Assalamu'alaikum wr wb Sanak Ronald, arfian dan ahmad ridha.
Saya terkagum kagum membaca diskusi sanak sekalian, terutama sanak ahmad yang rupanya saya anggap sekarang memposisikan diri sebagai "devil advocad" bagi rekan2 yang mendukung PKS. Diskusi ini akan berkembang baik dan bermanfaat bagi semua fihak jika didasari dalam ukhuwah islamiyah dan dengan niat saling nasehat menasehati di jalan Allah. Mungkin saya yang terlalu berat mengikuti diskusi ini sehingga saya merasa topiknya begitu banyak dan sulit mencari fokus dari inti diskusi. Namun sedikit saya tangkap adanya kekhawatiran dari sanak Ahmad bahwa PKS punya agenda tertentu terutama dikaitkan terlibatnya NM dalam kampanye PKS. Nurcholish Madjid adalah cendekiawan muslim yang tidak diragukan lagi pemahamannya tentang Islam, adapun keterlibatannya dengan Islam Liberal adalah sesuatu yang tak bisa dipungkiri. Terlepas dari terlibat atau tidaknya Nurcholish Madjid dengan Islam Liberal, namun saya kira kita mesti melihat kehadirannya dalam kampanye hanyalah sebagai salah satu peserta atau yang ikut meramaikan kampanye saja, bukan dilihat darimana dia datang dari Islam Liberal-kah atau bukan. Kalau kita bisa menerima AR yang kampanye sebagai tokoh politik dan tidak melihat latar belakang Muhammadiyahnya lantas kenapa kita juga tidak bisa menerima NM hanya sebagai tokoh politik juga. Kembali mengenai Islam Liberal, sekalipun pemikirannya banyak yang nyeleneh, namun saya rasa kita tak perlu ikut memusuhi atau menghakimi kelompok ini sebelum kita mengerti betul apa Islam Liberal itu. Kalau sanak Ahmad mengetahui informasi tentang kesesatan Islam Liberal, saya persilahkan untuk mengungkapkannya disini, mungkin bisa sebagai informasi untuk kita2. Kritik terhadap PKS banyak manfaatnya asal dilandasi niat mengingatkan atau memperbaiki, namun kritik yang penuh kecurigaan dan menghakimi adalah cuma akan menjurus kepada kritik yang kontra produktip. Adapun dalam pandangan saya PKS hanyalah salah satu partai yang ikut dalam percaturan politik di tanah air, saya lihat PKS adalah salah satu kalaupun bukan satu2nya yang telah menunjukkan komitmennya ingin menjadikan negara kita "good governance". Walaupun partai ini mengakui sebagai partai dakwah yang ingin menjunjung syari'ah islam, namun saya rasa tak ada satupun yang menganggap PKS sebagai institusi agama seperti halnya NU ataupun Muhammadiyah. Sehingga kalaupun saya disuruh mengaji kepada ustadz2 di PKS, saya akan melihat dulu apa yang diajarkannya. Namun sebagai partai politik, kita harusnya memberikan acungan jempol pada partai ini, satu2nya partai yang punya komitmen dan anti KKN. Bukankah itu yang kita inginkan dari partai politik...? wassalam adr --- "Ronald P. Putra" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > Assalaamu 'alaykum wR wB > > Aduh dek Ahmad, kok pembahasannya jadi sangat > melebar begini ? sampai ke syiah, mu'tazilah, > kuburan segala, bahkan sampai ke wihdatul wujud ? > ____________________________________________________ Berhenti/mengganti konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke: http://groups.or.id/mailman/options/rantau-net ____________________________________________________
