http://www.detik.com/peristiwa/2000/11/29/20001129-010334.shtml
Banjir di Sumbar
45 Korban Tewas, 57 Hilang
Reporter: Lukmanul Hakim
detikcom - Jakarta, Bencana alam banjir yang menimpa Sumatera Barat telah 
merenggut banyak korban. Sampai dengan Selasa (28/11/2000) malam, sedikitnya 
telah ditemukan 45 korban dalam keadaan meninggal. Sedangkan 57 orang 
lainnya dinyatakan hilang, belum diketemukan.

Dari data di Satkorlak Sumatera Barat, selain korban-korban tersebut 11 
orang dinyatakan luka berat. Saat ini korban yang luka tersebut dalam 
perawatan intensif rumah sakit-rumah sakit yang tersebar di 8 kabupaten di 
propinsi Sumatera barat.

Sementara itu, hujan lebat kembali mengguyur Sumatera Barat, Selasa malam. 
Sebelumnya, terik matahari telah menyengat Sumatera Barat sepanjang siang. 
Kerna hujan deras ini, dikhawatirkan bencana banjir masih belum akan usai.

Dalam waktu sepekan bealkangan, ini Sumatera Barat memang menjadi langganan 
hujan hingga menyebabkan banjir. Curah hujan bahkan naik drastis dari pekan 
lalu. Jika Selasa (21/11/2000) pekan lalu, curah hujan masih 6,3 mm, Selasa 
(28/11/2000) mencapai 800 mm.

Mudah-mudahan banjir cepat berlalu


http://www.kompas.com/kompas-cetak/0011/29/UTAMA/banj01.htm

 >Rabu, 29 November 2000

Banjir di Sumbar, Sudah 107 Orang Tewas


Padang, Kompas
Korban bencana banjir dan tanah longsor (galodo) di Sumatera Barat (Sumbar) 
terus bertambah. Banjir terakhir di Kabupaten Solok, dilaporkan enam orang 
tewas. Dengan demikian, korban meninggal dan yang dinyatakan hilang, sampai 
Selasa (28/11), menjadi 107 orang.

Dalam musibah banjir yang terjadi di Kecamatan X Koto Sungailasi dilaporkan 
satu orang tewas dan satu orang luka berat, Kecamatan Lembah Gumanti tiga 
orang tewas, Alahanpanjang tiga orang luka berat. Di Kecamatan Pantaicermin 
satu orang tewas, dan banjir di Kecamatan Sungaipagu menyebabkan tiga orang 
tewas," kata Bupati Solok Gamawan Fauzi, Selasa, di Padang

Bencana terbesar

Gubernur Sumatera Barat Zainal Bakar mengatakan, bencana yang melanda 
daerahnya kali ini adalah yang terbesar. Untuk itu, pihaknya mengharapkan 
pemerintah pusat menyediakan anggaran APBN, terutama untuk mengatasi jalur 
transportasi darat yang terputus di beberapa tempat, akibat tertimbun tanah 
longsor dan atau badan jalan ambrol.

"Besok (Rabu ini-Red), dua menteri menurut rencana akan datang dan meninjau 
lokasi bencana banjir dan tanah longsor/galodo, yakni Menteri Kesehatan dan 
Menteri Permukiman dan Pengembangan Prasarana Wilayah," katanya, seraya 
menambahkan bahwa pihaknya sudah mengirimkan laporan kepada Wakil Presiden 
Megawati. "Wakil Presiden Megawati meminta laporan tertulis kepada kami."

Sampai Selasa, sejumlah ruas jalan negara dan jalan provinsi yang terputus 
akibat tertimbun tanah longsor dan runtuhnya badan jalan belum bisa 
diantisipasi. Jalan satu-satunya yang bisa dilewati adalah jalur 
Padang-Padangpanjang, meski ruas jalan di kawasan Lembah Anai juga runtuh

http://www.republika.co.id/cetak_detail.asp?id=12450&kat_id=3
Sumatera memang Rawan Longsor, Tercatat 148 Orang Tewas
Laporan: ira/nin/rul

BANDUNG -- Pulau Sumatera secara geologis memang merupakan daerah yang rawan 
longsor. "Dari mulai Provinsi Sumatera Utara sampai ke ujung Sumatera, 
terdapat daerah patahan besar dan kecil sehingga digolongkan sebagai daerah 
dengan kerentanan tanah tinggi dan menengah," ungkap Kepala Seksi Bencana 
Gerakan Tanah Direktorat Geologi Tata Lingkungan Departemen Energi dan 
Sumber Daya Mineral, Ir Sutikno.
"Tanah longsor kerap kali terjadi pada daerah yang berbatu kurang kuat serta 
berlereng terjal, di mana kondisi lereng terjal atau lurus itu disebabkan 
adanya jalur-jalur patahan," terangnya kepada Republika kemarin (28/11) di 
Bandung.

Berdasarkan Peta Kerentanan Gerakan Tanah yang dimiliki Direktorat Geologi 
Tata Lingkungan, bagian bawah Pulau Sumatera memang tergolong daerah yang 
sering dan dapat mengalami gerakan tanah, yang masing-masing dicirikan oleh 
warna merah dan kuning pada peta.

Menurut Sutikno, bencana longsor yang terjadi di wilayah Sumatera baru-baru 
ini memang berada di kawasan yang rentan tersebut. "Selain terdapat 
patahan-patahan, di wilayah Sumatera juga terdapat endapan gunung api 
sehingga tanahnya menjadi kurang kuat dan rentan terhadap air."

Khusus di Sumatera Utara dan Barat, katanya, terdapat batuan gunung api 
tidak teruraikan, yang berasal dari endapan gunung api. Sementara tanah 
pelapukan endapan ini relatif tebal sehingga sangat memungkinkan terjadinya 
longsor.

Ia menambahkan bencana longsor bisa terjadi dalam lingkup puluhan meter 
hingga puluhan kilometer persegi. "Bencana longsor bisa besar karena adanya 
longsoran material yang terdorong aliran air, yang dinamakan aliran bahan 
rombakan," ujarnya seraya memperkirakan hal inilah yang terjadi pada musibah 
longsor di Sumatera.

Pada daerah yang memiliki kondisi geologis seperti yang telah disebutkan, 
Sutikno menyarankan agar penduduk tidak bermukim di daerah lembah maupun 
mulut sungai.
Namun merujuk pada peta topografi, Sutikno mengatakan bahwa perkampungan 
penduduk justru kerap berada di daerah sepanjang lembah dan mulut sungai 
atau di dekat tebing. "Mereka tidak sadar bahwa itu berbahaya, karena memang 
tanah di kawasan tersebut subur," ujarnya. Karena itu, ia meminta agar 
disosialisasikan peta rawan longsor pada masyarakat agar mereka tahu apakah 
daerah yang ditempatinya tergolong daerah yang rawan longsor atau tidak.


Sedangkan jumlah korban tanah longsor di Sumbar kemarin bertambah dari 99 
korban (yang sudah ditemukan dan masih dicari) menjadi 107 korban. Tambahan 
korban terakhir sebanyak enam tewas, dilaporkan Satkorlak PBA Kabupaten 
Solok. Di sana, tanah longsor juga terjadi di beberapa desa dalam dua hari 
terakhir. Sementara dua korban lainnya dari Pasaman. Di sini, korban 
tertimbun longsor yang semula dilaporkan 20, ternyata menjadi 22 korban. Itu 
pun masih angka sementara.

Dari 105 itu, sebanyak 44 orang sudah dipastikan tewas karena jenazahnya 
sudah ditemukan dan dimakamkan. Pemakaman jenazah ada yang dilakukan di 
lokasi bencana, seperti di Calau, Pesisir Selatan. Sementara korban 
tertimbun lainnya sebanyak 65 lainnya masih terus dicari. Dapat dipastikan, 
mereka sudah tewas semua.

Data yang dipetik Republika di Posko kantor Gubernur Sumbar menunjukkan enam 
korban tewas tambahan dari Solok itu, berasal dari Kecamatan Lembah Gumanti 
empat orang, Kecamatan Pantai Cermin dan Sungaipagu masing-masingnya satu 
orang. Sebanyak tiga lainnya dilaporkan luka-luka berat.

Dari Talu, Kabupaten Pasaman, data yang didapat Republika dari Kantor Polsek 
setempat menunjukkan korban tertimbun sebanyak 22 orang. Anwar Yunus, 
seorang guru SD di Talu, lewat telepon kepada Republika menyebutkan, 
diperkirakan sejumlah orang lainnya tertimbun di lokasi longsor. Namun, yang 
penduduk setempat hanya 22 orang. Petugas sulit mengidentifikasi, karena 
memang banyak pendatang di sana.

Dari lokasi bencana di Pesisir Selatan, didapat laporan sebanyak delapan 
ribu jiwa penduduk yang terkurung banjir, sebagian sudah mendapatkan pasokan 
makanan dari luar. Sejumlah anak-anak telah terserang diare, mencret dan 
sakit perut.

Di Posko provinsi di Padang, kemarin terjadi kesibukan luar biasa. Maklum 
dikabarkan Wapres Megawati akan datang ke Padang. Namun kabar itu, tidak 
pernah berujung kepastian. Yang jelas, Menteri Erna Witoelar dan Menkes akan 
hadir ke Padang guna meninjau lokasi banjir dan longsor di Pesisir Selatan. 
Kemudian, kedua menteri juga akan melihat jalan longsor di Sitinjau Laut, 
tempat hutan lebat terus dibabat.

Hubungan Padang - Solok masih putus. Kemarin didapat pula berita, Padang - 
Medan juga putus sejak Senin. Menurut petugas PU, hubungan kedua kota bisa 
pulih Selasa malam. Putusnya hubungan kedua kota ini, disebabkan longsor di 
Palupuah, Kabupaten Agam. Longsor menimbun badan jalan yang menghubungkan 
kedua kota dan kota-kota lainnya sepanjang jalur jalan negara itu. 
_____________________________________________________________________________________
Get more from the Web.  FREE MSN Explorer download : http://explorer.msn.com


Mailing List RantauNet http://lapau.rantaunet.web.id
Database keanggotaan RantauNet:
http://www.egroups.com/database/rantaunet?method=addRecord&tbl=1
=================================================
Mendaftar atau berhenti menerima dari RantauNet Mailing List, kirimkan email
Ke / To: [EMAIL PROTECTED]
Isi email / Messages, ketik pada baris/kolom pertama:
- mendaftar: subscribe rantau-net [email_anda]
- berhenti: unsubscribe rantau-net [email_anda]

[email_anda] = isikan alamat email anda tanpa tanda kurung
=================================================
WEB-EMAIL GRATIS ... @rantaunet.web.id ---> http://mail.rantaunet.web.id
-------------------------------------------------------------------------------------------------
WebPage RantauNet http://www.rantaunet.web.id dan Mailing List RantauNet
adalah servis dari EEBNET http://eebnet.com, Airland Groups, USA
=================================================

Kirim email ke