Assalamu'alaikum WW Selamat kapado Angku AA Navis ateh ditarimo-nyo penghargaan Satyalencana Kebudayaan , Wassalam Z Chaniago http://www.kompas.com/kompas-cetak/0012/12/DAERAH/sast21.htm >Selasa, 12 Desember 2000 Sastrawan AA Navis Peroleh Satyalencana Kebudayaan AA Navis Padang, Kompas Presiden RI melalui Menteri Pendidikan Nasional, Rabu (13/12) besok akan menyematkan penghargaan berupa Satyalencana Kebudayaan kepada sastrawan dan budayawan Ali Akbar Navis atau lebih dikenal AA Navis. Selain pengarang Robohnya Surau Kami itu, budayawan Mohammad Sobari juga mendapat penghargaan serupa. AA Navis yang ditemui Kompas di rumahnya, Senin (11/12), membenarkan hal itu. "Berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 089/TK/Th 2000, tanggal 12 Agustus 2000, penghargaan Satyalencana Kebudayaan diberikan kepada dua orang, saya dan Mohammad Sobari," katanya. Informasi yang diperoleh dari Kantor Depdiknas juga menyebutkan, selain memberikan penghargaan Satyalencana Kebudayaan, Mendiknas juga akan menyematkan penghargaan Satyalancana Wirakarya kepada Hj Hasnah Anwar Boestam dari Daerah Istimewa (DI) Aceh. dan penghargaan berupa hadiah seni kepada Abdullah Arief dan Teuku Djohan, keduanya juga dari DI Aceh. Sedang penghargaan Satyalencana Pembangunan diberikan kepada empat tokoh asal Jawa Barat, yakni Prof Dr Djoko Santoso MSc, Dr Ir Rizal Zainuddin Tamin, Prof Dr I Gde Widiadnyana Merati, dan Dr Ir Ismuwardianto. Kumpulan Puisi AA Navis AA Navis yang kini berusia 76 tahun, sampai sekarang masih terus berkreasi dan produktif. Terakhir, pada hari ulang tahunnya yang ke-76, pertengahan November 2000 lalu, Navis meluncurkan buku kumpulan puisi Dermaga Lima Sekoci, yang diterbitkan Yayasan Citra Budaya Indonesia, Padang. "Untuk menulis cerita pendek dan artikel, sekarang sudah saya kurangi. Sebelumnya, sejak tahun 1950-an sampai tahun 2000, ada karya-karya sastra lain-dalam bentuk lebih padat dan memusat-yang selama ini tidak dipublikasikan, saya toleh lagi," kata pengarang yang dikenal sebagai satiris ulung dalam penulisan fiksi Indonesia ini. Dulu, menurut Navis, ia enggan mempublikasikannya ka-rena puisi tidak begitu cocok untuk menampung ide dan visi yang bergelimpangan dalam kepalanya. Lebih-lebih ketika "puisi gelap" dan "puisi slogan" menjadi 'trendi' di kalangan penyair, Navis jadi semakin meninggalkan penulisan puisi. Setelah lama meninggalkan dunia puisi, yang sesungguhnya disenanginya itu, tiba-tiba Navis menoleh kembali pilihan yang pernah digelutinya itu. Menurut Navis, pada waktu menunaikan ibadah haji pada tahun 1994, berbagai kesan yang mendalam hanya dapat ditulisnya dalam bentuk yang lebih padat, memusat, dan tidak memaparkan sebagaimana cerpen yang biasa ia tulis. Sekarang, semua itu telah diterbitkan dan dimuat dalam Dermaga Lima Sekoci. (nal) 7:13 AM 12-12-00 _____________________________________________________________________________________ Get more from the Web. FREE MSN Explorer download : http://explorer.msn.com RantauNet http://www.rantaunet.com ================================================= Mendaftar atau berhenti menerima RantauNet Mailing List di http://www.rantaunet.com/subscribe.php3 Atau kirimkan email Ke / To: [EMAIL PROTECTED] Isi email / Messages, ketik pada baris/kolom pertama: - mendaftar: subscribe rantau-net [email_anda] - berhenti: unsubscribe rantau-net [email_anda] Ket: [email_anda] = isikan alamat email anda tanpa tanda kurung ================================================= WebPage RantauNet http://www.rantaunet.web.id dan Mailing List RantauNet adalah servis dari EEBNET http://eebnet.com, Airland Groups, USA =================================================

