----- Original Message -----
Sent: Thursday, May 04, 2000 9:58
AM
Subject: RE: [Rantau-Net] FWD: mandikan
aku, bunda
Ass.ww
Manilai buliah,
tapi bapandapek lain juo
buliah,
bacarito fokus buliah
mamotret jo lensa apo sajo
buliah
tapi ingat ..... indak ado kamera nan dapek
nan dapek mamoto dari
sagalo arah doh
apo lai sagalo isi paruik bisa difoto
-------------------------------------
Evi:
Ass.wr.wb.
Mamak Parapatiah yang terhormat. Bari maaf dek sato pulo ambo manyolo
sakenek soal potret mamotret ko.
Mak, memang tak ada kamera yang mampu memotret sebuah obyek secara
menyeluruh apalagi dari permukaan langsung kedalam perut manusia.
Alat hanyalah alat. Bahkan telescope hubble yang disiapkan untuk memotret alam
semestapun tak mampu melakukan pemotretan seluruh alam semesta ini seperti
yang kita bayangkan dalam imajinasi. Oleh karena itu setiap alat potret
butuh angle agar objek yang akan dipindahkan kemedia dapat mewakili
pikiran si pemotret (operator) bahwa gambar yang dia kehendaki
persis seperti realita yang dia tangkap lewat matanya.
Sekarang kita balik ke diskusi. Potret yang Mamak maksud diatas,
renungan peran perempuan yang mamak analogikan ke potret memotret diatas,
punya rahasia tersembunyi. Ia dipotret dari satu angle saja!! Katakan 45
derajat. Dan sedihnya ini dilakukan berulang-ulang sampai kemudian
kebanyakan orang menilai demikianlah seharusnya potret yang bagus. Jika
kemudian ada yang berpendapat lain, suara terbanyak kebanyakan akan
bicara seperti ini:
janlah matigan inisiatif kawan jo
tendensius
tapi caliak isi
ambiaklah hikmah
Kenapa sih Mak,jika
sekali-sekali operator memotret dengan menggunakan angle yang
lain? Atau kenapa sih Mak jika sekali-sekali beda pendapat di RN ini?
Wassalam,
Evi