|
-----Original Message-----
From: Bambang H [mailto:[EMAIL PROTECTED] Sent: Tuesday, March 16, 2004 9:56 PM Subject: Hidayat Nur Wahid : Jangan Mau Jadi Antek Soeharto Hidayat Nur Wahid : Jangan Mau Jadi Antek
Soeharto
Selasa, 13 Muharram 1424 | 16 Maret 2004 - 17:06 PK
Sejahtera Jaksel Pemilu 2004 harus menjadi ajang rekonsiliasi nasional,
bukan rekonsiliasi para koruptor dan perampok, tapi rekonsiliasi para reformis
demokratis yang peduli terhadap bangsa dan negara. Demikian orasi Ketua Umum PK
Sejahtera Hidayat Nurwahid di hadapan lebih dari 15ribu massa yang memadati
kampanye tertutup PK Sejahtera Jakarta Selatan di GOR Sumantri Brojonegoro pagi
ini.
� Rekonsiliasi nasional bisa terwujud bila kita
menolak mereka-mereka yang ingin mengembalikan dan mengajak masyarakat menjadi
antek Suharto. � Ungkap Hidayat. Ia juga meminta masyarakat untuk tidak mau
diajak menjadi antek Suharto. � Suhartolah yang menimbulkan tragedi di Tanjung
Priuk. Suharto yang telah membenamkan Indonesia dengan hutang yang triliunan
rupiah, telah menyengsarakan Indonesia di bawah ketiak IMF, dan menodai
kedaulatan Republik Indonesia. � Orasi Hidayat bersemangat.
� Kader dan simpatisan PK Sejahtera harus menjadi
generasi yang berani membasmi korupsi, karena korupsilah yang membuat Indonesia
tenggelam dalam kemiskian. � Ujar Hidayat sambil memaparkan data dari Lembaga
internasional yang mengatakan bahwa Indonesia adalah negara nomor 1 terkerupsi
di dunia.
Apa yang diungkapkan para caleg dan jurkam PK
Sejahtera kata Hidayat bukan karena PK Sejahtera sedang berjanji, tapi PK
Sejahtera memang sedang berkomitmen menghancurkan segala kejahatan. Hal ini
telah dibuktikan PK Sejahtera melalui mantan menteri Kehutanan yang juga
Presiden Partai Keadilan (PK ) I, Nurmahmudi Ismail, yang seorang diri berani
mengembalikan uang negara dari dana reboisasi hutan sebesar Rp.7,8 triliun yang
telah dikorupsi para petinggi Departeman Kehutanan. (Ningsih)
|
____________________________________________________ Berhenti/mengganti konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke: http://groups.or.id/mailman/options/rantau-net ____________________________________________________
PK
Sejahtera Jaksel Pemilu 2004 harus menjadi ajang rekonsiliasi nasional,
bukan rekonsiliasi para koruptor dan perampok, tapi rekonsiliasi para reformis
demokratis yang peduli terhadap bangsa dan negara. Demikian orasi Ketua Umum PK
Sejahtera Hidayat Nurwahid di hadapan lebih dari 15ribu massa yang memadati
kampanye tertutup PK Sejahtera Jakarta Selatan di GOR Sumantri Brojonegoro pagi
ini.
� Rekonsiliasi nasional bisa terwujud bila kita
menolak mereka-mereka yang ingin mengembalikan dan mengajak masyarakat menjadi
antek Suharto. � Ungkap Hidayat. Ia juga meminta masyarakat untuk tidak mau
diajak menjadi antek Suharto. � Suhartolah yang menimbulkan tragedi di Tanjung
Priuk. Suharto yang telah membenamkan Indonesia dengan hutang yang triliunan
rupiah, telah menyengsarakan Indonesia di bawah ketiak IMF, dan menodai
kedaulatan Republik Indonesia. � Orasi Hidayat bersemangat.
� Kader dan simpatisan PK Sejahtera harus menjadi
generasi yang berani membasmi korupsi, karena korupsilah yang membuat Indonesia
tenggelam dalam kemiskian. � Ujar Hidayat sambil memaparkan data dari Lembaga
internasional yang mengatakan bahwa Indonesia adalah negara nomor 1 terkerupsi
di dunia.
Apa yang diungkapkan para caleg dan jurkam PK
Sejahtera kata Hidayat bukan karena PK Sejahtera sedang berjanji, tapi PK
Sejahtera memang sedang berkomitmen menghancurkan segala kejahatan. Hal ini
telah dibuktikan PK Sejahtera melalui mantan menteri Kehutanan yang juga
Presiden Partai Keadilan (PK ) I, Nurmahmudi Ismail, yang seorang diri berani
mengembalikan uang negara dari dana reboisasi hutan sebesar Rp.7,8 triliun yang
telah dikorupsi para petinggi Departeman Kehutanan. (Ningsih)
