Assalaamu 'alaykum wR wB

Aduh dek Ahmad, kok pembahasannya jadi sangat melebar begini ? sampai ke syiah, 
mu'tazilah, kuburan segala, bahkan sampai ke wihdatul wujud ?

Perlu diingat bahwa, Tdk pernah ada yg mengatakan bahwa tauhid itu tdk penting, apakah 
yg namanya uluhiyah, rububiyah, asma' wash shifaat. Tdk pernah. Saya melihat 
"kekhawatiran" adek agak berlebihan. Pengajaran akan tauhid merupakan hal yg plg utama 
dlm pengkaderan PKS. Saya sudah bilang, kalau adek masih ingin tahu apakah para kader 
juga mendakwahkan tauhid maka cobalah untuk masuk (tidak akan mungkin adek temukan 
materi-materi pelajaran tsb lewat websitenya). Tapi dek Ahmad nggak mau. Sayang, adek 
masih berbicara ttg isi rumah sementara adek sendiri berada di luar dan tidak masuk ke 
dalam. Apa-apa yg dek Ahmad paparkan sekarang ini, ma'af, sdh kami bukukan dlm panduan 
tarbiyah kami beberapa thn yg lalu.

Dek Ahmad, tak ada yang mengingkari akan kebenaran para salafus shalih, tapi lihatlah 
masy kita. Jangankan cerita tauladan para salafus shalih, istilah salafus shalih 
sendiri mereka mungkin ada yg baru mendengarnya.

Tauhid adalah tiangnya dakwah, tapi apakah dek Ahmad akan mengajarkan tauhid uluhiyah 
kepada orang-orang yg masih kelaparan ? apakah dek Ahmad akan berbicara 
dalil-dalil/hujjah-hujjah ttg kebenaran para salafus shalih kepada seorang bapak yg 
baru saja di PHK dan bingung akan mencari kerja dimana ?

Dek Ahmad, ada realitas dalam masy kita. Maka mau tak mau harus ada pula realitas 
dalam berdakwah. Masing-masing kelompok masyarakat kita punya kebutuhan yang berbeda 
akan dakwah, tidak bisa disamakan. Sekali lagi, tauhid adalah tujuan utama dari 
dakwah. Tapi untuk mencapai tujuan utama itu, tidak seperti membalik telapak tangan. 
Apalagi dengan memunculkan pertentangan-pertentangan atas nama dalil. Itulah yg coba 
dijalani oleh dakwah PKS, yaitu memberikan solusi dan menghindarkan diri terjebak ke 
dlm pertentangan-pertentangan yg justru merusak ukhuwah. Bukan berarti membenarkan 
ajaran fiqh lintas agamanya NM misalnya. Tapi apakah melarangnya ikut kampanye 
merupakan cara yg benar utk menolak pemahamannya itu ? Bukankah dengan mendekati dan 
mengenalkan kpd mereka akan Islam yg sebenarnya adl lebih baik drpd menjauhinya ? 
bukankah masalah hidayah adl hak Allah saja ? Apakah dek Ahmad akan menghindarkan 
berteman dgn non-muslim umpamanya di kantor tpt bekerja hanya krn ia seorang 
 kafir ? 

yang seperti inikah yg disebut dgn Islam adalah rahmat bagi seluruh alam ? Bahkan 
Allah swt sendiri telah menunjukkan sifat ar Rahman-Nya kepada orang atheis sekalipun. 
saya ulangi, Bahkan Allah swt sendiri telah menunjukkan sifat ar Rahman-Nya kepada 
orang atheis sekalipun. Lalu kenapa kita tidak ?

Dek Ahmad, sudahkan dek Ahmad bergabung dlm barisan para dai dan mengajarkan tauhid pd 
masy ?(krn ustadz-ustadz PKS sdh melakukannya..). Mudah-mudahan sudah krn dek Ahmad 
amat jitu dlm menyampaikannya disini. Jika sudah terjun ke lap dakwah, dek Ahmad akan 
menemui bahwa beragam masy kita yg butuh beragam pula cara penanganannya. Banyak lini 
dlm masy yg masih perlu sentuhan dakwah, termasuk lini dalam kehidupan pemerintahan 
dan politik.


Wassalaam,
Ronald



---------- Original Message ----------------------------------
From: "Ahmad Ridha" <[EMAIL PROTECTED]>
Reply-To: "Komunitas MINANGKABAU (Urang Awak) Pertama di Internet (sejak  1993)" 
<[EMAIL PROTECTED]>
Date:  Mon, 19 Apr 2004 18:25:54 +0700

-------- cut---------------
____________________________________________________
Berhenti/mengganti konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke: 
http://groups.or.id/mailman/options/rantau-net
____________________________________________________

Kirim email ke