http://www.republika.co.id/online_detail.asp?id=12167&kat_id=23

Minggu, 26 Nopember 2000  19:32:00
Longsor Sumbar Kini Telan 99 Korban
1500 Jiwa Kelaparan, Anak-anak Diserang Diare
Laporan: Khairul Jasmi

Padang-RoL--Hujan lebat tak henti-hentinya menguyur provinsi Sumatera Barat. 
Longsor tanah pun tak bisa dihindari. Dan pada hari Minggu ini (26/11/00), 
korban tertimbun longsor bertambah 20 orang, sehingga total tewas 99 orang, 
sebagian sudah ditemukan, sisanya masih dicari.

Di sisi lain, hujan juga membuat sungai terus meluap, banjir. Di Kecamatan 
Batang Kapas, Kabupaten Pesisir Selatan Sumbar, sungai besar yang membelah 
kecamatan itu, telah mengisolasi lima desa. Sejak Selasa pekan lalu, air 
menggenangi desa mereka secara bervariasi, antara setengah sampai 2,5 meter.

Ketujuh desa itu, Inunang, Tuik, Sungai Nyalo, Lubuak Nyiur dan Taratak 
Tampatih. Kemudian Desa Kubung, Padang Galundi, Kotobaru dan Kototuo. 
Sebanyak delapan ribu jiwa sejak Selasa tidak mendapat pasokan makanan. 
Namun, yang lebih parah sebanyak 1500 jiwa. Mereka kini diperkirakan 
kelaparan

Warga yang 1500 jiwa itu, adalah warga desa kelahiran Ketua DPRD Sumbar Buya 
Arwan Kasri. ''Orang kampung saya sejak Selasa tidak makan,'' kata Buya 
Minggu (26/11/00). Beras yang dikirim ke lokasi baru beberapa karung dan 
kemarin gubernur membantu satu ton beras dan sejumlah uang.

Tapi, tak seorangpun yang dapat memastikan, bagaimana pasokan makana bisa 
sampai ke desa itu, sebuah desa yang berjarak lebih dari 100 Km dari Padang 
arah selatan. Jika hendak ke desa dalam perut Bukit Barisan itu, hanya ada 
dua sampan kecil. Sementara Sungai Batang Kapas, airnya meluap dan menggila

Jika sampai Senin, pasokan beras dan makanan lainnya tidak sampai ke sana, 
maka dapat dipastikan, persoalan serius akan menimpa mereka. Bupati Pesisir 
Selatan Darizal Basir kepada watawan di lokas bencana menuturkan, pihaknya 
suda berupaya untuk mendrop beras ke sana. Namun medan yang berat sulit 
dlewati. Apalagi tenaga sukarela tidak ada yang pofesional.

Hasil pantauan Republika juga menunjukkan, ratusan anak-anak mulai terserang 
diare, sakit perut da mencret. Sebanyak 90 persen desa dari total 189 desa 
di Kabupaten Pesisir Selatan, sejak Selasa sampai kemarin masih terendam 
air. Karena itu, dapat dipastikan, ribuan anak-anak kini sangat rentan 
terhadap berbagai penyakit. Kadinas Kesehatan Sumbar, dr. Abdul Rival yang 
turun ke lokasi, menyebutkan, peyakit semacam diare, mencret dan sakit 
perut, memang sangat mudah menyerang anak-anak
_____________________________________________________________________________________
Get more from the Web.  FREE MSN Explorer download : http://explorer.msn.com


Mailing List RantauNet http://lapau.rantaunet.web.id
Database keanggotaan RantauNet:
http://www.egroups.com/database/rantaunet?method=addRecord&tbl=1
=================================================
Mendaftar atau berhenti menerima dari RantauNet Mailing List, kirimkan email
Ke / To: [EMAIL PROTECTED]
Isi email / Messages, ketik pada baris/kolom pertama:
- mendaftar: subscribe rantau-net [email_anda]
- berhenti: unsubscribe rantau-net [email_anda]

[email_anda] = isikan alamat email anda tanpa tanda kurung
=================================================
WEB-EMAIL GRATIS ... @rantaunet.web.id ---> http://mail.rantaunet.web.id
-------------------------------------------------------------------------------------------------
WebPage RantauNet http://www.rantaunet.web.id dan Mailing List RantauNet
adalah servis dari EEBNET http://eebnet.com, Airland Groups, USA
=================================================

Kirim email ke