saya jadi ingat akan bait-bait syair yg disenandungkan istri tatkala meninabobokkan si 
kecil kami :

..sambilan bulan sapuluah hari
............saba mananti
maragang nyao basarah diri
darah tatumpah manyiram bumi
jolong tadanga rengek jo tangih
taubek jariah sananglah hati 

indak ka ameh babungka-bungka
indak ka perak indak tabilang
kok hati mande nan di lukoi
bumi manyumpah, arasy baguncang
alamaik hiduik takkan salamaik
bak cando kayu digiriak kumbang

jaso mande indak ka tabaleh
bialah babungka perak jo ameh..

~~~

ndak tahulah, tapi saya sering merinding jika mendengarnya. Bukan karena suara istri, 
tetapi karena kata-katanya. Yah, tak sedikitpun saya ragu bahwa bumi akan menyumpah 
dan arsy akan berguncang jika hati ibu di sakiti dan di lukai...


wassalaam,
Ronald

---------- Original Message ----------------------------------
From: "Adrisman" <[EMAIL PROTECTED]>
Reply-To: "Komunitas MINANGKABAU (Urang Awak) Pertama di Internet (sejak  1993)" 
<[EMAIL PROTECTED]>
Date:  Tue, 25 May 2004 10:26:01 +0700

>Akhirnya ia mati syahid. Mbak Nur, [censored] kelompok Sasak, Jakarta
>Selatan II, istri seorang teman. Kira2 2 minggu setelah melahirkan bayi
>pertamanya dengan operasi cesar, setelah kira2 4 hari berjuang untuk
>bertahan hidup dengan bantuan tranfusi darah, trombosit, plasma, infus
>makanan, dan bantuan oksigen, setelah sempat koma....

-------- cut ----------------------
____________________________________________________
Berhenti/mengganti konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke: 
http://groups.or.id/mailman/options/rantau-net
____________________________________________________

Kirim email ke