Assalamu'alaikum WW

Mamak jo dunsanak kasadonyo ...
Iko ambo dapek kiriman tentang tantang "Hikmah Pengharaman Babi".

Barupo pembuktian salain daripado baakibat panyakik karano sifat dari
kakotorannyo, disamping ke-mutlak-an karena agama Islam sudah menyatakan
haram.

Mudah-mudahan bisa manambah wacana kito basamo ....

Wassalam ,

EDWARD
--------------------------------------------------

Hikmah Pengharaman Babi


          Hal ini penting untuk diketahui, terutama oleh
  pemuda-pemuda kita yang sering pergi ke negara-negara Eropa dan
  Amerika, yang menjadikan daging babi sebagai makanan pokok dalam
  hidangan mereka.
          Dalam kesempatan ini, saya sitir kembali kejadian yang
  berlangsung ketika Imam Muhammad Abduh mengunjungi Perancis.
  Mereka bertanya kepadanya mengenai rahasia diharamkannya babi
  dalam Islam. Mereka bertanya kepada Imam, "Kalian (umat Islam)
  mengatakan bahwa babi haram, karena ia memakan sampah yang
  mengandung cacing pita, mikroba-mikroba dan bakteri-bakteri
  lainnya. Hal itu sekarang ini sudah tidak ada. Karena babi
  diternak dalam peternakan modern, dengan kebersihan terjamin, dan
  proses sterilisasi yang mencukupi. Bagaimana mungkin babi-babi
  itu terjangkit cacing pita atau bakteri dan mikroba lainnya.?"
          Imam Muhammad Abduh tidak langsung menjawab pertanyaan
  itu, dan dengan kecerdikannya beliau meminta mereka untuk
  menghadirkan dua ekor ayam jantan beserta satu ayam betina, dan
  dua ekor babi jantan beserta satu babi betina.
          Mengetahui hal itu, mereka bertanya, "Untuk apa semua
  ini?" Beliau menjawab, "Penuhi apa yang saya pinta, maka akan
  saya perlihatkan suatu rahasia."
          Mereka memenuhi apa yang beliau pinta. Kemudian beliau
  memerintahkan agar melepas dua ekor ayam jantan bersama satu ekor
  ayam betina dalam satu kandang. Kedua ayam jantan itu berkelahi
  dan saling membunuh, untuk mendapatkan ayam betina bagi dirinya
  sendiri, hingga salah satu dari keduanya hampir tewas. Beliau
  lalu memerintahkan agar mengurung kedua ayam tersebut.
          Kemudian beliau memerintahkan mereka untuk melepas dua
  ekor babi jantan bersama dengan satu babi betina. Kali ini mereka
  menyaksikan keanehan. Babi jantan yang satu membantu temannya
  sesama jantan untuk melaksanakan hajat seksualnnya, tanpa rasa
  cemburu, tanpa harga diri atau keinginan untuk menjaga babi
  betina dari temannya.
          Selanjutnya beliau berkata, "Saudara-saudara, daging babi
  membunuh 'ghirah' orang yang memakannya. Itulah yang terjadi pada
  kalian. Seorang lelaki dari kalian melihat isterinya bersama
  lelaki lain, dan membiarkannya tanpa rasa cemburu, dan seorang
  bapak di antara kalian melihat anak perempuannya bersama lelaki
  asing, dan kalian membiarkannya tanpa rasa  cemburu, dan was-was,
  karena daging babi itu menularkan sifat-sifatnya pada orang yang
  memakannya."

  ---------------------------
  Dari buku: Hidangan Islami: Ulasan Komprehensif  Berdasarkan
  Syari`at dan Sains Modern
  Penulis: Syeikh Fauzi Muhammad Abu Zaid
  Penerjemah: Abdul Hayyie al Kattani
  Cet : I/1997
  Penerbit: Gema Insani Press
              Jl. Kalibata Utara II No. 84 Jakarta 12740
              Telp. (021) 7984391-7984392-7988593
              Fax. (021) 7984388
              www.gemainsani.co.id



RantauNet http://www.rantaunet.com
=================================================
Mendaftar atau berhenti menerima RantauNet Mailing List di
http://www.rantaunet.com/subscribe.php3

ATAU Kirimkan email
Ke / To: [EMAIL PROTECTED]
Isi email / Messages, ketik pada baris/kolom pertama:
- mendaftar: subscribe rantau-net [email_anda]
- berhenti: unsubscribe rantau-net [email_anda]
Ket: [email_anda] = isikan alamat email anda tanpa tanda kurung
=================================================
WebPage RantauNet dan Mailing List RantauNet adalah
servis dari EEBNET http://eebnet.com, Airland Groups, USA
=================================================

Kirim email ke