukan dalam hadits2 shohih.
Memang benar jilbab adalah wajib untuk wanita2 yang beriman...., namun keimanan seseorang itu sendiri berbeda beda satu sama lainnya.
Seseorang yang sudah memiliki iman yang kuat akan melaksanakan perintah2 dari Allah tersebut tanpa ragu sedikitpun, namun tak juga bisa disalahkan kalau ada sebagian orang belum bisa melaksanakan perintah yang satu namun tetap bisa melaksanakan perintah yang lain..
Kadar keimanan itu sendiri seperti gelombang sinusoida, ada naik ada turunnya...., jika sedang naik perbanyaklah amal2an dan jika sedang turun perbanyaklah mendengar nasihat2.
 
wassalam
Adrisman 
 
-----Original Message-----
From: [EMAIL PROTECTED] [mailto:[EMAIL PROTECTED]On Behalf Of basrihasan
Sent: Thursday, March 04, 2004 7:02 PM

Assalamu'alaikum wr. wb.
 
Ikut dikit,
Beriman pada Al-Quran kenapa harus diartikan menelan mentah-mentah semua yang tertulis, melupakan context waktu dan sejarah dalam menafsirkan Al-Quran, bisa jadi merupakan pengingkaran atas Islam itu sendiri. Silahkan dilihat dalam Al-Quran, semua facet ada,
artinya ada yang extrim lunak dan extrim keras, maka perlu wisdom dalam menafsirkannya, otherwise yang dihasilkan hanya wahabi atau al-qaidah.
Salam
 
SBN


Do you Yahoo!?
Yahoo! Search - Find what you�re looking for faster.
____________________________________________________
Berhenti/mengganti konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke: 
http://groups.or.id/mailman/options/rantau-net
____________________________________________________

Kirim email ke