Assalamu'alaikum.w.w.
Dunsanak kasadonyo, maafkan ambo dek karano kaji ko
taranti gara-gara diskusi panjang soal ahmadiah kapatang.
Kini ambo taruihkan baliak.
....cuplikan bagian akhir yang lalu ...
> Inilah lembaran sejarah masa yang lalu. Sukar bagi kita
>untuk menyelaminya, apalagi dalam situasi seperti sekarang ini.
>Kita meninggalkannya dalam keadaan terpaksa untuk berjumpa
>dengan lembaran masa sekarang dengan terpaksa juga.
> Bagaimana lembaran kenyataan itu sekarang?. Tiba-tiba yang
>putih jadi hitam, yang bersinar menjadi gulita. Dan tiba-tiba ke-
>yakinan dan iman menjadi kegoncangan aqidah dan keraguan.
>Kenyataan ini tidak membutuhkan perincian lagi, sebab kita semua
>melihatnya sendiri. Kita semua hidup di tengah-tengah tragedi
>ini. Siapakah dari kita ini yang tidak merasa tersayat-sayat melihat
>umat demikian porak-poranda?. Aqidahnya di persimpangan jalan,
>dicengkeram oleh bid'ah, hawa nafsu, dan tahayul-tahayul.
Para pemimpin memihak Timur atau Barat secara terang-te-
rangan, padahal keduanya kafir. Mereka mencintai sepenuh hati.
Yahudi atau Nashrani. Sebaliknya, mereka mengadakan permu-
suhan bahkan melancarkan peperangan dan tipu daya terhadap
Dinul Islam dan pemeluk-pemeluknya. Pada saat yang sama,
mereka meninggalkan hukum-hukum Allah dan mengubah syara',
padahal mereka masih mengaku Islam. Di kalangan mereka bahkan
terdapat ulama-ulama yang memberikan gelar khalifah atau al-
hakim bi amrillah kepada mereka.
Umat Islam diperintahkan untuk tetap loyal kepada para pe-
nguasa, rela terhadap kekufuran mereka, serta bertahkim kepada
syari'at mereka. Dan paham sekular menjadi agama baru, meluas
di mana-nana dan dijadikan missi oleh media massa, disebarkan
oleh para pendidik pada otak anak-anak kita. Doktrin sekularisme
menyerukan bahwa masjid untuk Allah, sedangkan hukum adalah we-
wenang penguasa. Di samping itu ulama-ulama fitnah mengajarkan
paham lrjaa' (menunda pelaksanaan hukum sesuatu dan semua
diserahkan pada Allah nanti di hari Kiamat, atau tidak berani
memvonis sesuatu yang sudah jelas benar dan sesatnya). Mereka
mengatakan bahwa iman itu di hati, tak usah menitik beratkan pada
perbuatan. Semua orang beriman dan bertaqwa, dan di atas mereka
adalah para penguasa. Lebih dari itu, mereka berkata bahwa orang-
orang Yahudi dan Nashrani itu nantinya bersama-sama kita di surga.
Para ahli tasawwuf, pengikut-pengikut Bhaiyah, Qadyaniyyah,
Nushairiyyah, dan sebagainya membukakan jalan buat mereka untuk
membuat rusak aqidah, menyebarkan tahayul-tahayul dan bid'ah.
Pada saat yang sama firqah Khawarij dengan beraneka ragam
ajarannya, telah bangkit kembali untuk mencabut Islam dari se-
luruh umat, untuk kemudian mencap mereka sebagai orang kafir.
Di sela-sela aliran yang bermacam-macam ini, firqah tersebut
mencari aqidah Salaf kita. Namun hampir tak dapat menemukannya,
karena aqidah ini memang sudah hilang dari akal dan pikiran
manusia pada umumnya. Keberadaannya telah musnah dari kehidupan
manusia baik sebagai individu maupun sebagai kelompok, kecuali
bagi mereka yang masih dibelas kasihani Allah SWT. Tetapi jumlah
mereka ini sangat sedikit sekali. Segala fenomena kehidupan yang
kita saksikan sehari-hari, tinggallah sebagai bukti, bahwa iman
yang sebenarnya sungguh telah hilang dari umat kita. Aqidah telah
lepas dari hati, atau setidaknya dalam keadaan labil dan siap lari.
Inilah lembaran masa kini, yang bercerita kepada kita seraya mena-
ngisi keadaan kita dan umat kita.
Inilah lembaran masa sekarang, yang kegelapannya hampir-
hampir membuat kita buta dan lupa, bahwa sebenarya masih ada
cahaya yang dapat kita lihat. Walaupun jelas ada perbedaan antara
generasi sahabat dan, generasi kita, dan demikian jauh perbedaan
itu seperti jauhnya barat dan timur, namun keduanya masih
menyatakan bahwa mereka beriman dan iman tetap menjadi syi'ar
yang dijunjung oleh setiap generasi dari dua generasi ter-
sebut. Hanya saja, salah satunya mengangkat dengan benar dan
beramal sesuai dengan syi'ar itu, sedang yang lain mengangkat-
nya sebagai peninggalan nenek moyang dan beramal dengan apa-
apa yang nantinya justru membongkar rahasia keimanan mereka.
Apakah kita dapat mengambil pelajaran? Apakah kita sudah
dapat memahami, bahwa bagaimanapun juga pengakuan beriman saja
tidak cukup, selagi pengakuan ini tidak didukung oleh perbuatan
yang sesuai dengan pengakuan itu ?. Semoga Allah memberi rahmat
kepada Imam Syafi'i yang berkata, "Seandainya manusia meng-
angan-angan isi Surat Al-'Ashr, cukuplah hal itu bagi mereka
Marilah kita lakukan pesannya untuk mengangan-angankan
isi surat itu.
"Demi masa, sesungguhnya manusia itu benar-benar
berada dalam kerugian. Kecuali orang-orang yang beriman
dan mengerjakan amal shaleh dan nasihat-menasihati
supaya mentaati kebenaran dan nasihat-menasihati
supaya menetapi kesabaran. (QS:Al-'Ashr:1-3)
Kita ingat, bahwa aqidah kita adalah aqidahh tauhid. Aqidah
yang ditetapi oleh para nabi dan rasul, sejak Nabi Adam sampai
nabi kita, Muhammad saw, Assalafusshalih, dan orang-orang
yang mengikuti mereka dengan baik (para ulama, muslimin, dan
orang-orang yang mengikuti jejak mereka).
Kita mengungkapkan masalah aqidah ini bukan untuk ber-
bantah, tetapi untuk meluruskan aqidah umat, serta membersih-
kannya dari tahayul-tahayul dan perkara-perkara yang sesat. Kita
mengungkapnya kembali untuk memantapkan hati kita, sehingga
pada waktu selanjutnya kita bisa beramal sesuai dengan tuntutan
aqidah itu dan siap menanggung segala resikonya. Dan kita cuci
tangan kepada Allah dari setiap bid'ah yang menyalahi aqidah
Assalafusshalih. Dan kita berlindung kepada Allah agar tidak me-
lakukan perbuatan yang tidak sesuai dengan perkataan kita.
Inilah aqidah kita. Iman diucapkan dengan mulut, diamalkan
dengan perbuatan-perbuatan, dan diyakini (dibenarkan) dengan
hati. Dan iman itu dapat bertambah dengan ketaatan, serta se-
baliknya dapat berkurang dengan maksiat. Oleh karenanya, maka
ahli iman itu derajatnya berbeda-beda.
Maksiat dan dosa-dosa mengurangi keimanan, namun tidak
menghilangkannya. Adapun kufur terbesar, memang dapat meng-
ilangkan iman seluruhnya.
...bersambung...
RantauNet http://www.rantaunet.com
=================================================
Mendaftar atau berhenti menerima RantauNet Mailing List di
http://www.rantaunet.com/subscribe.php3
ATAU Kirimkan email
Ke / To: [EMAIL PROTECTED]
Isi email / Messages, ketik pada baris/kolom pertama:
- mendaftar: subscribe rantau-net [email_anda]
- berhenti: unsubscribe rantau-net [email_anda]
Ket: [email_anda] = isikan alamat email anda tanpa tanda kurung
=================================================
WebPage RantauNet dan Mailing List RantauNet adalah
servis dari EEBNET http://eebnet.com, Airland Groups, USA
=================================================