....(sambungan)....
Dan kemudian berhentilah sejenak untuk mengagumi ribuan
prajurit yang keluar bersama Rasulullah Saw. ke medan perang di
tahun yang penuh derita ke arah Tabuk seraya meninggalkan di
belakang mereka tempat tinggal yang nyaman, penuh dengan
buah-buahan. Mereka bergerak menerobos gurun pasir tandus
hanya dengan sedikit bekal berupa kurma dan air. Namun mereka
bahagia, karena menjadi pasukan pengawal Nabi.
Kemudian marilah kita kembali ke Madinah untuk turut ber-
duka dengan orang-orang yang menangis lantaran mereka tidak
memperoleh perlengkapan untuk ikut berangkat perang.
"...Ialu mereka kembali, sedang mata mereka bercucuran
air mata karena kesedihan, lantaran mereka tidak mem-
peroleh apa yang akan mereka nafkahkan..". (QS:At-Taubah:92)
Dan marilah kita meneliti barisan perang yang sudah siap me-
nunggu Rasulullah untuk segera bergerak menghadapi musuh di
medan Perang Uhud. Di tengah-tengah barisan itu kita temukan
Umair bin Abi Waqqaash yang sedanq bersembunyi di tengah-
tengah orang banyak di belakang shaf mereka, agar dirinya tidak
terlihat oleh mata Rasulullah yang kemungkinan besar akan me-
nolaknya ikut berperang karena umurnya yang masih terlalu muda.
Sekarang marilah kita berjalan-jalan di lorong-lorong Madinah
yang tenggelam dengan khamr. Apa yang terjadi dengan kota itu
seketika setelah turun ayat yang mengharamkan khamr?
"Hai orang-orang yang beriman. sesungguhnya (memi-
mum) khamr, berjudi, (berkorban untuk) berhala, meng-
undi nasib dengan panah, adalah perbuatan keji termasuk
perbuatan syaitan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan
itu agar kamu mendapat keberuntungan. Sesungguhnya
syaitan itu bermaksud hendak menimbulkan permusuhan.
dan kebencian di antara kamu lantaran (meminum)
khamr dan berjudi itu, dan menghalangi kamu dari me-
ngingati Allah dan shalat, maka berhentilah kamu (dari
mengerjakan pekerjaan itu)".(QS:Al-Maidah:90-91 )
Dan dengarkanlah apa yang dikatakan Khansaa' di hari wafat-
nya empat putranya dalam Perang Qadisiyah, "alhamdulillahiladzii
syarrafanil biqatlihim (segala puji bagi Allah yang telah memberi
kemuliaan kepada saya dengan gugurnya mereka)". Padahal dialah
yang sebelum masuk Islam pernah meratapi kematian saudara-
nya. "Kalau tidak karena banyaknya orang yang menangis di
sekitarku atas teman-teman mereka, tentu aku sudah membunuh
diri."
Perhatikan pula para wanita sahabat yang menyobek pakaian
mereka untuk menutupi aurat mereka karena telah turun ayat:
"....Dan hendaknya mereka menutupkan kain kerudung
ke dadanya...".(QS:An-Nur:31 )
Kemudian ada seorang wanita dari Bani Dinar. Ketika diberi-
tahu tentang gugurnya ayah, suami, dan saudaranya seusai Pe-
rang Uhud, dia berkata, "Lantas apakah yang terjadi atas diri
Rasuluuah"?. Dijawab dengan kata-kata, "Baik.". Lalu ia melihat
Rasulullah dan berkata, "semua musibah setelah engkau besar".
Seorang wanita dari suku Alghamidiyyah telah berzina. Rabb-
nya telah menutupi perbuatan itu. Namun ia tetap datang meng-
hadap Rasulullah dan menuntutnya agar membersihkan dan
merajamnya. Dia menyerahkan jiwanya demi mencari keridhaan
Rabbnya. Dia telah bertaubat, yang seandainya taubatnya diguna-
kan oleh tujuh puluh dari penduduk Madinah, niscaya mencukupi.
Dan perhatikanlah seorang sahabat besar, Abu Dzar Al-Ghifari
yang meletakkan pipinya di tanah, dan tak mau mengangkatnya
sebelum Bilal menginjak pipi yang lain dengan kakinya, sebagai
pertanda permintaan maaf kepada Bilal, karena dari mulutnya
telah terlontar suatu ucapan yang membuat Bilal marah.
Sungguh, kita tak mampu mengutarakan keindahan jiwa-jiwa
ini dengan kata-kata. Kita hanya bisa berkata dengan mengulang
pernyataan Allah tentang mereka dalam firman-Nya:
"Muhammad itu adalah utusan Allah dan orang-orang
yang bersama dengan dia adalah keras terhadap orang-
orang kafir tetapi berkasih sayang sesama mereka. Kamu
lihat mereka ruku' dan sujud mencari karunia Allah dan
ridha-Nya. Tanda-tanda mereka tampak pada muka
mereka dari bekas sujud. Demikianlah sifat-sifat mereka
dalam Taurat dan sifat-sifat mereka dalam lnjil, yaitu
seperti tanaman yang mengeluarkan tunasnya dan tunas
itu menjadikan tanaman itu kuat lalu menjadi besarlah
dia dan tegak lurus di atas pokoknya. Tanaman itu me-
nyenangkan hati penanam-penanamnya karena Allah
hendak menjengkelkan hati orang-orang kafir (dengan
kekuatan orang-orang mukmin). Allah menjanjikan ke-
pada orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal
yang shaleh di antara mereka, ampunan dan pahala yang
besar." (QS:Al-Fath:29)
Dan kita pun berkata seperti yang dikatakan Rasulullah:
"Seandainya seorang dari kamu sekalian ada yang infak
berupa emas sebesar Gunung Uhud, tak akan menyamai
infak mereka yang hanya satu mudd, seperduanya pun
tidak." (Al-Hadits).
Inilah lembaran sejarah masa yang lalu. Sukar bagi kita
untuk menyelaminya, apalagi dalam situasi seperti sekarang ini.
Kita meninggalkannya dalam keadaan terpaksa untuk berjumpa
dengan lembaran masa sekarang dengan terpaksa juga.
Bagaimana lembaran kenyataan itu sekarang?. Tiba-tiba yang
putih jadi hitam, yang bersinar menjadi gulita. Dan tiba-tiba ke-
yakinan dan iman menjadi kegoncangan aqidah dan keraguan.
Kenyataan ini tidak membutuhkan perincian lagi, sebab kita semua
melihatnya sendiri. Kita semua hidup di tengah-tengah tragedi
ini. Siapakah dari kita ini yang tidak merasa tersayat-sayat melihat
umat demikian porak-poranda?. Aqidahnya di persimpangan jalan,
dicengkeram oleh bid'ah, hawa nafsu, dan tahayul-tahayul.
...Bersambung...
RantauNet http://www.rantaunet.com
=================================================
Mendaftar atau berhenti menerima RantauNet Mailing List di
http://www.rantaunet.com/subscribe.php3
ATAU Kirimkan email
Ke / To: [EMAIL PROTECTED]
Isi email / Messages, ketik pada baris/kolom pertama:
- mendaftar: subscribe rantau-net [email_anda]
- berhenti: unsubscribe rantau-net [email_anda]
Ket: [email_anda] = isikan alamat email anda tanpa tanda kurung
=================================================
WebPage RantauNet dan Mailing List RantauNet adalah
servis dari EEBNET http://eebnet.com, Airland Groups, USA
=================================================