Ummat Hadapi Krisis Identitas Keislaman
By padangekspres, Senin, 10-Mei-2004, 05:59:22 WIB

Padang, Padek-Kondisi ummat hari ini berada dalam keadaan yang menjurus pada
krisis identitas keislaman yang menakutkan. Sesama ummat saling menuding,
menuduh, saling menyalahkan dan bahkan saling menyakiti.

"Kita tidak lagi saling mengingatkan, tidak lagi saling nasehat menasehati,
apalagi saling mengasihi. Padahal, kita adalah ummat seagama dan seaqidah.
Tapi, karena kelalaian, kita pun terseret dalam lembah kehidupan yang
menyengsarakan," ujar gubernur Sumbar, H Zainal Bakar dalam sambutan
tertulisnya yang dibacakan Wagub Sumbar Fachri Ahmad ketika peringatan
Maulid Nabi Muhammad SAW di Aula Kantor Gubernur, Sabtu.

Hadir dalam peringatan Maulid tersebut, Sekdaprov Sumbar Rusdi Lubis, para
asisten di lingkungan Pemprov, kepala dan wakil kepala dinas, ketua DPRD
Sumbar, dan pegawai di lingkungan Pemprov dengan penceramah Dr H Dasril MAg.

Menurut Wagub, Maulid merupakan momentum bagi berlangsungnya proses
pengembangan aqidah dan pemantapan keimanan ummat Islam. Melalui kegiatan
inilah direnungkan sejauhmana Rasulullah menjadi tokoh sentral, menjadi
panutan, menjadi sumber inspirasi dan menjadi sumber rujukan dalam kehidupan
sehari-hari.

Dikatakannya, ketika ummat Islam semakin menjauh dari ajaran agamanya
sendiri dan ketika ummat yang merugi. Dengan keadaan inilah diberi makna
peringatan Maulid Nabi 1425 H. "Mari kita jadikan peringatan ini sebagai
sebuah kesempatan untuk merenung dan mengarifi tanda-tanda zaman. Dengan
kearifan itu kita mencoba menatap hidup dan kehidupan ini agar kita
memperoleh kesempatan yang lebih besar dalam meraih kemenangan," katanya.

Sementara itu, Fachri mengungkapkan, peringatan Maulid Nabi berangkat dari
sebuah keinsyafan dan kesadaran untuk merenungkan sejauhmanakah keimanan
masih melandasi hidup dan kehidupan sehari-hari. Sejauhmana ummat berpegang
teguh pada ajaran yang dibawa Rasulullah dan sejauhmana pula Nabi Muhammad
SAW ditempatkan sebagai tokoh sentral dalam diri masing-masing.

"Saya merasa terpanggil untuk mengingatkan kita semua, bahwa karena jarak
yang sudah sedemikian jauh diantara kita dengan beliau serta perbedaan
suasana kehidupan di zaman ini dengan masa 14 abad yang lalu. Ternyata telah
menyeret kita kepada suatu persepsi dan apresiasi sedemikian rupa. Dimana,
Rasulullah SAW tidak lagi menjadi tokoh sentral. Beliau tidak lagi menjadi
sumber inspirasi pada sebahagian ummat muslim. Kepribadian Baginda Nabi
sudah tidak lagi menjadi sumber rujukan yang utama," ucapnya.

Di sisi lain, ia juga mengungkapkan bahwa, sebuah kenyataan yang yang tidak
bisa dipungkiri dewasa ini bahwa sebagian ummat lebih peduli dengan
peringatan hari-hari yang sebetulnya tidak terlalu penting untuk
diperingati, ketimbang peringatan yang harus diperingati.

Terlebih lagi dikalangan muda-mudi, lanjutnya, dimana mereka lebih suka
untuk memperingati Hari Valentine, memperingati hari wafatnya artis terkenal
atau hari-hari lainnya yang sama sekali tidak memberikan kemaslahatan apapun
juga. "Beginilah potret kehidupan yang ternyata telah bermuara kepada
terjadinya pelunturan identitas ummat," ucapnya. (slr)

Padang Ekspres Online : http://www.padangekspres.com/
Versi online:
http://www.padangekspres.com/mod.php?mod=publisher&op=viewarticle&artid=2647
0



____________________________________________________
Berhenti/mengganti konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke: 
http://groups.or.id/mailman/options/rantau-net
____________________________________________________

Kirim email ke