http://www.kompas.com/kompas-cetak/0012/14/DAERAH/untu19.htm Dana Rp 1,4 Milyar Untuk Perumahan Bencana Sumbar Padang, Kompas Bantuan untuk korban bencana banjir dan tanah longsor atau galodo di Sumatera Barat, sampai Rabu (13/12) terus mengalir ke ke masing-masing kabupaten dan kota. Pemda setempat memprioritaskan bantuan bahan pangan. Setelah bantuan pangan dinilai aman, bantuan selanjutnya diarahkan untuk fasilitas perumahan. "Karena bantuan bahan pangan dinilai aman, sekarang dilanjutkan pemberian bantuan perumahan, yang besarnya bervariasi, tergantung tingkat kerusakan. Untuk bantuan perumahan disediakan dana Rp 1,4 milyar," kata Gubernur Sumbar Zainal Bakar, Rabu (13/12), di Padang. Menurut data, bantuan yang terhimpun di Posko Satkorlak Penanggulangan Bencana Provinsi sedikitnya 260 ton beras dan uang tunai sedikitnya Rp 1,1 milyar. Total rumah yang mengalami kerusakan akibat musibah banjir dan tanah longsor/galodo adalah sekitar 250 unit, dengan rincian 80 unit hancur, sisanya rusak berat dan ringan. Zainal menjelaskan, kebijakan yang diambil untuk bantuan perumahan ini adalah sebesar Rp 5 juta per unit rumah -bagi yang rumahnya hancur. Sedang rumah rusak berat bantuan sebesar Rp 2,5 juta per unit, dan rusak ringan Rp 500 ribu per unit. "Dalam pemberian bantuan ini, tim Satkorlak Penanggulangan Bencana juga menetapkan dua kriteria, yaitu dibangunkan oleh tim, atau pemilik rumah bersangkutan membangun sendiri rumahnya," tambahnya. Gubernur menegaskan, bantuan perumahan itu tidak dalam bentuk material, karena hal itu memiliki peluang mark up dan permainan harga, yang pada akhirnya menimbulkan kecurigaan mendalam dari masyarakat dan penyumbang. Dana yang diberikan kepada korban hanya bersifat bantuan, jadi tidak menanggung seluruh kerugian yang diderita. Meski kini bantuan diarahkan untuk perumahan, bantuan pangan dan obat-obatan masih terus jalan. Bahkan, tim Satkorlak juga telah menetapkan bantuan beras bagi korban bencana sebesar 400 gram sehari. Jangan janji Zainal Bakar mengingatkan, bagi kabupaten/kota yang telah membuat program pemindahan penduduk, jangan memberikan janji dan program yang muluk-muluk, seperti program transmigrasi. "Kita tak mungkin menerapkan pola transmigrasi dalam penanganan pemindahan penduduk korban bencana alam, karena ketidaksanggupan memberikan jaminan hidup untuk dua tahun. Namun bukan berarti pemindahan tak bisa dilakukan," tegasnya. Menurut Gubernur, pemindahan yang masih dianggap ideal adalah tidak harus terkonsentrasi dalam suatu kawasan, dan sebaliknya bisa terpencar-pencar di lokasi yang berdekatan dengan famili yang bersangkutan. _____________________________________________________________________________________ Get more from the Web. FREE MSN Explorer download : http://explorer.msn.com RantauNet http://www.rantaunet.com ================================================= Mendaftar atau berhenti menerima RantauNet Mailing List di http://www.rantaunet.com/subscribe.php3 Atau kirimkan email Ke / To: [EMAIL PROTECTED] Isi email / Messages, ketik pada baris/kolom pertama: - mendaftar: subscribe rantau-net [email_anda] - berhenti: unsubscribe rantau-net [email_anda] Ket: [email_anda] = isikan alamat email anda tanpa tanda kurung ================================================= WebPage RantauNet http://www.rantaunet.web.id dan Mailing List RantauNet adalah servis dari EEBNET http://eebnet.com, Airland Groups, USA =================================================

