Ass.ww

Manilai buliah,
tapi bapandapek lain juo buliah,
bacarito fokus buliah

mamotret jo lensa apo sajo buliah
tapi ingat ..... indak ado kamera nan dapek
nan dapek mamoto dari sagalo arah doh
apo lai sagalo isi paruik bisa difoto

janlah matigan inisiatif kawan jo tendensius
tapi caliak isi
ambiaklah hikmah

waktu manarimo nan patamu dulu ambo ikuik tasentak
aia mato sato lo kalua
itulah potret seseorang   kakeadaan kini
bialah inyo punyo kamera nan diskuinyo

baribu maaf, ampun sabaleh jo kapalo
jikok ado nan talantak
sakali lai maaf

Wass.ww

St.P


-----Original Message-----
From:   [EMAIL PROTECTED] [mailto:[EMAIL PROTECTED]]
On Behalf Of RIRI SATRIA
Sent:   Wednesday, May 03, 2000 2:21 PM
To:     '[EMAIL PROTECTED]'
Subject:        RE: [Rantau-Net] FWD: mandikan aku, bunda

>From: Khairi Yusuf
>Sent: Selasa 02 Mei 2000 15:57
>To: [EMAIL PROTECTED]
>Subject: [Rantau-Net] FWD: mandikan aku, bunda


>MANDIKAN AKU, BUNDA

Assalamu'alaikum wr.wb.


Bapak/Ibu, Uda, Uni, Dunasanak kasadonyo ...

Ambo tamasuak urang nan bereaksi keras terhadap renungan ini.
Ambo pernah menerima mail ini beberapa bulan yang lalu ...

Pertama, yang sangat menyakitkan dalam renungan ini adalah,
kita tidak pernah tahu di mana posisi ayah si Alif atau
suami si Rani pada saat kejadian ini. Renungan ini sangat
tendensius untuk menempatkan Rani sebagai ibu si Alif dan
sebagai seorang isteri (yang mewakili kaum wanita) pada
posisi yang salah. Sedangkan suami si Rani atau ayah si Alif ?
Tidak disinggung di sini, dan tidak jelas bersalah atau tidak.
Menurut pandangan saya, renungan ini sangat tendensius dan
menyesatkan, dan menepatkan wanita pada posisi yang selalu
menjadi pihak yang disalahkan ....

Kedua, dari judul renungan ini, sangat terlihat bahwa tugas
memandikan anak (yang merefleksikan tanggung jawab terhadap
anak) semata-mata adalah tanggung jawab bunda (refleksi dari
kaum wanita). Lantas di mana peran pria ? Saya merasa tersinggung
sebagai laki-laki jika tanggung jawab terhadap mengurus anak itu
hanya dibebankan kepada wanita seperti judul renungan tersebut.
Sekali lagi, renungan ini sangat tendensius.

Renungan tersebut sebetulnya sangat menggugah nurani kita, tetapi
sayang sekali, kondisi tendensius pada renungan tersebut bisa
menghapus pesan mulia yang ingin disampaikan.

Demikianlah tanggapan saya terhadap renungan tersebut. Tanggapan
sejenis pernah saya tulis pada milis yang lain.

Saya mohon maaf jika pandangan ini sangat berbeda dengan pandangan
dunsanak-dunsanak yang lain. Kebenaran datangnya dari Yang Maha
Kuasa, jika ada kesalahan, itu semata adalah hasil proses berpikir
saya yang masih belajar ....

Wassalam
~Riri



LAPAU RantauNet di http://lapau.rantaunet.web.id
Isi Database ke anggotaan RantauNet:
http://www.egroups.com/database/rantaunet?method=addRecord&tbl=1
=================================================
WEB-EMAIL GRATIS ... @rantaunet.web.id ---> http://mail.rantaunet.web.id
=================================================
Subscribe - Mendaftar RantauNet Mailing List, kirimkan email
Ke / To: [EMAIL PROTECTED]
Isi email / Messages: subscribe rantau-net email_anda

Unsubscribe - Berhenti menerima RantauNet Mailing List, kirimkan email
Ke / To: [EMAIL PROTECTED]
Isi emai / Messages: unsubscribe rantau-net email_anda
=================================================
WebPage RantauNet http://www.rantaunet.web.id dan Mailing List RantauNet
adalah servis dari EEBNET http://eebnet.com, Airland Groups, USA
=================================================

Kirim email ke