http://www.mimbarminang.com/cgi-bin/baca.cgi?sumber=hotnews/utama132811 Musibah Banjir Duo Koto Malalo Butuh Bantuan Semua Pihak mimbarminang.com - Para korban musibah banjir di Desa Duo Koto Malalo, Tanah Datar memerlukan bantuan dan perhatian Pemda, perantau, bahkan lembag-lembaga bantuan internasional dalam upaya mempercepat rehabilitasi para korban baik dibidang ekonomi, kesehatan maupun psikologis. Tokoh masyarakat Duo Koto Malalo yang berdomisili di Bengkulu, Syamsurizal kepada ANTARA di Duo Koto, Senin mejelaskan musibah yang terjadi Jumat (24/11) pukul 17.55 WIB tersebut menimbulkan korban sedikitnya tujuh orang tewas dan ratusan warga kehilangan harta benda. �Dilihat dari lokasi kerusakan terutama areal persawahan, sarana irigasi, rumah penduduk dan fasilitas sosial nampaknya tidak mungkin diatasi dengan bantuan Pemda dan perantau saja,� ujarnya. Menurut dia, bantuan dari berbagai pihak lainnya terutama dari negara sahabat dan lembaga bantuan sosial Internasional tetap diperlukan, asalkan tidak mengikat karena harus kita akui dengan jujur kerusakan cukup parah. Ia mengatakan, akibat tingginya tingkat kerusakan termasuk ada korban tewas, luka berat dan ringan menyebabkan banyak perantau yang pulang kampung secara dadakan untuk melihat dari dekat penderitaan saudara-saudarnya. Menurut dia, perantau Malalo yang cukup banyak berdomisili di negara Jiran, Malaysia juga diharapkan membantu sanak famili di kampung yang tengah dilanda musibah, karena bantuan tersebut sangat diperlukan. Sejauh ini bantuan belum maksimal mengalir ke lokasi musibah baik dari Pemda, perantau maupun dari pemerintah pusat. �Namun kami berprasangka baik saja kemungkinan besar mereka masih tengah mencari data-data yang akurat sehingga dapat mengetahui secara tepat bantuan macam apa yang harus disalurkan,� ujarnya. Ia mengatakan, para pengurus DPP IKMAL (Ikatan Keluarga Malalo) di Jakarta sudah ada yang pulang ke Malalo. �Mereka nampaknya sudah berbicara dengan aparat Pemda mengenai bantuan mendesak yang perlu disalurkan kepada para korban musibah banjir tersebut,� katanya. http://www.mimbarminang.com/cgi-bin/baca.cgi?sumber=hotnews/utama122811 Korban Banjir Duo Kota Terancam Kekurangan Pangan mimbarminang.com - Warga Desa Duo Koto Kenagarian Malalo, Tanah Datar, terancam kekurangan pangan, apabila Pemda Tanah datar tidak mengambil langkah tepat dan cepat untuk mengantisipasi pemenuhan kebutuhan pangan bagi ratusan korban bencana longsor yang telah menewaskan sedikitnya tujuh orang penduduk setempat. Perantau Desa Duo Koto yang berdomisili di Bengkulu, Syamsurizal kepada Antara, Selasa dini hari, menjelaskan, akibat musibah yang terjadi Jumat (28/11) tersebut sebagian besar irigasi petani mengalami rusak parah, sehingga dalam satu tahun ini kecil kemungkinan warga setempat bisa melakukan panen padi maupun holtikultura. Menurut dia, Pemda Tanah Datar harus segera mengantisipasi ancaman kekurangan pangan tersebut, dengan menyalurkan bantuan pangan secara profesional dan menjankau pemenuhan kebutuhan warga dalam jangka menengah seperti dua atau tiga bulan. �Bukan pemenuhan kebutuhan untuk satu atau dua hari saja, sementara penyalurannya pun harus transparan agar tidak menimbulkan pertanyaan warga,� ujarnya. Ia menekankan, kasus penyalahgunaan bantuan sebagaimana yang terjadi di Bengkulu dan Liwa agar tidak terjadi di Desa Duo Koto, maka dari itu segala bantuan yang masuk dan sudah didistribusikan harus dicatat dengan baik sehingga masyarakat bisa mengetahui perkembangannya. Menurut dia, dalam kasus di Duo Koto ternyata Pemda Tanah Datar sejau ini baru memberitahukan bantuan pangan untuk hari esok dan lusa saja, sementara penyalurannya pun belum profesional karena belum semua bantuan yang masuk maupun didistribusikan tercatat di Posko Pemda. �Kami heran mengenai lemahnya manajemen penyaluran bantuan kemanusiaan, karena selain lalai mencatat bantuan yang masuk dan sudah didistribusikan pada Posko Pemda, juga lalai dalam memberikan informasi para donatur mengenai lokasi penerimaan bantuan kemanusiaan,� ujarnya. Ia mengatakan, cukup banyak pihak yang membawa hilir mudik membawa bantuan, yang bertanya kesana kemari kepada siapa bantuan harus diserahkan sehingga masalah ini menjadi catatan negatif bagi Pemda yang dipimpim Bupati Masriadi Martunus. Dari pada hilir mudik tidak karuan, menurut dia, maka beberapa bantuan akhirnya diarahkan ke Posko untuk disalurkan dan dibagi rata kepada warga yang kena musibah http://www.mimbarminang.com/cgi-bin/baca.cgi?sumber=hotnews/utama102811 Daftar Nama Korban Longsor Di Malalo mimbarminang.com - Jumlah korban tewas tanah longsor di Desa Duo Koto, Kecamatan Malalo, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat, hingga Selasa (28/11) pukul 01.00 dini hari yang dihimpun Antara dari Posko Penanggulangan Bencana di Malalo tercatat tujuh orang. Sebelumnya Antara memberitakan sudah delapan korban yang ditemukan, namum hal itu belum tercatat pada Posko tersebut, selain itu ada korban yang sebelumnya dilaporkan hilang ternyata ditemukan dalam kondisi hidup. Nama-nama korban tewas yang ditemukan sebagai berikut ; 1. MALIN NAWI LK 50 TH MENINGGAL 2. MANINJUN LK 32 TH MENINGGAL 3. ENDAN NASIB LK 55 TH MENINGGAL 4. UDIN ABA LK 35 TH MENINGGAL 5. SIDI MAKMUR LK 50 TH MENINGGAL 6. MALINTANG LK 50 TH MENINGGAL 7. MASRIAL LK 14 TH MENINGGAL Sementara itu, korban bernama May (Laki-laki, 35) yang sebelumnya dilaporkan hilang, telah ditemukan dalam kondisi hidup, begitu pula Mansyur (laki-laki, 5) juga masih hidup meski sebelumnya dinyatakan hilang. Sedangkan, korban yang belum diketahui nasibnya dan masih dicari adalah sebagai berikut : 1. ARIPUAN LK 30 TH HILANG 2. MANSUR LK 45 TH HILANG 3. MAHYUDDIN LK 28 TH HILANG Korban yang luka berat dan telah dievakuasi ke rumah sakit Batusangkar sebagai berikut : 1. SUMAN/MAK ITAM LK 45 TH LUKA BERAT 2. LISMAN LK 45 TH LUKA BERAT Selain itu, rumah penduduk yang dilaporkan hancur total berjumlah tujuh unit, delapan rusak berat dan dua rusak ringan.(ant) http://www.mimbarminang.com/cgi-bin/baca.cgi?sumber=hotnews/utama62811 �Mela Berpelukan dengan Ibunya� mimbarminang.com � Mela, bocah perempuan berusia 1,5 tahun ditemukan dalam berpelukan dengan ibunya Iwit (23) di bawah gundukan tanah longsor bukit Taratak Miring di Desa Talawi, Kenagarian Barung-barung Belantai, Kecamatan XI Koto Tarusan, dalam keadaan sudah meninggal. Mela dan Iwit ditemukan oleh warga yang dibantu aparat sekitar pukul 14.30 WIb, Senin (27/11/2000). Untuk mengeluarkan kedua korban, masyarakat terpaksa memisahkan kedua korban yang berlumpuran itu. Sebelumnya, tiga korban bencana alam longsor tersebut pada hari yang sama juga ditemukan masyarakat. Dua korban masing-masing Zainal (35) dan Isas (37) ditemukan warga di dusun Benteng Duku, sekitar 8 Km dari lokasi longsor. Kedua korban ditemukan bejarak sekitar 6 meter dalam keadaan sudah mulai membusuk. Korban yang terbawa arus sungai tersebut ditemukan sekitar pukul 09.30 WIB. Sedangkan Nia (8) anak Son (34) ditemukan waga sekitar pukul 12.00 WIB di Desa Batu Hampa, sekitar 6 Km dari lokasi longsor. Kelima korban dimandikan dan dishalatkan di Mesjid Nurul Yakin, Desa Talawi, sekitar 300 meter dari lokasi bencana longsor. Dengan demikian dari 15 korban, 10 orang sudah ditemukan dalam keadaan meninggal. Sebelumnya korban yang telah ditemukan warga pada hari kejadian, Sabtu (24/11/2000) masing-masing Sadar (60), Upik (32), bayi perempan (8 hari). Sementara korban Indah (5) dan Ises (8) ditemukan warga pada Ahad-nya. Indah ditemukan di Desa Duku sekitar pukul 15.30 WIB sedangkan Ises di temukan warga pada pukul 16.30 WIB. Kedua korban ditemukan di semak belukar pinggir sungai Tarusan. Kini tinggal 5 koran lagi yang masih dalam pencarian tim SAR yang dibantu masyarakat. Kelima korban longsor tersebut Nali (60), Itin (28), Desi (16), Iyel (14) serta Iyal (27). Menurut dugaan Tim Search and Resque (SAR) yang dipimpin Effendi Adril dan Tal Effendi dan masyarakat sekitar, korban diduga terbawa arus sungai _____________________________________________________________________________________ Get more from the Web. FREE MSN Explorer download : http://explorer.msn.com Mailing List RantauNet http://lapau.rantaunet.web.id Database keanggotaan RantauNet: http://www.egroups.com/database/rantaunet?method=addRecord&tbl=1 ================================================= Mendaftar atau berhenti menerima dari RantauNet Mailing List, kirimkan email Ke / To: [EMAIL PROTECTED] Isi email / Messages, ketik pada baris/kolom pertama: - mendaftar: subscribe rantau-net [email_anda] - berhenti: unsubscribe rantau-net [email_anda] [email_anda] = isikan alamat email anda tanpa tanda kurung ================================================= WEB-EMAIL GRATIS ... @rantaunet.web.id ---> http://mail.rantaunet.web.id ------------------------------------------------------------------------------------------------- WebPage RantauNet http://www.rantaunet.web.id dan Mailing List RantauNet adalah servis dari EEBNET http://eebnet.com, Airland Groups, USA =================================================

