|| || o ||
_o_,_\ ,;: .'_o_\ ,;: (_|_;: _o_,_,_,_;
( .. / (_) / ( .
As-Salaam 'Alaikum wa-Rahmatullahi wa-Barakatuhu
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Senin, 13/11/2000 11:07 wib
ADI SASONO KETUA UMUM ICMI:
Saya Memimpin dengan Budaya Minang
mimbarminang.com -
Kepemimpinan ICMI mendatang dijanjikan oleh Ketua terlipilihnya Adi Sasono
untuk tidak lagi bertekanan budaya Jawa yang sarat dengan feodalisme. Dia
akan menerapkan budaya Minang yang egaliter.
Ketua Umum ICMI terpilih, Adi Sasono menjanjikan akan menjalan kepemimpinan
egaliter sebagaimana yang berlaku di Minangkabau.
�Saya akui selama ini ada kesan kepimpinan di ICMI bertekanan budaya Jawa
yang bernuansa feodal. �Karena itu saya akan pakai saja budaya Minangkabau
yang egaliter. Di Minangkabau pemimpin itu hanya ditinggikan seranting dan
didahulukan selangkah,� katanya saat berpidato pada penutupan Muktamar III
ICMI yang mengantarkannya ke pucuk pimpin organisasi cendekiawan Islam itu.
Mantan Menteri Koperasi itu pada Ahad (12/11/2000) dinihari terpilih menjadi
Ketua Umum ICMI masa bakti 2000-2005 dalam sesi pemilihan yang demokratis.
Adi, terpilih dengan dukungan suara mutlak sebanyak 283 suara. Ia sekaligus
menyisihkan kandidat lainnya Muslimin Nasution (44 suara), Marwah Daud
Ibrahim (32 suara) dan Jimly Ashiddiqie (6 suara).
Sebelum dimulai pemilihan Ketua Umum, satu dari lima kandidat yakni Amin
Aziz menyatakan mengundurkan diri. Dari total suara yang diperebutkan, enam
diantaranya dinyatakan sebagai tidak sah dan abstain.
Terpilihnya Adi Sasono sudah diduga sebelumnya oleh banyak pihak saat
penentuan calon ketua umum pada Sabtu malam. Ketika itu, Adi Sasono didukung
34 dari 35 Orwil (organisasi wilayah), Muslimin 28, Marwah 16 dan Jimly
didukung lima Orwil.
Muktamar III ICMI di Padepokan Pencak Silat Taman Mini Indonesia Indah,
Jakarta itu juga menelurkan keputusan penting lainnya. Yakni mengubah azas
ICMI dari Pancasila menjadi aberazas Islam. Usulan pengubahan azas ICMI dari
Pancasila menjadi Islam itu datang dari Husein Umar. Usulan itu langsung
mendapat dukungan besar dari muktamirin.
Wartawan Mimbar Minang, Hasil Chaniago dan Syafrud-din Al melaporkan dari
arena muktamar bahwa usulan Hu-sein itu akhirnya mendapat dukungan lebih
dari 90 persen suara. Sebagaimana janji Adi Sasono untuk tidak
mengkonsentrasikan fungsionaris ICMI dari satu kelompok etnis, aliran
politik dan faksi-faksi Islam sendiri dibuktikan dengan ke-beragaman latar
belakang para pengurus terpilih.
Kesan awam bahwa Adi berseberangan dengan kelompok tradisionalis terbantah
d-ngan didudukkannya KH Shalahuddin Wahid. Adi Gus Dur yang juga pengurus
PBNU dan Partai Kebangkitan Umat itu du duk sebagai salah seorang Ketua.
Muhammadiyah juga dicerminkan dengan duduknya Ahmad Watik Pratiknya dan
Dawam Rahardjo. Begitu juga dengan Amin Aziz yang merupakan salah seorang
pengurus Partai Amanat Nasional. Warna PDI Perjuangan juga terlihat dari
kehadiran Musli-min Nasution yang duduk sebagai Ketua Dewan Pakar
menggantikan Amien Rais.
Bagaimana dengan Golkar? Wajah Partai bekas mesin po-litik ordebaru itu
terlihat dengan kehadiran Marwah Daud Ibrahim yang kini duduk seba-gai
Sekretaris Umum. Adi sendiri pernah duduk sebagai pengurus Golkar, walaupun
dia juga sempat bergabung dengan Partai Daulat Rakyat. Bahkan oleh PDR ia
dicalonkan jadi Presiden (saat ia menjadi Men-kop) dan akibat ia tak mau
berkampanye untuk Golkar, ia dipecat jadi Menkop.
Dari kalangan pengusaha terlihat nama Irman Gusman, bos Prinavin dan Khage
Grup sebagai Bendaharawan Umum.
Keberagamanan etnis dan geografis juga terlihat dari susunan pengurus baru
ICMI. Adi, Dawam, Ahmad Tirtosu-diro berlatar Jawa, sementara dari Sumatra
terdapat nama-nama Hasballah M Saad (Aceh), Muslimin Nasution (Sumut), Irman
Gusman (Sumbar), Jurai-ni Jamal (Sumbar) dan Jimly Ashiddiqie (Sumsel).
Semen-tara dari Indonesia Timur ada nama Marwah Daud Ibrahim serta BJ
Habibie yang dipilih sebagai Ketua Kehormatan. Selain itu, ICMI juga
membentuk Pokja-Pokja yang bertugas membantu dan mencari solusi di
wilayah-wilayah yang dilanda konflik, untuk konflik Aceh, tim Pokja dipimpin
oleh Buya Ismail Hasan Metareum, untuk konflik di Kalbar, Maluku Irja, dan
NTT, tim Pokja dipimpin oleh Hasbalaah M Saad, sementara untuk membantu
korban bencana tanah longsor di Cilacap dan Purworejo, tim dipimpin oleh
Ketua Yayasan Dompet Dhuafa Republika, Parni Hadi.
Jimly Assiddiqi memimpin Pokja untuk membangun hu-bungan dengan dunia
interna-sinal, sedangkan pendidikan jarak jauh diserahkan kepada Taufik
Ahmad.
ICMI tidak jadi Oposisi
Pada sambutannnya pertama-nya setelah terpilih sebagai Ke-tua ICMI Pusat,
Adi Sasono mengatakan bahwa ICMI tidak akan menjadi kekuatan oposisi.
�Jangan khawatir. ICMI tidak akan menjadi oposisi,� tegasnya.
Menurut dia, kalaupun ada kritik yang disampaikan ICMI kepada pemerintah
akan di-sampaikan sesuai dengan misi kecendekiawanan ICMI. Meski tidak
menjadi oposisi, kata dia, ICMI tidak akan membungkuk kepada kekuasaan.
�Kita tidak boleh menjilat kekuasaan,� katanya.
Namun, ia kembali menegas-kan, ICMI tidak akan menjadi oposisi meski
didorong-dorong menjadi oposisi. �Karena ICMI bukan partai politik,�
tegasnya. Muktamar ke-3 ICMI, kata dia, menampik sinyalemen banyak kalangan
yang meng-anggap ICMI telah terpuruk ketika kehilangan cantelan pada
kekuasaan. �Ketika ada yang mengatakan ICMI ter-puruk, terbukti saat ini
ICMI tidak terpuruk,� katanya.
Mailing List RantauNet http://lapau.rantaunet.web.id
Database keanggotaan RantauNet:
http://www.egroups.com/database/rantaunet?method�dRecord&tbl=1
����������������Mendaftar atau berhenti menerima dari RantauNet Mailing List, kirimkan
email
Ke / To: [EMAIL PROTECTED]
Isi email / Messages, ketik pada baris/kolom pertama:
- mendaftar: subscribe rantau-net [email_anda]
- berhenti: unsubscribe rantau-net [email_anda]
[email_anda] sikan alamat email anda tanpa tanda kurung
����������������WEB-EMAIL GRATIS ... @rantaunet.web.id --->
http://mail.rantaunet.web.id
-------------------------------------------------------------------------------------------------
WebPage RantauNet http://www.rantaunet.web.id dan Mailing List RantauNet
adalah servis dari EEBNET http://eebnet.com, Airland Groups, USA
����������������