Assalaamu'alaykum wa Rahmatullaahi wa Barakatuhu

Maaf Uda Heri, ambo baru bisa membalas mail Uda sekarang. Berikut tanggapan
ambo.

Semoga Allaah SWT memberikan hidayah-Nya kepada kita semua.
Wassalaamu'alaykum wa Rahmatullahi wa Barakatuhu
Muhammad Arfian
[EMAIL PROTECTED]
[EMAIL PROTECTED]
090-6149-4886
"Isy Kariman Aw Mut Syahidan"

>Bukannyo ambo mambela Prancis, tapi peraturan suatu negara adolah hak suatu
negara untuk menerapkannyo... dengan berbagai pertimbangan... Untuk itu,
alah >dibantuak komisi khusus nan mampelajari masalah ko sampai malibatkan
unsur petinggi islam di Perancis, pelajar , guru dan segala lapisan
masyarakat. Jadi >keputusan ko adolah keputusan basamo... nan untuk maso
kini nan cocok diterapkan di Prancis... bukan hanyo untuk umat islam sae
doh, seluruh agamo harus >tunduk dalam peraturan ko. karano perancis
manganut paham egaliter... bukan kebebasan asal bebas tanpa aturan. Semua
murid, baik islam, kristen, hindu , >yahudi dsb tidak dibenarkan membawa
atribut keagamaan yang mencolok ke sekolah..

Kalau memang keputusan melarang Jilbab di Perancis adalah keputusan basamo,
manga kok sampai ado gejolak dalam penetapan peraturan itu, terutama di
Perancis sendiri? Lagi pulo, disabuikkan pulo adanyo 'petinggi-petinggi
Islam', ini petinggi-petinggi yang mana? Apa sekedar orang-orang yang
ngaku-ngaku sebagai wakil orang Islam?

Dan juga peraturan itu bukanlah peraturan yang adil, hanya untuk orang-orang
yang beragama. Kenapa kepada orang-orang yang tidak beragama tidak diberikan
pulo peraturan yang sama agar jangan membawa simbol-simbol agama
materialisme mereka (baju terbuka, celana pendek membuka aurat) ke sekolah?
Pemerintah Perancis sudah jatuh ke dalam hal yang irrasional dalam penerapan
peraturannya. Dan juga melanggar HAM, walaupun mereka sebagai negara di
Eropa sering berteriak mengenai perlunya HAM di negara-negara berkembang.

>Salah tanggap sanak, walaupun ambo ndak sa alim sanak dalam menerapkan
agamo, tapi ambo paliang anti jo radikalisasi suatu agamo, baik itu islam,
kristen, >yahudi dsb... ambo ndak ka minta sanak untuk manarik pernyataan ko
doh, hal iko ndak paralu ambo polemikan di siko...

Ambo akan tarik pernyataan tersebut kalau memang salah, sebelumnya ambo
ingin tanyakan apo radikalisasi suatu agamo kepada Uda Heri, apo itu
maksudnyo? Apakah orang yang membela orang yang ingin menjalankan ajaran
agamonyo itu nan disabuik orang-orang radikal? Sebagai orang Islam nan
agamonyo sangat lengkap dan luas ajarannya, mengatur dari bangun tidur
sampai akan tidur lagi, apa salahnya berusaha menjalankan agamonyo
sebaik-baiknya dalam kehidupan sehari-hari? Apakah dalam pandangan Uda Heri
agamo itu hanya ritual belaka seperti shalat, puasa, zakat dan haji saja?
Mohon definisi kata-kata radikalisasi agama itu dijalehkan.

>>Bagi kaum muslimah yang memiliki kesadaran untuk menjalankan syariat Islam
>>mulai dari dirinya, pemakaian jilbab adalah hak asasi yang tidak bisa
>>ditawar-tawar.
>Boleh boleh saja, saya tidak mengkritik hal itu, tapi Indonesia bukan milik
orang Islam dan bukan negara Islam, belum ada  undang-undangnya, kecuali
kalo pemilu >depan, anda mencalonkan diri jadi presiden dan mengubah
konstitusi menjadikan RI negara islam, itu hak anda sebagai pucuk pimpinan
negara... berdasarkan >referandum dengan rakyat. Jadi kita hidup ini bukan
sendirian, jadi "lamak di awak , katuju di urang" baatu sanak?

Apa yang dilanggar dari hak asasi orang lain kalau seseorang menggunakan
jilbab? Penerapan seperti itu tidak perlu menunggu ambo jadi presiden atau
Indonesia jadi negara Islam. Sudah jelas hak menjalankan agama dijamin oleh
Konvensi Hak-hak Asasi Manusia yang juga diratifikasi oleh Perancis, kenapa
sekarang mereka sendiri yang melanggar?

>Anda mungkin saja benar, tapi yang dialami oleh Perancis adalah adanya
penolakan siswa muslimah yang berjilbab untuk melaksanakan kurikulum yang
telah >ditetapkan oleh dept. pendidikan ... dan tentunya prancis punya
pertimbangan sendiri untuk tidak memberikan pelayanan ekstra pada siswa
muslimah yang >menolak kurikulum pendidikan... Pernahkah anda melihat hal
ini di Ina?

Kurikulum pendidikan seperti apa yang ditolak siswa muslimah tersebut? Dan
kenapa tidak boleh menolak? Dulu jaman Orde Baru pada waktu siswa-siswa
muslimah ditekan untuk tidak menggunakan jilbab, kaum muslimin melawan
tindakan seperti itu di Indonesia, dan sekarang Alhamdulillaah sudah banyak
siswa-siswa muslimah yang menggunakan jilbab dengan baik dan benar.

>Apakah anda akan senang melihat agama lain berbuat hal yang sama? Bayangkan
, kalau rekan kerja anda yang nasrani, bawa kaluang salib yesus yang
mencolok >dan sengaja dipasang mencolok... apa reaksi anda? Kaum hindu bali
berpakaian seperti di pura, karena mereka hindu, dll ... Apa ini tempat
kerja atau pasar? Apa >ini sekolah atau apa?... Jadi agar semua punya
tempat, dan tidak saling risih, unsur keagamaan dipakai di tempatnya...

Apa salahnya kalau memang hal-hal tersebut merupakan identitas mereka?
Silahkan saja kalau mereka memang merasa pas dengan itu. Toh nggak ada yang
merasa terganggu dengan hal itu. Jilbab memang unsur keagamaan, tetapi juga
sudah menyatu menjadi budaya orang Islam, seperti juga orang Sikh dan Yahudi
dengan topi-topinya. Kalau orang Perancis tidak memperboleh penampakan unsur
keagamaan dan budaya, mau nggak mereka untuk tidak menampakkan unsur
keagamaan materialisme-nya seperti mini skirt dan baju-baju setengah
telanjangnya yang dipamerkan lewat fashion shows dan di tempat-tempat
lainnya?

>Mungkin anda benar, tapi kok ada yang demo anti AS karena AS nyerang Irak?
Apa alasannya? Pembelaan pada islam? Silahkan jawab sendiri...

Yang diserang Amerika kan orang-orang Islam juga? Kalau orang-orang agama
lain tidak ikut demo walaupun ada saudara-saudara seimannya yang dizhalimi,
itu urusan mereka. Yang jelas orang Islam diajarkan untuk membela saudaranya
baik dalam keadaan menzhalimi maupun dizhalimi. Membela dalam keadaan
menzhalimi diartikan menasehati mereka yang berbuat zhalim agar menghentikan
kezhalimannya, sedang yang membela yang dizhalimi saya kira sudah jelas.

>Lihatlah skala kepentingannya...hasilnya apa? Perlukah kita ngurusin orang
yang jaraknya ribuan kilometer dengan kadar kepentingan minim , selain
kepentingan >agama...saya tidak menolak adanya demo, tapi tempatkanlah pada
posisi yang benar... Lebih baik demo untuk urusan kepentingan saudara kita
yang tertindas di >negara sendiri, di kampuang sendiri...

Skala kepentingannya tidak ada? Kalau yang di Perancis dibiarkan bukan tidak
mungkin hal-hal seperti itu menjalar ke tempat-tempat lain. Orang akan
berpikir, kalau di negara yang demokratis seperti Perancis saja sudah
berbuat seperti itu, kenapa kita nggak juga menerapkan peraturan yang sama?
Apalagi di negara-negara yang tidak demokratis, akan menjadi pemicu
pelaksanaan peraturan yang lebih bebal lagi. Untuk saudara yang tertindas di
negeri sendiri bukan hanya demo yang perlu dilakukan tetapi juga dengan
tindakan, minimal memilih orang dan partai yang mau peduli pada rakyat yang
tertindas pada Pemilu. Uda Heri sendiri sudah daftar ikut pemilu nggak di
sana?

>Sebagai penutup komentar kali ko, ambo ingin batanyo ka sanak, cubo tunjuak
ka ambo, kalimat / kato kato ambo  nan mancemoohkan orang islam... Kok iyo
>batua ambo mencemoohkan islam, ambo minta maaf ka palanta ko, tapi kalo
hanyo itu perasaan sanak Arfian sajo dalam manangkok apo nan ambo mukasuik ,
>itu bukan urusan ambo...

Bagi ambo, ucapan dan tulisan yang tidak menunjukkan kepedulian pada
usaha-usaha kaum muslimin untuk menegakkan agamanya, membela saudaranya
adalah cemoohan terhadap orang Islam. Tulisan yang mempermasalahkan demo
kaum muslimah yang ingin membela hak-hak asasi saudaranya di Perancis,
pertanyaan mengenai kenapa Islam melarang Valentine Day tetapi tidak
melarang cinta dengan kata-kata seperti radikal, fanatik dsb-nya adalah
ungkapan-ungkapan pencemoohan terhadap orang Islam. Tetapi kalau itu keluar
hanya dari ketidaktahuan kita terhadap Islam, ambo ingin mengajak agar kita
semua belajar lebih baik lagi mengenai Islam, sehingga bisa memberi
pemihakan kepada saudara-saudara seiman sendiri lebih baik lagi. Kalau
tulisan-tulisan tersebut memang dirasa tidak ditulis untuk mencemooh orang
Islam dan memang untuk mendapatkan ilmu yang lebih baik tentang Islam, ambo
mohon maaf.


____________________________________________________
Berhenti/mengganti konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke: 
http://groups.or.id/mailman/options/rantau-net
____________________________________________________

Kirim email ke