http://www.republika.co.id/cetak_detail.asp?id=12060&kat_id=3

Banjir Sumbar Telan Empat Korban
Hubungan Padang-Painan Putus
Laporan: rul

PADANG -- Banjir dan tanah longsor di tujuh Dati II di Sumatera Barat yang 
terus mengganas menelan empat korban jiwa, tiga di antaranya berasal dari 
satu keluarga. Hubungan Padang-Solok masih belum pulih. Sementara jalan 
darat Padang-Painan sepanjang 78 km putus total.
Akibat musibah ini hampir seribu KK diungsikan, terbanyak dari Kodya Solok 
sejumlah 821 KK, Pesisir Selatan 100 KK, Pariaman puluhan KK. Mereka kini 
menempati sejumlah rumah dan fasilitas umum yang aman.

Hingga sore kemarin, di Kodya Solok hujan lebat masih saja turun. Di Padang 
setelah kelihatan matahari selama tiga jam, mendung kembali menyungkup kota 
itu. Di Pariaman hujan juga masih turun. Hal serupa terjadi pula di 
Kabupaten Agam dan Pasaman.

Kabupaten yang terkena banjir adalah Solok, Agam, Pariaman, dan Pesisir 
Selatan, serta Kodya Solok dan Kodya Padang. Sementara di Sepuluh Koto Tanah 
Datar, terjadi tanah longsor.

Hubungan darat Padang-Painan (78 km), ibu kota Kabupaten Pesisir Selatan, 
putus, karena sejumlah ruas jalan telah menjadi sungai. Selain itu ruas 
jalan Padang-Painan ini tertimpa sekitar 16 ribu kubik tanah longsor di tiga 
titik. Satu titik sudah mulai dikerjakan, tapi tanah yang berhasil 
disingkirkan baru sekitar lima ribu kubik. Dua titik lainnya pada kilometer 
19 dan 21 masih belum bisa dikerjakan. Di antara dua titik ini, sebanyak 60 
unit kendaraan terjebak.

Hubungan Bukittinggi dan Lubukbasung, ibu kota Kabupaten Agam, juga putus. 
Penyebabnya, longsor menghantam badan jalan di Nagari Penta, Kecamatan 
Matur, menjelang kelok 44 Maninjau. Sementara Manggopoh dekat Lubukbasung, 
atau sekitar 70 Km dari Padang arah utara, terendam air setinggi dua meter. 
Jalan kabupaten di Junujang Siriah, Kabupaten Solok, juga longsor sepanjang 
25 meter. Ini menyebabkan putusnya hubungan desa-desa di daerah itu, dengan 
ibu kota kabupaten.

Kakanwil PU Sumbar, Ismet mengatakan kepada Republika kemarin jalan poros 
Padang-Bukittinggi juga tertimpa longsor. Tapi, katanya, kendaraan masih 
bisa lewat satu-satu. Dari sejumlah penumpang bus di terminal Lintas Andalas 
didapat keterangan, mereka terpaksa jalan kaki di Lembah Anai, karena 
longsor. Namun menjelang sore hubungan pulih kembali. Jika jalan 
Padang-Bukittinggi juga putus, maka Padang menjadi kota mati, sebab 
Padang-Solok dan Painan masih belum pulih.

Sekda Pesisir Selatan, Yerli Asir, yang dikontak kemarin menjelaskan sekitar 
10 ribu unit rumah di empat kecamatan di kabupaten itu terendam air. 
Sejumlah penduduk diungsikan. Sejumlah desa masih terkepung genangan air dan 
belum diketahui nasib penduduk di desa itu.

Jalan Padang-Painan, tepatnya di Nagari Baruang Balantai, terendam air 
setinggi dua sampai tiga meter. Juga di desa Duku, Sungai Liek dan Desa 
Api-api. Di Kecamatan Batang Kapas terjadi tanah longsor, sehingga 
melumpuhkan lalu lintas arah ke Sungaipenuh, Kerinci.
Hampir 10 ribu unit rumah di empat kecamatan di Pesisir Selatan terendam 
air. Rumah itu tersebar di Kecamatan Arusan, Bayang, Batang Kapeh, dan 
Lenggayang. Belum diketahui luas sawah yang rusak akibat banjir ini.

Masih di Pesisir Selatan, nasib warga di Nagari Tuiak, Ampiang Parak, Gurun 
Panjang, Sungai Putiah, Batang Ampalu Tarusan, belum diketahui, karena 
desa-desa itu terkepung banjir Batang (sungai) Tarusan dan Sungai Bayang. 
Sejumlah warga yang tidak sempat mengungsi, dilaporkan tidur di bubungan 
atap rumahnya.

Dari Pariaman didapat laporan, banjir telah melanda kawasan Tapakis di 
Kecamatan Nan Sabaris, kemudian di Pariaman Selatan, Lubuk Alung, dan Pasar 
Usang. Menurut Sekda Pariaman Ali Amran Abbas, pihaknya sudah mengedrop 
makanan dan mie ke lokasi banjir, sebab penduduk tidak bisa lagi memasak.

Di Pariaman jatuh tiga orang korban akibat tanah longsor di Nagari Sibaruas, 
Kecamatan Sungai Limau. Rasima, ibu berusia 45 tahun, tewas bersama dua 
anaknya Riko (15) dan Novi (7). Sementara suaminya, Kalami (52), berhasil 
menyelamatkan diri, tapi kaki kirinya patah. Anak-beranak ini tewas di atas 
rumahnya yang tertimbun tanah longsor.
Di desa ini, dua rumah lumat dihimpit longsor. Korban jiwa lainnya ditemukan 
di Kodya Solok, yaitu seorang ibu bernama Nurami (49). Ia tewas karena 
terjatuh dari loteng, lalu dihanyutkan air. Jenazahnya baru ditemukan siang 
kemarin, setelah jatuh pada malam sebelumnya.

Situasi kota Solok dilaporkan makin parah. Hujan lebat masih saja turun. 
Anak-anak mulai sakit perut. Tim SAR yang diturunkan, tidak bisa meng-cover 
semua tempat. Dapur-dapur umum telah didirikan, tapi terasa masih saja belum 
memadai.

Di Padang, ribuan unit rumah di berbagai pemukiman di Tabing, Koto Tangah 
sampai ke arah batas kota arah utara, tidak bisa beraktivitas, karena rumah 
dan pekarangan mereka masih digenangi air.

Dikhawatirkan jika air tidak menyusut, bukan saja mereka akan kekurangan 
bahan pangan, tapi juga akan terserang penyakit. Gubernur Sumbar Zainal 
Bakar kemarin meninjau sejumlah lokas banjir dan tanah longsor di kota itu.
_____________________________________________________________________________________
Get more from the Web.  FREE MSN Explorer download : http://explorer.msn.com


Mailing List RantauNet http://lapau.rantaunet.web.id
Database keanggotaan RantauNet:
http://www.egroups.com/database/rantaunet?method=addRecord&tbl=1
=================================================
Mendaftar atau berhenti menerima dari RantauNet Mailing List, kirimkan email
Ke / To: [EMAIL PROTECTED]
Isi email / Messages, ketik pada baris/kolom pertama:
- mendaftar: subscribe rantau-net [email_anda]
- berhenti: unsubscribe rantau-net [email_anda]

[email_anda] = isikan alamat email anda tanpa tanda kurung
=================================================
WEB-EMAIL GRATIS ... @rantaunet.web.id ---> http://mail.rantaunet.web.id
-------------------------------------------------------------------------------------------------
WebPage RantauNet http://www.rantaunet.web.id dan Mailing List RantauNet
adalah servis dari EEBNET http://eebnet.com, Airland Groups, USA
=================================================

Kirim email ke