|
Hasil
perhitungan pemilu legislatif belum sepenuhnya selesai, namun kedudukan
Golkar
sebagai pengumpul suara terbanyak sudah hampir pasti, disusul oleh
PDI-P, PKB,
PPP, Partai Demokrat, PKS dan seterusnya . Tetapi kalau ditanyakan
siapa
pemenang sesungguhnya pada pemilu legislatif yang lalu, saya tidak akan
ragu-ragu mengatakan PKS. Lho koq? Lihat
saja cuplikan dari Editorial Kompas tanggal 7 April 2004 di bawah ini:
Citra
yang bagus itu semakin mencorong tatkala Ketua Umum PKS Hidayat
Nurwahid (HNW) menyatakan
bahwa PKS tidak akan mengajukan calonnya di Pilpres, mengingat
perolehan suara
PKS tidak signifikan untuk itu dan akan mendukung/ berkoalisis partai
yang
Islami dan reformis. Malah HNW dengan tegas tidak akan mendukung dan
berkoalisi
dengan Golkar. Tetapi
semua itu tidak mustahil hanya akan menjadi
kenangan sejarah (kurang lebih seperti
PAN waktu ini), kalau PKS tidak bijak dalam mendukung Capres di luar
PKS,
apalagi kalau yang dudukung itu adalah capres dari Golkar
Wiranto---hanya
karena dianggap lebih “nyantri” dan “dekat” dengan kalangan Islam (yang
konon
ada kecenderungan beberapa petinggi PKS untuk itu)---tanpa
mengaitkannya dengan
platform, sikap politik PKS yang hanya propemimpin dan politisi yang
bersih serta
perjuangan jangka panjang PKS sendiri. Wassalam,
Darwin |
____________________________________________________ Berhenti/mengganti konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke: http://groups.or.id/mailman/options/rantau-net ____________________________________________________
