http://www.mediaindo.co.id/cetak/news.asp?id=2000112700153662 1.200 Orang Terperangkap Tanah Longsor di Sumbar Media Indonesia - Berita Utama (27/11/2000 00:15 WIB) PADANG (Media): Sedikitnya 1.200 warga Desa Duo Koto Malalo, Kabupaten Tanah Datar, Sumatra Barat (Sumbar), terperangkap tanah longsor. Sementara 1.000 penduduk di daerah rawan bencana sejak Sabtu telah diungsikan. Sekretaris Daerah Kabupaten Tanah Datar Sultani Wirman, di lokasi pencarian korban, Minggu petang kepada Media mengatakan operasi pencarian terhadap korban dikendalikan dari Posko Penanggulangan Bencana yang dipusatkan di SLTA Malalo. Menurut Sultani, korban tewas yang berhasil ditemukan baru lima orang yaitu Malin Mawi, 50, Manijun, 32, Endah, 55, Udin Aba, 35 dan Simai, 35. Sedang korban lain yang belum ditemukan berjumlah 12 orang. Bencana alam tanah longsor di Desa Duo Koto Malalo, Tanah Datar dan Desa Talawi, Kecamatan Koto XI Tarusan, Kabupaten Pesisir Selatan menelan sedikitnya 65 korban. Para korban yang diduga tertimbun tanah longsor itu, hingga Minggu petang, belum ditemukan. Bencana tanah longsor, Jumat dan Sabtu, di Desa Talawi mengakibatkan 40 orang hilang tertimbun dan terseret tanah longsor. Menurut Sekretaris Daerah Kabupaten Pesisir Selatan OS Yerli Asir, 30 orang Tarusan dilaporkan hilang, dua tewas, dan 10 rumah tertimbun tanah longsor. Sedangkan di Kecamatan Bayang, warga yang hilang 10 orang, 10 rumah tertimbun longsor. Sultani mengatakan di Desa Duo Koto Malalo, 25 orang dilaporkan hilang, 15 rumah hanyut terbawa arus deras, dan 40 rumah lainnya rusak berat akibat bencana tanah longsor dan banjir. Sementara sawah yang rusak mencapai 250 hektare lebih. Dia mengatakan sekitar 1.000 orang yang tinggal di daerah rawan bencana, sejak Sabtu malam telah diungsikan ke SD Negeri 44 Simpang Payo, MTsN Batu Taba, MAN Sumpur, dan TPA/TPSA Sumpur. Menurut data di Pemda Sumbar, korban tewas dalam musibah longsornya tebing bukit di Desa Talawi, Tarusan, Pesisir Selatan diperkirakan mencapai 17 orang. Tiga di antaranya--yang terkubur hidup-hidup--ditemukan sudah jadi mayat. Sedang 14 lainnya sampai kemarin belum diketahui nasibnya. Di Kabupaten Padang Pariaman bencana banjir dan tanah longsor menimpa delapan kecamatan, mengakibatkan ribuan rumah terendam air, ribuan ternak mati, dan ratusan hektare sawah rusak berat. Hingga kemarin korban tewas yang terdata di Pemda Sumbar berjumlah 12 orang. Gubernur Sumatra Barat Zainal Bakar SH dan rombongan yang mencoba mencapai lokasi bencana terhambat arus banjir yang cukup besar. Saat meninjau lokasi tanah longsor di Desa Duo Koto, Malalo, Gubernur mengatakan atas nama seluruh rakyat, pemda menyatakan Sumbar dalam kondisi berkabung dan bersedih atas musibah ini. Bupati Tanah Datar Masriadi Martunus mengatakan saat ini masih terdapat satu desa di bukit itu, namun tidak terkena longsor. Sekitar 800 jiwa penduduk desa itu kini terperangkap dan tidak bisa ke mana-mana. Para petugas yang hendak menyalurkan bantuan juga mengalami kesulitan mencapai lokasi itu _____________________________________________________________________________________ Get more from the Web. FREE MSN Explorer download : http://explorer.msn.com Mailing List RantauNet http://lapau.rantaunet.web.id Database keanggotaan RantauNet: http://www.egroups.com/database/rantaunet?method=addRecord&tbl=1 ================================================= Mendaftar atau berhenti menerima dari RantauNet Mailing List, kirimkan email Ke / To: [EMAIL PROTECTED] Isi email / Messages, ketik pada baris/kolom pertama: - mendaftar: subscribe rantau-net [email_anda] - berhenti: unsubscribe rantau-net [email_anda] [email_anda] = isikan alamat email anda tanpa tanda kurung ================================================= WEB-EMAIL GRATIS ... @rantaunet.web.id ---> http://mail.rantaunet.web.id ------------------------------------------------------------------------------------------------- WebPage RantauNet http://www.rantaunet.web.id dan Mailing List RantauNet adalah servis dari EEBNET http://eebnet.com, Airland Groups, USA =================================================

