____________________________________________________________________ Get free email and a permanent address at http://www.netaddress.com/?N=1
Assalaamu'alaikum WW., Dalam menerima pengurus Gebu MinangUSA Foundation, yang dipimpin ketuanya Yuno D. Baswir, kemarin, ada pesan Dubes sehubungan dengan suara minor dengan bermunculannya organisasi kedaerahan di wilayah tugas beliau ini. Beliau mengambil contoh waktu didepan mahasiswanya. Diutarakan suatu kasus, seseorang disuatu magrib sedang menggali lubang didepan rumahnya. "Menurut anda apa yang akan dilakukan orang itu?", tanya profesor. Seorang mahasiswa berpendapat:"Orang itu akan mengubur kucingnya yang mati". Yang lain mengatakan:"Akan menanam pohon". Yang lagi mengatakan:"Akan membuat sumur". Dan banyak2 pendapat lain. Setelah tidak ada yang menjawab lagi, dengan tenang sang profesor berkata:"Kenapa kita mesti bodoh. Kan sudah diajarkan 'research methodology'. Kenapa tidak ditanyakan saja kepada orang itu langsung, untuk apa dia menggali lubang itu". "Bagaimana, kalau sudah diberitahu, masih membuat tafsiran sendiri2", tanya seorang peserta. "That is their business, your business are, how to proof your good intention, with good ways and good results". Dengan bangga Dubes juga memberitahu, bahwa beliau banyak berperan membentuk mengumpulkan orang Manado yang tadinya banyak mengorganisir diri berdasarkan kampung dan marga, menjadi KawanuaUSA. Dan juga ikut membidani pembentukan Persatuan Tionghoa Indonesia. "Kalau saya sekarang diminta menjadi penasehat MinangUSA, no problem, I accepted. Apalagi USA setelah kata "Minang" itu, kan pas dengan saya yang artinya Urang Sumando Association", lanjut Dr. Dorodjatun Kuntjoro-Jakti yang menikah dengan gadis Minang 28 tahun lalu. Pertemuan yang menggunakan bi-languanges itu (karena ada pengurus yang asli Amerika) ditutup dengan berfoto bersama sebagai kenangan2 karena sang profesor yang tampak cerah itu, akan mengakhiri tugasnya sebagai Dubes di AS. (Beliau tak suka dengan terminologi "perpisahan", karena sepertinya kita tak bersua lagi. Beliau lebih suka istilah "masa akhir tugas"). Wass Dutamardin Umar

