Semoga korban yang meninggal mendapat tempat yang layak disisinya 
dan korban lainnya tabah dalam menenerima cobaan ini.

Bandaro
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~


http://www.kompas.com/kompas-cetak/0011/26/UTAMA/oran01.htm
      

Minggu, 26 November 2000

              Longsor di Sumatera Barat 
              18 Orang Tewas Tertimbun

Tarusan, Kompas
Bencana alam kembali melanda Sumatera Barat.
Hujan lebat terus-menerus sampai Sabtu (25/11), menyebabkan
galodo (longsoran  berisi material tanah dan bebatuan besar) dari Bukit
Sangguling, di Dusun Taratak Teleng, Desa Talawi, Kenagarian Barung-
barung Belantai, Kecamatan XI Koto Tarusan, Kabupaten Pesisirselatan,
sekitar 42  km selatan Padang. Galodo menghantam 10 unit rumah
dan dua  warung. Sebanyak 30 orang tertimbun, 13 di antaranya
diselamatkan, mereka dalam keadaan luka-luka, sedangkan 18 orang
lainnya dilaporkan tewas tertimbun.Wartawan Kompas Yurnaldi, yang 
berada di lokasi saat kejadian, ketika hendak menyerahkan bantuan 
Dana Kemanusiaan Kompas (DKK)untuk 125 balita gizi buruk di Painan, 
melaporkan, seorang korban ditemukan tewas 15 menit setelah kejadian,
bernama Marnis alias Upik (35).
  Dalam peristiwa yang terjadi Sabtu (25/11) pukul 07.00 itu, korban
yang tertimbun dan diyakini masyarakat sudah tewas adalah Ade,
Zainal, Iki, dua orang adik Iki tetapi belum diketahui namanya, Itin,
Indah, Nia, Desi, Iyel, Isel, Livia, Indah, Sakai, Wid, Nak Ali, dan Ati. 
"Sedang 13 korban yang berhasil diselamatkan dalam keadaan luka-luka. 
Sebanyak 11 orang di antaranya dilarikan ke Puskesmas Tarusan dan 
dua orang ke Puskesmas Barung-barung Belantai,  yakni Aang dan 
Ardison, " kata Sekretaris DesaTalawi, Irfan Effendi.

  Menurut Irfan, kemungkinan korban yang tertimbun lebih dari 17
orang, karena bisa jadi ada pejalan kaki yang saat kejadian ikut
tertimbun pula. Namun yang pasti, 17 orang itulah.

Telat mengungsi 
  Akibat ditemukan dua retakan besar sepanjang 100 meter bagian
utara sekitar lokasi galodo, 600 jiwa warga Desa Talawi, kemarin
mengungsi ke lokasi aman. Sedikitnya ada 50 unit rumah yang
terancam hantaman galodo jika curah hujan masih tinggi melanda
daerah itu.

"Warga sejak semalam sudah kita ingatkan agar waspada dan segera mengungsi.
Sebab hujan lebat tidak menunjukkan tanda-tanda akan mereda. Sedang mereka
tinggal di lereng bukit yang tanahnya labil. Musibah melanda mereka yang
telat mengungsi," kata Irfan. Menurut keterangan, peristiwa naas tersebut
terjadi saat sebagian warga masih terlelap atau belum memulai aktivitas bertani,
masih berdiam di rumah karena hujan masih belum reda. 

"Hanya terdengar bunyi gemuruh yang dahsyat, lalu tiba-tiba bebatuan
dan tanah menerjang rumah dan sebagian membawa hanyut ke Batang Tarusan,
yang tak jauh dari pinggir jalan," kata Zulkifli, salah seorang saksi mata.
Batang tarusan yang lebarnya  sekitar 50 meter itu berarus deras 
-sekitar 550 meter kubik/detik- karena air bah. Evakuasi untuk mencari 
korban tang tertimbun, baru bisa dilakukan enam jam setelah kejadian. 

Putus total
   Bagian Bukit Sangguling yang runtuh dan menghantam 10 unit rumah 
dan dua warung itu sepanjang lebih kurang 300 meter. Selain menimbun 
rumah dan 18 orang, juga menimbun badan jalan sepanjang 210 meter.

Badan jalan sepanjang 50 meter di antaranya rusak berat dilanda
galodo tersebut. Hubungan Padang-Painan dan Provinsi Bengkulu 
putus. Ratusan kendaraan dari arah selatan seperti Bengkulu dan
Painan dan juga dari arah utara, yakni dari Padang, terjebak macet.

Ribuan penumpang, umumnya mahasiswa, yang hendak pulang kampung untuk
melaksanakan acara balimau (tradisi memasuki bulan Ramadhan di Minangkabau-Red),
terpaksa batal, kecuali berani menempuh tanah 
berlumpur bekas galodo setinggi 1-5 meter.

Tidak hanya hubungan darat di jalan nasional itu terputus, hubungan
komunikasi via telepon juga putus. "Telepon baik dari Padang ke 
Pesisirselatan atau sebaliknya, tidak bisa sambung sejak tiga hari
terakhir," kata Rini, mahasiswa Universitas Negeri Padang. 

Akibat ada jaringan transmisi listrik yang terganggu karena bencana
itu, warga Pesisirselatan untuk sementara tidak dapat menikmati
listrik PLN. 

Sehari sebelumnya, di desa tetangga, Pasar Baru, tujuh unit rumah
dihanyutkan air bah. "Semua penghuni rumah selamat, tak ada korban 
meninggal," kata Rasyidin, Kepala Desa Pasar Baru.

Menurut laporan Sarkorlak PBA Pesisirselatan, banjir yang melanda
Kecamatan Bayang dan Tarusan, sejak 22 November, merendam
ribuan rumah, merusak 1000 hektar sawah dan menyebabkan
kerugian sekitar Rp 31 milyar. Data ini belum termasuk kerugian
yang diderita korban bencana galodo 

Sampai Sabtu kemarin, hujan lebat masih melanda hampir seluruh
daerah di Sumbar. Korban tewas akibat bencana banjir, tanah
longsor dan galodo, yang melanda Sumatera Barat sudah 24 orang. *

Mailing List RantauNet http://lapau.rantaunet.web.id
Database keanggotaan RantauNet:
http://www.egroups.com/database/rantaunet?method=addRecord&tbl=1
=================================================
Mendaftar atau berhenti menerima dari RantauNet Mailing List, kirimkan email
Ke / To: [EMAIL PROTECTED]
Isi email / Messages, ketik pada baris/kolom pertama:
- mendaftar: subscribe rantau-net [email_anda]
- berhenti: unsubscribe rantau-net [email_anda]

[email_anda] = isikan alamat email anda tanpa tanda kurung
=================================================
WEB-EMAIL GRATIS ... @rantaunet.web.id ---> http://mail.rantaunet.web.id
-------------------------------------------------------------------------------------------------
WebPage RantauNet http://www.rantaunet.web.id dan Mailing List RantauNet
adalah servis dari EEBNET http://eebnet.com, Airland Groups, USA
=================================================

Kirim email ke