Assalamu'alaikum Wr. Wb.
 
Sulitnya lapangan pekerjaan didaerah membuat kita meninggalkan kampung halaman merantau ke kota-kota besar. Orang Minang sudah lama merantau - mempergunakan ini sebagi salah satu alasan, sebagai bukti bahwa kita memang telah mewarisi kemampuan membaca Alam Takambang jadi Guru (ATG). Kemudian hal ini diikuti oleh banyak orang-orang dari daerah lain, sehingga kota-kota besar kita menjadi kota yang berkembang dengan pesat.
 
Saat ini Jakarta, Bandung dan kota-kota besar lainnya menjadi supar padat. Saya masih ingat tujuh tahunan yang lalu, pemerintah dan pemda ibukota kita
cukup bangga membuat statement bahwa Jakarta akan siap diawal dekade ini dari kota Metropolitan menjadi kota Megapolitan. Waktu itu Gubernurnya berkata bahwa Jakarta yang berpenduduk 10 jutaan siap mengantisipasi pertambahan penduduk yang akan segera menjadi 20 jutaan seperti ibukota negara besar lainnya.
 
Waktu itu kita masih silau dengan kemajuan yang dicapai oleh pemerintah, sehingga banyak yang menerima bahwa statemen mereka itu benar. Sekarang kita saksikan pembangunan itu membuat Jakarta menjadi report dengan besarnya penduduk. Padahal itu baru terjadi 7 tahun sejak kita bangga dengan pembangunan yang telah dicapai, apa yang akan terjadi 5 tahun kedepan? Apakah kita perlu menunggu pada saat Jakrta benar-benar tidak sehat buat kehidupan? Penduduk keracunan oleh limbah, anak-anak cacat karena makan ikan yang tercemar dari teluk Jakarta, seperti apa yang tejadi di Jepang.
____________________________________________________
Berhenti/mengganti konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke: 
http://groups.or.id/mailman/options/rantau-net
____________________________________________________

Kirim email ke