Bermain dgn Hati



alhikmah.com - Mulanya dia hanya iseng.  Melihat penampilan lelaki itu yang cool saat baca puisi, dia langsung tertarik.  Rambut gondrongnya memang keren dan wajahnya cukup manis.  Jadilah dia mencari informasi tentang si lelaki, tentang karyanya maupun orangnya.  Puisi-puisinya memang bagus dan dia berminat sekali untuk kolaborasi dalam sebuah karya, cerita yang dipadu dengan puisi.  Browsing lewat internet atau mencari tahu pada teman-teman dekatnya pun dilakukan.  Dan atas kehendak Allah SWT, seorang teman mempertemukan mereka.  But, si lelaki sudah berubah.  Di matanya lelaki itu tidak sekeren dulu.  Jadilah dia mundur teratur dan justru si lelaki yang kini maju dengan semangat.  Dia pun jadi pusing.

Ada lagi si fulanah yang berkenalan dengan seorang ikhwan lewat internet.  Mulanya karena urusan pekerjaan, berlanjut pada ajang taaruf.  Fulanah merasa enjoy aja karena sebagai seorang wanita dia senang disanjung dan diberi kata-kata indah penuh doa.  Sampai ketika si ikhwan serius untuk mengutus ustadznya ke rumah fulanah, fulanah jadi kaget.  Dia merasa tidak siap.  Lama fulanah merenung, bahkan terkesan berangan-angan- dan menyiapkan hati, fulanah mau berproses dengan si ikhwan.  Eh tapi si ikhwannya malah menghindar. Jadi deh fulanah uring-uringan.  Mau ngejar si ikhwan, malu.  Mau nanya juga malu.  Dia selalu terfikir tentang si ikhwan. Sampai sebegitunya fulanah.  Padahal mereka ada di belahan dunia yang berbeda.  Satu di Indonesia, dan satunya lagi di Jerman.  Dan yang lebih parah, fulanah belum melihat sama sekali si ikhwan. 

Itu hanya contoh kasus tentang permainan hati.  Bagi yang tersinggung jangan diambil hati.  Karena peristiwa seperti itu ada dimana saja dan terjadi pada siapa saja.

Hati adalah sebentuk makhluk yang sangat peka.  Dia akan bereaksi kemanapun pemiliknya membawa.  Jika dia dibersihkan tiap hari dengan untaian surat cinta-Nya, disiram dengan tetesan dzikrullah, dan dipelihara dengan pupuk terbaik dari negeri langit, niscaya hati kan cemerlang, cantik dan bening.  Dia kan jadi tempat berkaca paling favorit setiap laku.   

Sebaliknya, jika hati tak dipelihara dengan baik; dia dibersihkan sesukanya saja, itupun dengan lap kedengkian, disiram dengan air kemalasan dan diberi pupuk dari negeri kemaksiatan, niscaya dia akan terlihat dekil dan hina.  Buruk rupa.  Jangankan untuk berkaca, sedikit celah kilaunya saja tak ada, tertutup karat yang kuning kehitaman.

Hati adalah muara segalanya.  Awal dari segala perbuatan, awal dari segala niat.  Jadi, jika hati mempunyai niat yang buruk maka buruklah laku yang keluar dan sebaliknya.  Seperti Bimbo bilang pada lagu berjudul Tuhan: hati adalah cermin,  tempat pahala dan dosa bernaung.

Dalam sebuah hadist Rasulullah juga mengatakan, 'Mintalah fatwa pada hatimu" (sanadnya tidak begitu hafal).  Karena setiap manusia itu mempunyai kecenderungan pada kebaikan.  Sehingga pada suatu ketika dia berbuat kemaksiatan, hatinya akan protes.  Selanjutnya terserah manusia apakah dia akan mengikuti kata hatinya yang buruk atau yang baik.  

Coba kalau fulanah dalam dua kasus di atas selalu memelihara hatinya, tidak akan datang permainan hati itu.  Karena sebetulnya hal tersebut datangnya dari syetan.  Keisengan menaruh seseorang dalam kotak hati hanya akan menyiksa diri.  Uring-uringan, senewen, berangan-angan, dan lainya adalah jalannya masuk syetan la'natullah 'alaih.  Kecuali orang yang ada di kotak itu memang pantas untuk tinggal.

Jadi, keep dzikrullah. Keridhaan Allah harus jadi landasan setiap hati.  Insya Allah, dalam bertindak akan lebih hati-hati. Memang sih, fitrah manusia untuk mempunyai kecenderungan pada lawan jenisnya.  Dan jika memang sudah siap menikah, mengapa harus bermain-main dengan hati.  Dari pada main-main tanpa kepastian, langsung saja pastikan dengan taaruf.  Abis taaruf segera  lamar!  Wallahua'lam


 
 


http://www.groups.yahoo.com/group/Islam-Bersatu/



Yahoo! Groups Sponsor
ADVERTISEMENT


Yahoo! Groups Links

____________________________________________________
Berhenti/mengganti konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke: 
http://groups.or.id/mailman/options/rantau-net
____________________________________________________

Kirim email ke