>Sabtu, 24 Maret 2001

                                  Ikan "Botan" Ditarik dari Pasaran Sumbar

                                  Padang, Kompas 

                                  Ikan kalengan merek "Botan" keluaran PT Maya
Munchar
                                  Banyuwangi dan PT Maya Food Industri
Pekalongan, ditarik dari
                                  peredaran di Sumatera Barat. Sebab,
berdasarkan penelitian dan
                                  surat edaran Dirjen Pengawasan Obat dan
Makanan (POM),
                                  ditemukan cacing dalam ikan kalengan tersebut.

                                  Kepala Kanwil Depkes Sumbar Dr Rasyidah Rasyid
MPH, Jumat
                                  (23/3), di Padang, mengatakan, sudah 505
kaleng "Botan" berhasil
                                  ditarik dari 145 distributor makanan dan
minuman di Sumbar. Tidak
                                  semua ikan kalengan merek "Botan" mengandung
cacing, kecuali
                                  delapan keluaran PT Maya Food adalah yang
bernomor bath MFI SS
                                  dengan batas kedaluwarsa 4 Maret 2002, MFI HH
yang bernomor
                                  bath dengan batas kedaluwarsa 20 Juni 2002,
MFI SJ exp dengan
                                  batas kedaluwarsa 9 Maret 2002, MFI SJ dengan
kedaluwarsa 20
                                  Juni 2002, MFI HH dengan masa kedaluwarsa 1
Juli 2002, MFI HH
                                  dengan masa kedaluwarsa 3 Juli 2002, MFI H (25
Juli 2002), dan MFI
                                  SS (2 September 2002). Sedang keluaran PT Maya
yang
                                  mengandung cacing adalah produk dengan masa
kedaluwarsa 24
                                  Maret 2002, H HE (16 Mei 2002), dan H HE, A
dengan batas
                                  kedaluwarsa 31 Maret 2002.

                                  Rasyidah menjelaskan, penyebab adanya cacing
itu bukan karena
                                  ikan kalengan tersebut sudah kedaluwarsa,
melainkan diduga karena
                                  proses produksi ikannya kurang bersih,
sehingga diperut ikan itu
                                  masih terdapat cacing.

                                  "Penarikan ikan kalengan 'Botan' belum
maksimal. Masih ada yang
                                  beredar di pasaran melalui distributor tak
resmi. Karena itu, kepada
                                  masyarakat diingatkan untuk hati-hati
mengonsumsi. Harus diteliti
                                  dulu. Jika masih tersimpan di rumah, musnahkan
saja, daripada
                                  menimbulkan masalah," kata Rasyidah. (nal)


RantauNet http://www.rantaunet.com
=================================================
Mendaftar atau berhenti menerima RantauNet Mailing List di
http://www.rantaunet.com/subscribe.php3

ATAU Kirimkan email
Ke / To: [EMAIL PROTECTED]
Isi email / Messages, ketik pada baris/kolom pertama:
- mendaftar: subscribe rantau-net [email_anda]
- berhenti: unsubscribe rantau-net [email_anda]
Ket: [email_anda] = isikan alamat email anda tanpa tanda kurung
=================================================
WebPage RantauNet dan Mailing List RantauNet adalah
servis dari EEBNET http://eebnet.com, Airland Groups, USA
=================================================

Kirim email ke