Selasa, 14/11/2000 15:08 wib
KECELAKAAN MAUT DI SIJUNJUNG Sopir NPM Serahkan Diri
mimbarminang.com - Suherman (30), sopir NPM BA 3203 AB yang
menghilang sesaat setelah bus yang ia kemudikan menabrak
truk tanki BA 9914 AK di jalan Lintas Sumatra km 156
dari Padang menuju Muaro Sijunjung, Ahad (12/11/2000) sudah menyerahkan diri ke polisi.
Hal ini dikatakan Kapolres Sawahlunto Sijunjung Superintenden Drs. Slamet Supandi, menjawab Mimbar
Minang, saat menghadiri acara serahterima jabatan
Kapolres 50 Kota, Senin (13/11/2000). Dikatakan Kapolres, Suherman
melarikan diri karena takut akan dihakimi massa, makanya
setelah kecelakaan terjadi ia menghilang. Dan hari itu
juga, ia telah menyerahkan diri ke polisi untuk
mempertanggungjawabkan perbuatannya.
Kecelakaan ini terjadi kata Kapolres, tersangka melarikan bus dengan kecepatan tinggi dan ketika
berpapasan dengan truk tangki yang sedang berhenti, ia
kehilangan kendali. Akibatnya, badan bus bagian sebelah
kiri ringset karena menabrak truk tengki. “ Hanya badan bus sebelah kiri yang rusak berat dan korban juga kebanyakan penumpang
yang duduk di bangku sebelah kiri. Ditambah lagi susana
yang berkabut,” kata Slamet Supandi.
Menurut Kapolres, jumlah korban sampai saat ini tercatat sebanyak 12 orang, lima orang tewas di
lokasi kejadian masing-masing, Andri Suwarno (6 bulan)
beralamat di Embun Pagi Matur Bukittinggi, Yunizar (21)
berlamat di Embun Padi Matur Bukittinggi, H. Slamet (73), guru MTSN Kampung Tiga Oku Palembang, S.Pahlawan (73), Bawan Tangah Batu
Sangkar, dan Warman (50), pengemudi yang alamatnya tidak
diketahui.
Sedangkan tujuh penumpang lainnya, lima diantaranya meng alami luka berat yakni, Nuraini (50)
beralamat di Embun Pagi Matur Bukittinggi, Yusneli (34)
guru, beralamat di jalan Basuki Rahmat Lorong Ening Sari
No.43 Komplek Bea Cukai Palembang, Muhammad (50), guru,
warga Kampung Tiga Oku Palembang, Rosaini (50), guru, Kampung Tiga Oku Palembang, Yulidar (46) Payakumbuh, Ali Husin (33) Kepala
MTSN II Palembang, dan Rosmala Dewi (33), guru jalan
Suka Bangun Dua Palembang.
Para korban, setelah dievakuasi dilarikan
ke RSUP M.Ja-mil Padang. “Korban yang tewas sudah
dijemput oleh pihak keluarganya dan penumpang yang
mengalami luka-luka masih dalam perawatan tim medis,” kata Kapolres. Seperti yang diberitakan Mimbar Minang kemarin, bus NPM yang sarat dengan penumpang menabrak
mobil tanki sekitar pukul 03.00 dini hari. Menurut salah
seorang penumpang yang selamat, pagi itu kabut turun
cukup tebal sehingga menutupi pemandang an di depan.
Lampu bus tidak sangup untuk menerangi jalan.
Bus yang dikemudikan Suherman ini datang dari arah Muaro Bungo hendak menuju ke Padang.
Penumpang yang sebagian besar tengah tertidur pulas,
tiba-tiba dikejutkan suara benturan yang cukup keras.
Disusul, ambruknya kaca mobil dan menerpa para penumpang yang kebanyakan wanita. Truk tanki yang sedang rusak tersebut berhenti di
jalan lurus, sebelah kiri dari arah Muaro Bungo. Bus
menabrak dari arah belakang.(jon)
|