Assalamualaikum ww
Alhamdulillah wasyukrilah, satu langkah tepat yang telah dipilih dan tunjuk-kan oleh sanak kito H. Darwin Bahar kakak ambo nan ba-lain ayah indak sainduak ko, Islam memang membutuhkan lebih banyak lagi urang2 seperti ini
 
Ambo jadi takona, ketika didatangi salah seorang pengurus PKS yang memberikan undangan untuk hadir pada hari Sabtu 25 Oktober 2003 sahari manjalang puaso dalam rangka Deklarasi Penyatuan Partai Keadilan dan Partai Keadilan Sejahtera dan sekaligus dalam rangka menyambut bulan suci Ramadhon yang diadakan dibalai Pertemuan Batin Batuah kantor Camat Mandau Duri
 
Ambo diminta untuk memberikan kata sambutan yang sempat ambo pertanyakan "sabagai apo ambo diminta memberikan kata sambutan" pada hal ambo kan baru sabulan bergabung di PK Sejahtera, yang dijawab oleh sang pengurus tersebut sebagai "Tokoh Masyarakat" bagai molah, yang kemudian ambo setujui 
 
Kutiko itu ambo berpidato dalam bahaso Minang dan salah satu yang ambo sabuik-kan bahwa "Demi Islam asali ditarimo sajo ambo di PK Sejahtera ko, diberi tugas sabagai tukang cuci piriangpun ambo siap", yang lalu bergemuruh teriakan "ALLAHUAKBAR" dari para hadirin
 
Saminggu setelah Idul Fitri tidak kurang 5 orang petinggi PKS dipimpin ustadz Mukti Sunjaya SPt Koordinator Wilayah Dakwah 3 Kabupaten Bengkalis - Dumai (caleg no.1 utk Propinsi Riau) yang ditemani juga oleh Koordinator Wilayah Dakwah 2 Kabupaten Rokan Hilir dan Rokan Hulu (caleg no.1 juga untuk propinsi Riau) meminta kesediaan mak Malin menjadi caleg PKS untuk tingkat 2 Bengkalis yang mak Malin jawab tegas "Demi kemajuan Islam saya siap" yang disahuti "Allahuakbar" oleh ke 5 mereka (dalam hati mak Malin mengira paling juga jadi caleg nomor 18 nomor kincit, maklum awak kan urang baru di PKS waktu itu, waktu mengurus berkas2 caleg mak Malin lihat ternyata mak malin ditempatkan pada nomor urut 5, Alhamdulillah .... di PKS kita tidak mempermasalah siapa nomor 1 siapa nomor sipatu, bahkan tiada pula diminta membayar satu sen pun, semua keperluan kampanye dan pemilu sudah diurus oleh LPJ  Lajnah Pemenangan Pemilu yang dio taki oleh engineer2 muda yang berkiprah di Caltex, jadi siapapun yang akan maju kekursi dewan bagi kader PKS tidak dipermasalahkan karena yang penting disadari bahwa itu adalah "Amanah" yang akan diminta pertanggungan jawab dimuka pengadilan Allah kelak
 
Oh yaa .. dari musyawarah 2 hari Sabtu Minggu kemarin hasil Musyarawah Majlis Syuro ke 4 PKS akhirnya BATAL merekomendasikan dukungan pada salah satu Calon Presiden maupun cawapres dan juga diputuskan bahwa PKS akan menjadi OPOSISI dan sesuai keputusan MMS ke 3 PKS tidak mengajukan Capresnya jika perolehan suara kurang dari 20%
 
Silahkan kanda Darwin Bahar dan sanak & mamak sado alah no jalan2 ke situs resmi PK Sejahtera http://www.keadilan.or.id
 
wasalam
Arman Bahar

Darwin Bahar <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

Hasil perhitungan pemilu legislatif belum sepenuhnya selesai, namun kedudukan Golkar sebagai pengumpul suara terbanyak sudah hampir pasti, disusul oleh PDI-P, PKB, PPP, Partai Demokrat, PKS dan seterusnya . Tetapi kalau ditanyakan siapa pemenang sesungguhnya pada pemilu legislatif yang lalu, saya tidak akan ragu-ragu mengatakan PKS. Lho koq?

Lihat saja cuplikan dari Editorial Kompas tanggal 7 April 2004 di bawah ini:

�Sejak penampilannya yang pertama dalam Pemilihan Umum 1999, Partai Keadilan Sejahtera yang semula bernama Partai Keadilan sudah menarik perhatian. Anggotanya terdiri dari orang-orang muda berpendidikan. Pimpinannya orang-orang muda terpelajar.

Partai itu diketahui sebagai partai agama, tetapi pernyataan, penampilan, serta platformnya tidak memberikan citra dan kesan agamis. Kemudian lebih kuat citranya sebagai gerakan partai yang bersih, adil, sejahtera. Lebih sebagai gerakan yang aktif, propemimpin dan politisi yang bersih dan adil daripada sekadar sikap negatif anti-KKN.

Sebagai partai yang relatif baru, kehadiran dan jaringannya belum seluas partai-partai besar yang sudah lama. Tetapi sikap dan cara kerjanya yang rapi tampak mencuat di mana pun partai itu hadir dan tampil�.

Citra yang bagus itu semakin mencorong tatkala Ketua Umum PKS Hidayat Nurwahid (HNW) menyatakan bahwa PKS tidak akan mengajukan calonnya di Pilpres, mengingat perolehan suara PKS tidak signifikan untuk itu dan akan mendukung/ berkoalisis partai yang Islami dan reformis. Malah HNW dengan tegas tidak akan mendukung dan berkoalisi dengan Golkar.   

Tetapi semua itu tidak mustahil hanya akan  menjadi kenangan sejarah (kurang lebih seperti PAN waktu ini), kalau PKS tidak bijak dalam mendukung Capres di luar PKS, apalagi kalau yang dudukung itu adalah capres dari Golkar Wiranto---hanya karena dianggap lebih �nyantri� dan �dekat� dengan kalangan Islam (yang konon ada kecenderungan beberapa petinggi PKS untuk itu)---tanpa mengaitkannya dengan platform, sikap politik PKS yang hanya propemimpin dan politisi yang bersih serta perjuangan jangka panjang PKS sendiri.

Wassalam, Darwin

(Pendukung PAN sejak berdirinya, yang sangat mungkin---kalau umur panjang---akan memilih PKS dalam Pemilu 2009 kalau PKS konsisten dengan platformnya sebagai gerakan partai yang bersih, adil, sejahtera, reformis, Islami dan non-sektarian).

____________________________________________________
Berhenti/mengganti konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke:
http://groups.or.id/mailman/options/rantau-net
____________________________________________________


Do you Yahoo!?
Win a $20,000 Career Makeover at Yahoo! HotJobs
____________________________________________________
Berhenti/mengganti konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke: 
http://groups.or.id/mailman/options/rantau-net
____________________________________________________

Kirim email ke