Bukannyo jadi tambah gadang tu lubang 'kebocorannyo'?Tapi bak kecek urang, nan namonyo 
pitih rakyat tu, dari pado bocor sinan, labiah baiak bocor disiko :-). Iko nan mambuek 
sagalo analisa jo paraturan jadi indak baguno.
PS.
Untuak sanak Admin, mintak tolong ciek lai, kalau bisa alamat subscribe ambo diganti 
ka alamat resmi [EMAIL PROTECTED] sajo dek rami ruponyo mail RN ko, labiah mudah 
mambaconyo via MS-Outlook sajo. Tarimo kasi banyak.
-----Original Message-----
From: "Indra J. Piliang" <[EMAIL PROTECTED]>
Date: Thu, 11 Jan 2001 23:33:54 +0700
To: [EMAIL PROTECTED]
Subject: [RantauNet] Padang emang Makin ajaib


> <html><DIV><FONT size=2>
> <TABLE cellSpacing=0 cellPadding=0 width="100%" border=0>
> <TBODY>
> <TR>
> <TD vAlign=top align=left width="100%">
> <TABLE cellSpacing=5 cellPadding=0 width="100%" border=0>
> <TBODY>
> <TR>
> <TD width="100%"><SMALL><FONT color=#008080>: 46-2 - 16-01-2001</FONT></SMALL> 
> <H1><FONT color=#800000 size=2></FONT><BR><FONT color=#ff0000>Keajaiban dari 
>Padang</FONT></H1>
> <H3><FONT color=#000080>Anggota DPRD Sumatera Barat mengelola sendiri duit Rp 11 
>milyar untuk disalurkan ke masyarakat. Protes pun bermunculan.</FONT></H3>
> <P><B>S</B>ETIAP anggota DPRD Sumatera Barat (Sumbar) boleh memberikan bantuan dana 
>sebesar Rp 200 juta kepada siapa pun. Uniknya, dana itu berasal dari APBD Sumbar 
>tahun anggaran 2001, yang dialokasikan sebesar Rp 11 milyar untuk 55 anggota Dewan. 
>Pada akhir Januari ini APBD itu disahkan DPRD. Unik bin aneh, bukan? 
> <P>Menurut Guspardi Gaus, Wakil Ketua Fraksi PPP DPRD Sumbar, beleid yang merupakan 
>keputusan Dewan itu tak mungkin lagi diralat. Dana itu akan dikelola sendiri oleh 
>Dewan dan tak akan ditender ke umum. "Jika ditender, kebocoran akan terjadi sampai 35 
>persen," kata Gaus. 
> <P>Tak heran bila kini para wakil rakyat di Ranah Minang itu sibuk mengkaji pelbagai 
>proposal yang masuk dari berbagai kalangan yang menginginkan bantuan. Apalagi, 
>ditetapkan pula bahwa mereka harus membagi dana bantuan itu tanpa sisa. "Saya saat 
>ini masih menyeleksi puluhan proposal," kata Azmal Zen, anggota Dewan dari Partai 
>Golkar kepada GAMMA. 
> <P>Tapi, Azmal Zen mengakui bahwa prioritas bantuan yang dia luluskan tentu 
>permohonan dari daerah asal pemilihannya, Kabupaten 50 Kota. "Saya justru mefokuskan 
>kota Padang, baru daerah lain," kata Faigi'asa Bawamenewi, Ketua Fraksi PDI-P asal 
>pemilihan kota Padang. 
> <P>Kebijakan yang unik itu ditempuh, menurut Wakil Ketua DPRD Sumbar, Syahrial, 
>setelah anggota Dewan banyak yang turun ke lapangan. Di situ mereka memperoleh 
>informasi bahwa selama rezim Orde Baru bantuan (tiap tahun) hanya diberikan kepada 
>daerah-daerah yang memenangkan Golkar. Jadi, daerah yang memenangkan PPP atau PDI 
>cuma gigit jari saja. 
> <P>Misalnya yang terjadi pada Kelurahan Sungai Bangek, Padang. Selama ini daerah itu 
>sangat minim bantuan dari pemda. Selidik punya selidik, sejak dulu yang menang di 
>sana ternyata PPP. "Karena itu, pembangunan masjid di sana saya bantu. Sebab, masjid 
>bukan milik partai, tapi milik rakyat banyak," kata Faigi. 
> <P>Aksi membagi-bagi uang ini tentu saja ditentang berbagai elemen di masyarakat. 
>"Saya lihat ini proyek akal-akalan dan tidak terlepas dari unsur politik," kata Ade 
>Waldemar Sababalat, Koordinator Forum Pemersatu Peduli Mentawai. Ade tak yakin 
>bantuan itu murni tanpa embel-embel tertentu. 
> <P>Di mata Direktur LBH Padang, Zenwer Pador, aksi Dewan ini keterlaluan. Sebab, 
>jika bantuan cair dan muncul masalah, susah dipertanggungjawabkan karena Dewan 
>sebagai pengawas sudah menjadi pelaksana. "Apalagi, jika ada masalah di lapangan, 
>pemda akan lepas tangan. Ini jelas runyam," katanya kepada GAMMA. 
> <P>Menurut Zenwer, pemberian bantuan itu seharusnya dilakukan oleh pemda. DPRD cukup 
>membuat sistem, tata cara penyampaian sumbangan, dan merumuskan sistem pengawasannya. 
> <P>Tapi, menurut Faigi, Dewan hanya sebatas mengajukan nama-nama yang diberi 
>bantuan. Pelaksana teknis di lapangan sepenuhnya dilakukan Pemda. "Jadi, bantuan ini 
>tidak berbaju partai," kata Ag. M.S. Datuk Panduko Bandaro, Ketua Fraksi Partai 
>Persatuan DPRD Sumbar kepada GAMMA. 
> <P>Yuen Karnova, juru bicara Pemda Sumbar, membenarkan. Malah, menurutnya, nilai 
>sumbangan sebesar Rp 200 juta itu bisa saja berubah. "Bergantung kemampuan keuangan 
>pemda," kata Yuen. "Apalagi, APBD belum disahkan," kata Wakil Ketua DPRD Sumbar, 
>Syahrial, kepada GAMMA. 
> <P>Maski demikian, Eddy Dasril, Ketua Yayasan Masyarakat Independen Sosial Interes 
>Sumbar, meminta Gubernur Sumbar menolak bleid tersebut. "Alasannya, DPRD sudah 
>melampaui wewenangnya. Pemberian bantuan dari APBD mutlak wewenang eksekutif, bukan 
>legislatif," kata Eddy. 
> <P>Tapi, Zenwer ragu gubernur punya nyali menolak bleid itu. Sebab, dari 55 anggota 
>DPRD, hanya 17 yang memilih Zainal Bakar menjadi gubernur pada tahun lalu. "Jadi, 
>bila pemda nekat menolak keinginan Dewan, bisa-bisa laporan pertanggungjawaban 
>Gubernur Zainal ditolak DPRD," kata Zenwer. Mengancam, atau bergurau? 
> <P></P>
> <P><SMALL><B>-Sarluhut Napitupulu, Marjeni Rokcalva (Padang)</B></SMALL></P>
> <P> </P></TD></TR></TBODY></TABLE></TD></TR>
> <TR>
> <TD><IMG height=1 src="http://www.gamma.co.id/gmdn/shim.gif" width=150 border=0></TD>
> <TD vAlign=top align=left width="100%"></TD></TR></TBODY></TABLE><BR>
> <TABLE cellSpacing=0 cellPadding=0 width="100%" border=0>
> <TBODY>
> <TR>
> <TD vAlign=top align=right></TD>
> <TD vAlign=top align=left width="100%">
> <TABLE cellSpacing=5 cellPadding=0 width="100%" border=0>
> <TBODY>
> <TR>
> <TD class=sidemenu width="100%"><B>[ <A href="http://www.gamma.co.id/"><FONT 
>color=#000000>Home</FONT></A> | <A href="http://www.gamma.co.id/search.html"><FONT 
>color=#000000>Pencarian</FONT></A> | <A 
>href="http://www.gamma.co.id/sitemap.shtml"><FONT color=#000000>Petunjuk 
>Situs</FONT></A> ]</B> 
> <HR noShade SIZE=1>
> <B><FONT color=#ff0000>GAMMA</FONT> <FONT color=#0080c0>Digital News</FONT>: Bersih, 
>Berani, Mandiri - Interaktif!</B><BR>© Hak Cipta Dilindungi oleh Undang-Undang, 1999. 
>- Webmaster info </TD></TR></TBODY></TABLE></TD></TR>
> <TR>
> <TD><IMG height=1 src="http://www.gamma.co.id/artikel/nasional/gmdn/shim.gif" 
>width=150 border=0></TD>
> <TD vAlign=top align=left width="100%"></TD></TR></TBODY></TABLE><!-- GMDN 2.0 
>--></FONT></DIV><br clear=all><hr>Get Your Private, Free E-mail from MSN Hotmail at 
><a href="http://www.hotmail.com">http://www.hotmail.com</a>.<br></p></html>
> 
> RantauNet http://www.rantaunet.com
> =================================================
> Mendaftar atau berhenti menerima RantauNet Mailing List di
> http://www.rantaunet.com/subscribe.php3
> 
> ATAU Kirimkan email
> Ke / To: [EMAIL PROTECTED]
> Isi email / Messages, ketik pada baris/kolom pertama:
> - mendaftar: subscribe rantau-net [email_anda]
> - berhenti: unsubscribe rantau-net [email_anda]
> Ket: [email_anda] = isikan alamat email anda tanpa tanda kurung
> =================================================
> WebPage RantauNet dan Mailing List RantauNet adalah
> servis dari EEBNET http://eebnet.com, Airland Groups, USA
> =================================================
> 

-- 

_____________________________________________________________
Explore the men's world at http://www.satulelaki.com , the passion of modern
men.

Jelajahi dunia laki-laki di http://www.satulelaki.com, gairah hidup pria
modern
_____________________________________________________________

Powered by Outblaze

RantauNet http://www.rantaunet.com
=================================================
Mendaftar atau berhenti menerima RantauNet Mailing List di
http://www.rantaunet.com/subscribe.php3

ATAU Kirimkan email
Ke / To: [EMAIL PROTECTED]
Isi email / Messages, ketik pada baris/kolom pertama:
- mendaftar: subscribe rantau-net [email_anda]
- berhenti: unsubscribe rantau-net [email_anda]
Ket: [email_anda] = isikan alamat email anda tanpa tanda kurung
=================================================
WebPage RantauNet dan Mailing List RantauNet adalah
servis dari EEBNET http://eebnet.com, Airland Groups, USA
=================================================

Kirim email ke