____________________________________________________________________
Get free email and a permanent address at http://www.netaddress.com/?N=1


ASs. WW.,

Saya pernah mendapat info dari seorang mantan pilot pesawat komersil
dari Indonesia, yang saat ini tinggal di wilayah ini. Bahwa di daerah Texas
ada junk-yard pesawt terbang yang pada musim haji pesawat2 yang sudah
rongsok itu di carter oleh Garuda untuk mengangkut jamaah haji Indonesia.
Bayangkan pesawat yang sudah tidak layak terbang menurut FAA ini,
bisa disulap menjadi pesawat haji. Makanya tidak aneh kalau kejadian
seperti berita dibawah ini.

Kasihan jamaah haji kita. Sudah bayar mahal, dinaikkan kepesawat rongsok.
.. Makanya seenaknya saja Garuda mengeluarkan sangu untuk GD sebesar
$300.000 waktu naik haji baru2 ini. Aduuhh bangsaku.

Wass

DmU

------------------------------------------------------------------------------

-----
Berita dari WASPADA, Medan


Masto yang wartawan Harian Perjuangan Medan itu menyebutkan, semula jamaah 
Kloter XII yang dipimpin Drs H.Razali MS diberangkatkan menuju tanah air 
sekira pukul 01.00 Kamis dinihari waktu setempat.Tetapi,setelah beberapa jam 
mengudara, pesawat charteran dari AS tersebut tiba-tiba berputar arah dan 
kembali ke Bandara King Abdul Azis Jeddah. Menurut para kru, kata H.Masto, 
pesawat terpaksa kembali ke Jeddah karena salah satu pipa hidrolik pecah dan 
sangat mengganggu bagi lancarnya penerbangan dan harus diperbaiki. Setelah 
diperbaiki beberapa jam di Jeddah, akhirnya pesawat kembali berangkat. Namun, 
pesawat kembali lagi ke Bandara dengan alasan bahan bakar kurang sehingga 
dilakukan pengisian bahan bakar dan juga memakan waktu, ujar Masto. Satu hal 
yang paling membuat jamaah resah, kata jamaah lainnya,saat pesawat 
diberangkatkan dari landasan pacu, ternyata tidak bisa take off dengan alasan 
yang tidak diketahui. Pada saat itu, kata seorang jamaah asal Langkat, para 
jamaah melakukan protes dan menyatakan tidak mau diberangkatkan dengan 
pesawat yang sudah beberapa kali gagal berangkat.Tetapi, jawaban yang 
diperoleh tidak tuntas dan jamaah tetap diberangkatkan dengan pesawat yang 
telah ditetapkan semula. Selama dalam perjalanan kami diliputi rasa was was 
dan takut kalau terjadi hal-hal yang tidak diingini, kata H.Masto. Jamaah 
minta agar pemerintah dalam hal ini Departemen Agama hendaknya melakukan 
protes kepada Garuda agar tidak memakai pesawat yang rusak tersebut sebagai 
pengangkut jamaah, sebab akan membingungkan jamaah maupun keluarganya. 
Menurut informasi yang diperoleh, pesawat Garuda MD-11 carteran dari Amerika 
tersebut, tercatat sudah beberapa kali mengalami kerusakan, antara lain pada 
saat pemberangkatan sehingga terjadi keterlambatan, demikian pula saat 
mengangkut jamaah Solo terpaksa mendarat darurat di Colombo karena kerusakan 
dan pada Kloter XII juga terjadi kerusakan. 
    
lebih rinci :
http://www.waspada.co.id/news/2001/03/23/200103236h.asp

    
    



Kirim email ke