Assalaamu�alaykum wa Rahmatullaahi wa Barakatuhu
 
Uda Heri, sedikit mengenai kata 'jangan'. Kata tersebut memiliki dua arti, yaitu sebagai larangan sebagaimana nan Uda Heri jelaskan, dan juga peringatan. Dalam konteks kalimat di mail tersebut ambo mangartikannyo sabagai peringatan. Kenapa? Kalau itu adalah sebuah larangan tentunya setelah itu akan ada ancaman/sanksi jika larangan itu dilanggar, tetapi ambo indak mancaliak adonyo ancaman/sanksi dalam mail tersebut. Seperti contoh dalam Al-Qur'an, kata jangan di sana tentu ada konsekuensinya, jangan minum khamr, kalau minum kamu berdosa, makanya itu disebut larangan. Kalau memang ado ancaman/sanksi itu ambo sapakaik kalau nan disampaikan di mail itu larangan.
 
Mengenai pemurtadan sendiri, kasus Wawah adalah kasus yang cukup terkenal di kota Padang, di mana seorang gadis muslimah diculik oleh orang-orang Kristen yang kemudian dipaksa untuk meninggalkan agamanya. Alhamdulillaah pelakunya sudah tertangkap dan sudah meringkuk di dalam penjara. Itu hanyalah satu contoh pemurtadan secara kasar yang dilakukan orang-orang Kristen, dan akhir-akhir ini banyak modus operandi baru yang digunakan mereka seperti menghamili gadis muslimah dan kemudian memaksa agar mau menikah dengannya, dan jika tidak mau diancam akan dibuka aibnya tersebut ke masyarakat dan sebagainya. Memang perlu diakui banyak orang Islam yang kurang pengetahuan agamanya sehingga mau saja membiarkan anak-anak mereka dinikahi oleh orang Kristen dan dimurtadkan, apalagi kalau sudah kepepet seperti itu.
 
Untuk mengantisipasi pemurtadan, lah banyak nan dilakukan para ulama di Indonesia. Misalnya dengan mengirimkan para da'i ke kampung-kampung untuk tinggal basamo urang-urang di sana memberdayakan masyarakat desa. Dewan Da'wah Islamiyah Indonesia yang didirikan oleh Allah Yarham Buya M. Natsir terkenal sebagai organisasi yang mengirimkan da'i-da'i ke lokasi terpencil di Indonesia. NU pun saya kira sudah cukup pula berakar di masyarakat pedesaan. Dan yang saya ketahui PKS pun ikut mengirimkan da'i-da'inya ke desa-desa dan kampung-kampung. Mereka berbicara dengan bahasa yang sama dengan urang yang dida'wahinya, tidak seperti sebagian orang di Islam Liberal yang menggunakan bahasa-bahasa tinggi untuk menyilaukan orang tentang intelektualitasnya. Tetapi usaha-usaha seperti itu masih mengalami keterbatasan, baik dalam jumlah orang maupun dana yang disalurkan. Apakah kita mengetahui tentang hal ini? Kalau kita memang peduli dengan usaha-usaha tersebut, adakah kita terpanggil juga untuk memberikan bantuan kepada mereka? Berbicara memang mudah, tetapi apakah itu diikuti oleh tindakan untuk merealisasikannya?
 
Mengenai Piagam Jakarta, orang Islam tidak keberatan jika umat beragama lain menjalankan ajaran agamanya, bahkan sebetulnya keadaan akan lebih baik karena orang-orang yang menjalankan ajaran agamanya secara moral akan lebih baik. Nabi Muhammad SAW sendiri pun telah mencontohkan bagaimana beliau di Madinah hidup bersama orang-orang beragama lain dengan menjalankan agama masing-masing tanpa diganggu, dan kesepakatan beliau sebagai pemimpin agama Islam dengan pemuka agama lain tertuang dalam perjanjian yang disebut Piagam Madinah, dan ada sebuah partai Islam yang menawarkan opsi tersebut di Indonesia.
 
Tetapi ketoleranan seperti itu tidak dihargai oleh sebagian orang, fitnah banyak sekali ditimpakan kepada kaum muslimin Indonesia. Kasus DC 9 Woyla tahun 80-an yang dilakukan oleh kelompok Imran misalnya, walaupun dilabeli Islam ternyata mereka adalah binaan Ali Murtopo, penindasan melalui kasus-kasus di Tanjung Priok, Lampung yang sekarang cukup marak dibahas di pengadilan termasuk opresi pemerintah terhadap kaum muslimin. Jilbab yang kalau tidak diperjuangkan dengan sungguh-sungguh oleh kaum Muslimin dan dengan berkat rahmat Allaah SWT, tentunya tidak akan menjadi pakaian yang mampu mempengaruhi mode berpakaian orang Indonesia. Terserahlah kalau kita mau menutup mata terhadap hal-hal ini.
 
Terakhir tentang urang-urang pandai dan mau berpikir yang kemudian masuk ke dalam Islam, kenapa kita harus mencurigai mereka akan menghancurkan Islam? Nabi Muhammad SAW saja marah ketika seorang shahabat membunuh orang kafir yang mengucapkan Laa ilaaha illallaah di saat dia kalah bertempur dengan shahabat tersebut, tetapi shahabat tersebut kemudian membunuhnya karena merasa orang itu bersyahadat agar hidupnya diselamatkan. Setelah seseorang mengucapkan syahadat seseorang perlu terus dibimbing agar keimanannya terus naik dan meningkatkan dukungannya pada Islam. Dalam sejarah telah terbukti orang-orang yang besar pada waktu dia sebelum Islam, akan terus besar ketika dia masuk Islam. Umar Bin Khattab, Hamzah bin Abdul Muthalib adalah orang-orang besar sebelum mereka masuk Islam dan ketika mereka menjadi muslim kebesarannya tidak terkurangi.
 
Akhirnya ambo hanyo berharap, jika kita mengaku diri kita sebagai orang Islam, marilah usahakan memikirkan segala sesuatu dari sudut pandang yang Islami, karena banyak orang Islam, tetapi berpikir dari perspektif kapitalisme, komunisme, materialisme, dan sudut pandang lain yang seringkali merugikan umat. Sejarah pun membuktikan agama Kristen runtuh di Eropa karena para penganutnya lebih senang berpikir secara materialisme yang kemudian melahirkan kapitalisme dan komunisme, dan gereja-gereja mereka di sana kosong, tak ada yang mendatangi...

Wassalaamu'alaykum wa Rahmatullahi wa Barakatuhu
Muhammad Arfian
[EMAIL PROTECTED]
[EMAIL PROTECTED]
090-6149-4886
"Isy Kariman Aw Mut Syahidan"
----- Original Message -----
Sent: Monday, March 22, 2004 10:10 PM
Subject: Re: [EMAIL PROTECTED] Jangan pilih PDS (Komentar)

Sanak Arfian,
 
Waalaikum salam,

Muhammad Arfian <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Assalaamu�alaykum wa Rahmatullaahi wa Barakatuhu
 
Da Hery, dari mail Mak Malin indak ado nan malarang urang lain bakampanye doh. Bacolah baik-baik lai mailnyo. Mak Malin hanyo ingin mamparingekkan bahwasanyo PDS adalah Partai Kristen, bahkan kalau kito caliak urang-urangnyo, merekalah yang selama ini aktif memurtadkan kaum muslimin Indonesia. Ketua PDS sendiri misalnya, Ruyandi Hutasoit, adalah pemimpin Yayasan Doulos, yang secara aktif melakukan pemurtadan, dan walaupun sudah keluar SKB Tiga Menteri mengenai penyebaran agama, tidaklah inyo suruik melakukan kegiatan pemurtadan itu. Peringatan itu bukanlah larangan, aa pangkek Mak Malin kok biso-bisonya malarang urang lain mencoblos partai nan katuju dek inyo? Tapi mungkin ado baiknyo seperti disampaikan Bunda Isna agar hal-hal seperti itu disampaikan ke Panwaslu dengan bukti-bukti yang jelas. Kalau memang ado bukti yang jelas, maka itu bukanlah isu-isu lagi dan tentunyo dapek dipatanggungjawabkan dengan baik.
 
Manuruik ambo, jo nan pernah ambo pelajari dalam pelajaran b. Indonesia, kata "Jangan" marupokan larangan. Bahkan dalam Al Quran pun, kata jangan = larangan. Dari judul emailnyo alah disabuik an " Jangan pilih PDS". Silahkan artikan surang surang.  Paralu dikatahui, ambo sendiri ndak tau sia tu Hutasoit, salain dari artikel dikoran jo postingan sanak sadonyo di siko. Jadi ambo bukanlah pendukung PDS.
 
Manganai PDS sendiri, ambo pun curiga kalau orang-orang Kristen yang melakukan pemurtadan di Padang dalam kasus Wawah beberapa waktu yang lalu tergabung dalam partai ini melihat ketuanya yang si Ruyandi itu, dedengkot pemurtadan Indonesia. Kalau bukanpun bukankah sudah jelas bagi kita kaum Muslimin dalam surat Al-Baqarah 120 bahwa orang-orang Nasrani dan Yahudi tidak akan berhenti sampai kaum muslimin masuk ke dalam agama mereka? Terlihat jaleh bahwa PDS itu adalah partai yang membawo misi iko.
 
Kalaupun terjadi "pemurtadan", paralu kito lihat dulu. Caronyo bisa digolongkan pado tindakan kriminal apo ndak? Kalau menyalahi hukum, silahkan gunakan jalur hukum. Sebaiknya dihindari penghujatan atau permusuhan yang tidak akan berakhir dengan kedamaian. Apo disalahkan urang lain / agamo lain kalau manjanjian nan labiah elok. Kok iyo takuik jadi kafir/murtad, baa kok indak dipadalam kaji / agamo awak tu ? Baa kok ndak diagiah pangajian nan mangaluaan contoh contoh nan mudah dimanagarti dek urang kampuang ? Baa kok labiah mangamukokan ayat ayat Al Quran kalau sabagian banyak urang dikampuang ndak tau apo arati ayat nan dibaco. Baa kok dalam manterjemahkan ayat ayat  Al Quran di awak pakai bahasa Indonesia, sadangkan amai amai di kampuang ndak sadonyo mangarati b. Indonesia? Baa kok sampai iman awak taguncang dek hanyo lembaran 100 ribu sae? Ndak lain dek karano pariuk nasi juo. Apo labiah katuju kelompok komunis masuak ka kampuang kampuang? Jaan kan pitieh nan dapek, makan se di agak an nyo, jo malah disuruh mambunuh urang lain.
 
Ambo pribadi bapandapek, indak ado nan biso malarang agama-agama apapun untuk hidup di Indonesia, tetapi hendaklah jaleh bahwa agama-agama yang ada di Indonesia toleran sesamanya. Urang Islam Indonesia alah toleran bana sejak tahun 1945, dengan menghilangkan beberapa kata dalam piagam Jakarta hingga kini, ( Itu karano di INA ado banyak agamo, cubo bayangkan , kalau dipakai kato islam sae? agamo lain tantu inyo minta hak inyo pulo? Baa ndak kaparang taruih se awak beko)    tetapi salamo kemerdekaan Indonesia, salamo itu pulalah orang-orang Islam yang ingin menjalankan agamanya dengan benar diinjak-injak, baik dengan fitnah-fitnah maupun berbagai perlakuan lainnyo. ( Tolong buktikan sanak )Pemurtadan yang menghalalkan segala cara merajalela selama ini, nan jaleh dilakukan oleh urang-urang Kristen, adalah salah satu bentuk ketidaktoleranan mereka kepada kaum muslimin, padahal mereka yang selama ini menggaung-gaungkan toleransi beragama. Jelas hal ini telah melanggar tata krama kehidupan beragama. ( Cubo caliek dek sanak, satiok upacara kenagaraan, apo ndak kato kato dari Islam nan banyak kalua, doa jo dsb? Apo agamo lain ado minta pulo doa sacaro agamonyo? sadangkan dalam satu upacara bukan urang islam sae nan ado kan? Urang kristen masuak islam dek urang islam disabuk " inyo alah insaf jo sadar" tapi dek kaumnyo, inyo sampai dibuang jo indak diakui. Sarupo kan jadinyo? Ciek lai, nan pindah ka Islam tu, urangnyo bapandidikan jo punyo daya nalar tinggi. Iko paralu diwaspadai, karano inyo akan labiah capek mangarati apo itu Islam dan bisa suatu saat mahancuakan islam )   Kalau ada yang mengatakan apa bedanya dengan orang Islam di Eropa dan Amerika? Orang Islam tidaklah menggunakan cara-cara kotor dalam berda'wah seperti mereka, itulah yang yang membedakannya. Sekotor itu kah?
 
Kewajiban kaum muslimin lah untuk menjaga keimanan saudara-saudara seagamanya, dan memberikan peringatan akan bahayanya pemurtadan melalui partai seperti PDS adalah salah satu cara melaksanakan kewajiban tersebut.
 
Boleh boleh saja, asal kita tidak mengeluarkan kata kata "jangan", karena mereka juga berhak hidup di Ina. Perkuatlah iman masing masing sesuai dengan agamo masing masing. Kecuali kalo baagamo ka nan namonyo " Rupiah" atawa " US$" Itu lain carito, jo ambo pun ndak bisa komen dalam hal ko.
 
Salam
Heri
____________________________________________________
Berhenti/mengganti konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke: 
http://groups.or.id/mailman/options/rantau-net
____________________________________________________

Kirim email ke