Hasil perhitungan pemilu legislatif belum sepenuhnya selesai, namun kedudukan Golkar sebagai pengumpul suara terbanyak sudah hampir pasti, disusul oleh PDI-P, PKB, PPP, Partai Demokrat, PKS dan seterusnya . Tetapi kalau ditanyakan siapa pemenang sesungguhnya pada pemilu legislatif yang lalu, saya tidak akan ragu-ragu mengatakan PKS. Lho koq?

Lihat saja cuplikan dari Editorial Kompas tanggal 7 April 2004 di bawah ini:

“Sejak penampilannya yang pertama dalam Pemilihan Umum 1999, Partai Keadilan Sejahtera yang semula bernama Partai Keadilan sudah menarik perhatian. Anggotanya terdiri dari orang-orang muda berpendidikan. Pimpinannya orang-orang muda terpelajar.

Partai itu diketahui sebagai partai agama, tetapi pernyataan, penampilan, serta platformnya tidak memberikan citra dan kesan agamis. Kemudian lebih kuat citranya sebagai gerakan partai yang bersih, adil, sejahtera. Lebih sebagai gerakan yang aktif, propemimpin dan politisi yang bersih dan adil daripada sekadar sikap negatif anti-KKN.

Sebagai partai yang relatif baru, kehadiran dan jaringannya belum seluas partai-partai besar yang sudah lama. Tetapi sikap dan cara kerjanya yang rapi tampak mencuat di mana pun partai itu hadir dan tampil”.

Citra yang bagus itu semakin mencorong tatkala Ketua Umum PKS Hidayat Nurwahid (HNW) menyatakan bahwa PKS tidak akan mengajukan calonnya di Pilpres, mengingat perolehan suara PKS tidak signifikan untuk itu dan akan mendukung/ berkoalisis partai yang Islami dan reformis. Malah HNW dengan tegas tidak akan mendukung dan berkoalisi dengan Golkar.   

Tetapi semua itu tidak mustahil hanya akan  menjadi kenangan sejarah (kurang lebih seperti PAN waktu ini), kalau PKS tidak bijak dalam mendukung Capres di luar PKS, apalagi kalau yang dudukung itu adalah capres dari Golkar Wiranto---hanya karena dianggap lebih “nyantri” dan “dekat” dengan kalangan Islam (yang konon ada kecenderungan beberapa petinggi PKS untuk itu)---tanpa mengaitkannya dengan platform, sikap politik PKS yang hanya propemimpin dan politisi yang bersih serta perjuangan jangka panjang PKS sendiri.

Wassalam, Darwin

(Pendukung PAN sejak berdirinya, yang sangat mungkin---kalau umur panjang---akan memilih PKS dalam Pemilu 2009 kalau PKS konsisten dengan platformnya sebagai gerakan partai yang bersih, adil, sejahtera, reformis, Islami dan non-sektarian).

____________________________________________________
Berhenti/mengganti konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke: 
http://groups.or.id/mailman/options/rantau-net
____________________________________________________

Kirim email ke