AYAH Merokok Di Luar Pun Percuma..

 
Ananova.com
Merokok di luar ruangan pun percuma, anak-anak tetap terpapar asap tembakau

Anak-anak yang orangtuanya merokok berisiko dua kali lipat terkena penyakit-penyakit akibat paparan asap tembakau ketimbang anak-anak yang orangtuanya tidak merokok. Bahkan, ketika si ayah atau ibu hanya merokok di teras, dan bukan di ruang tamu yang tertutup.

Organisasi kesehatan dunia (WHO) mengamati, asap tembakau lingkungan (environmental tobacco smoke, ETS) yang sangat membahayakan kesehatan telah mempengaruhi hampir separuh anak-anak di seluruh dunia.

"Berdasarkan penelitian, kebiasaan merokok di rumah mengakibatkan anak-anak terpapar asap rokok lingkungan." Demikian kesimpulan penelitian yang dilakukan di Swedia April lalu, dan dimuat dalam jurnal Pediatrics.

Para peneliti mendeteksi anak-anak yang orangtuanya merokok di rumah memiliki kadar cotinine dua kali lipat dalam tubuhnya. Cotinine adalah, bahan kimia yang muncul ketika tubuh memroses nikotin. Zat berbahaya yang sangat beracun ini ditemukan dalam kencing anak-anak yang orangtuanya hanya merokok di luar ruangan rumah, dengan pintu tertutup.

"Ada spekulasi zat kimia itu berasal dari nafas si perokok, tetapi kami belum melakukan penelitian lebih jauh untuk memastikannya," kata Anna Karin Johansson, salah seorang peneliti di Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Linkoping, Swedia.

Bagi anak-anak yang orangtuanya merokok berpindah-pindah antara di luar ruangan atau di dalam ruangan dengan pintu dan jendela terbuka, rata-rata terpapar asap tembakau 2,4 - 3 kali lebih tinggi ketimbang anak-anak lain yang orangtuanya tidak merokok.       

Sementara buat anak-anak yang orangtuanya merokok secara teratur di dalam ruangan rumah, terpapar asap rokok 15 kali lebih tinggi ketimbang anak-anak lain. 

Penelitian dilakukan antara April 2001 sampai Januari 2003. Para peneliti menganalisa sampel kencing 366 anak-anak yang ayah/ibunya merokok dibandingkan 433 anak-anak yang orangtuanya tidak merokok. Anak-anak tersebut berusia antara 2,5-3 tahun 

Lebih dari 4.000 senyawa kimia beracun telah diidentifikasi dalam asap tembakau lingkungan, sebagian di antaranya dikenal sebagai karsinogen, akselerator dan promotor terjadinya kanker, serta iritan. 

Asap tembaku juga mengandung glikoprotein yang dapat menimbulkan reaksi alergi pada manusia dan meningkatkan pembentukan gumpalan dalam darah, yang bermakna penting bagi perjalanan penyakit (patogenesis) kardiovaskuler dan paru yang berkaitan dengan merokok.

Berbagai studi menunjukkan bahwa risiko relatif untuk terjadinya kanker paru mencapai 1,3 di kalangan nonperokok yang tinggal serumah atau sekantor dengan perokok dibanding nonperokok yang tinggal dengan nonperokok.

Bukti-bukti mutakhir di AS juga menghubungkan adanya kemungkinan kaitan antara paparan ETS dengan meningkatnya risiko kematian akibat serangan jantung di kalangan nonperokok.

Saat ini, asap rokok pasif masih belum dianggap sebagai ancaman oleh kebanyakan orang. Mungkin kita masih perlu lebih banyak bukti korban seperti kisah yang ditulis oleh Prof Iwan dalam jurnal World Health Forum Vol. 12, 1991, berikut ini:

"Bapak X, seorang pria setengah baya yang tinggal di Jakarta. Istrinya meninggal karena kanker paru di Singapura. Dapat dipastikan kematian sang istri adalah akibat asap rokok pasif di rumah, karena Bapak X adalah seorang perokok berat. Langit-langit di rumah mereka sampai berubah jadi kuning karena tar dan nikotin. Dua orang anak mereka yang masih berusia lima dan tujuh tahun sering batuk tak sembuh-sembuh. Kini Bapak X memang sudah memutuskan berhenti merokok. Namun sesal kemudian tak berguna." 

Hari ini, 31 Mei, diperingati sebagai Hari Tanpa Tembakau Sedunia, barangkali inilah saatnya  para perokok mulai memikirkan kesehatan orang-orang yang mereka kasihi di rumah, seperti orangtua, istri/suami, anak-anak, termasuk teman-teman mereka di kantor... (zrp, BBC)


Do you Yahoo!?
Friends. Fun. Try the all-new Yahoo! Messenger
____________________________________________________
Berhenti/mengganti konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke: 
http://groups.or.id/mailman/options/rantau-net
____________________________________________________

Kirim email ke